Hari Fakultas FEB UAD 2025: Paper Mob Perdana hingga Stadium Generale tentang Transformasi Mindset Gen Z

Hari Fakultas FEB UAD 2025

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Hari Fakultas pada Sabtu, 20 September 2025, di Auditorium Kampus 1A. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB itu menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari paper mob, penyambutan mahasiswa baru (maba), orasi organisasi mahasiswa, hingga stadium generale bersama Prof. Dr. Dra. Ch Whidya Utami, MM., CLC., CPM (Asia) pukul 14.00 WIB dengan tema “Transformation of Mindset to Inspires Innovation for Gen Z.”

Ketua Panitia Hari Fakultas FEB 2025, Hanif Rahmat Fauzan, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mengangkat dua tema besar, yakni teknologi dan nusantara. Tema tersebut dipilih dengan harapan dapat mendorong mahasiswa baru FEB menjadi pribadi yang kreatif, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi era digital maupun menjaga nilai budaya lokal. “Kami ingin mahasiswa baru cepat beradaptasi, merasa disambut, dan bisa membangun relasi dengan kakak tingkat maupun sesama angkatan,” ujar Hanif.

Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah paper mob yang kembali digelar setelah vakum lebih dari tiga tahun. Hanif menyebut momen tersebut menjadi highlight tersendiri bagi FEB, mengingat belum ada fakultas lain di UAD yang menyelenggarakan kegiatan serupa. Meski sempat khawatir akibat hujan pada malam sebelumnya, ia mengaku bangga dengan antusiasme mahasiswa baru yang mencapai 496 orang. “Luar biasa sekali, hanya dalam waktu setengah jam mereka sudah bisa kompak menguasai pola paper mob,” tambahnya.

Selain paper mob, mahasiswa baru juga disuguhkan orasi dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB. Ketua DPM FEB dalam orasinya menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agent of change dan agent of control dalam dinamika bangsa. Ia bahkan menyinggung sejarah peran gerakan mahasiswa dalam perubahan politik Indonesia, mulai dari 1966 hingga 1998, untuk menggugah kesadaran kritis mahasiswa baru.

Puncak acara berlangsung pada sesi stadium generale bersama Prof. Whidya Utami. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa baru untuk memahami pentingnya transformasi pola pikir sebagai kunci melahirkan inovasi. Prof. Utami juga menekankan konsep self-identification dan design thinking sebagai dasar agar generasi Z mampu menjadi problem solver. “Inovasi bukan hanya untuk bisnis, tetapi juga bisa menjadi solusi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Ketua panitia menambahkan, stadium generale tahun ini mengangkat isu kesehatan mental, mengingat banyak mahasiswa Gen Z yang rentan mengalami tekanan psikologis. Menurutnya, penyampaian materi dalam bentuk stadium generale lebih relevan dan segar dibandingkan sekadar kesan-pesan alumni. “Kami ingin mahasiswa baru sadar pentingnya menjaga kesehatan mental sejak awal masuk kuliah,” jelasnya.

Respon positif juga datang dari mahasiswa baru. Sky Faras Pratama, salah seorang peserta, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat paper mob. “Seru sekali, rasanya seperti jadi supporter yang punya yel-yel sendiri. Kami diajarkan kekompakan dan kebersamaan,” katanya. Sementara itu, Marwa Jamilatul Zazkia, mahasiswa baru penerima beasiswa program studi Manajemen, mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari FEB UAD. “Menurut saya FEB itu unik karena punya paper mob dan stadium generale. Dosen-dosennya juga ramah, panitianya humble, dan saya semakin yakin dengan pilihan saya untuk mendalami dunia bisnis di sini,” ujarnya.

Dengan rangkaian kegiatan yang penuh kreativitas dan kekompakan, Hari Fakultas FEB 2025 bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan juga momentum membangun identitas, membekali mahasiswa baru dengan wawasan, serta menumbuhkan semangat inovasi sejak dini. Acara ditutup dengan flash mob bersama panitia yang menambah keceriaan di penghujung kegiatan.

 

Hari Fakultas FKM UAD Angkat Tema “Berdaya dengan Mengasah Intelektual”

Hari Fakultas FKM UAD Angkat Tema “Berdaya dengan Mengasah Intelektual”

Yogyakarta – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Hari Fakultas sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus (P2K) 2025 pada tanggal 20 september 2025 yang dilaksanakan di Kampus 3. Acara berlangsung di ruang Auditorium Kampus 3 UAD dengan menghadirkan dosen, panitia, serta mahasiswa baru. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan lingkungan akademik FKM sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa.

Salah satu mahasiswa baru, Kenzie Anatole Nararia Syanto, mengungkapkan bahwa banyak hal berkesan yang ia dapatkan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, cara para dosen menyampaikan materi menjadi poin penting yang membekas di benak mahasiswa. “Salah satu yang menarik adalah penjelasan tentang cara belajar yang baik, informasi beasiswa, dan juga seputar Fakultas Kesehatan Masyarakat itu sendiri,” ujar Kenzie. Ia menambahkan, melalui kegiatan ini dirinya lebih memahami apa saja yang dipelajari di FKM, mulai dari ilmu kesehatan, pencegahan penyakit, hingga keterampilan pertolongan pertama.

Hal serupa diungkapkan oleh Ayuniar Puspita Sari, mahasiswa baru yang akrab disapa Niar. Ia menilai Hari Fakultas FKM berlangsung seru dan penuh manfaat. “Kita jadi lebih tahu isi fakultas, metode pembelajaran, serta mengenal lebih dekat para dosen. Selain itu, ada juga pembahasan tentang cara menjaga diri, yang sangat berguna bagi mahasiswa baru seperti saya,” kata Niar. Ia berharap seluruh mahasiswa baru semakin bersemangat dalam menempuh perkuliahan setelah mengikuti P2K.

Sementara itu, Najma Ayu Sadida, mahasiswa program studi Gizi yang juga bertugas sebagai core acara, menjelaskan bahwa Hari Fakultas FKM tahun ini mengusung tema “Berdaya dengan Mengasah Intelektual, serta Menggerakkan Aksi untuk Menata Masa Depan.” Tema tersebut sejalan dengan tema pusat P2K UAD 2025. “Kami ingin mahasiswa baru lebih mencintai budaya, mengenal satu sama lain, serta membangun intelektualitas yang bermanfaat untuk masa depan,” jelas Najma.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan dosen dan materi dari Biro Dekanat, dilanjutkan penyampaian Satgas PPKS tentang pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Pada sesi siang, mahasiswa mengikuti lomba Yel-Yel antar kelompok, lalu ditutup dengan penampilan flashmob panitia dan acara penutupan resmi dari fakultas. Najma menambahkan bahwa tahun ini terdapat hal baru dibandingkan tahun sebelumnya, yakni kehadiran maskot berbentuk rajawali yang menjadi simbol semangat FKM UAD.

Melalui kegiatan Hari Fakultas ini, FKM UAD berharap mahasiswa baru dapat lebih mengenal fakultas sekaligus siap menghadapi perkuliahan. “Semoga tahun depan kegiatan ini bisa lebih meriah dan semakin bermanfaat bagi seluruh mahasiswa,” pungkas Najma.

 

Hari Fakultas FTI UAD 2025, Ajang Kreativitas Mahasiswa Baru dan Tradisi Fakultaria

Hari Fakultas FTI UAD 2025, Ajang Kreativitas Mahasiswa Baru dan Tradisi Fakultaria

Yogyakarta – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Hari Fakultas pada Kamis, 18 September 2025, di lantai 4 gedung utama Kampus 4 UAD. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian P2K (Pengenalan Kehidupan Kampus) yang bertujuan menyambut mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan tradisi akademik dan budaya organisasi di lingkungan FTI.

Mengusung tema Dignity yang merupakan akronim dari Dignity, Integrity, and Solidarity, Hari Fakultas FTI tahun ini dirancang untuk menanamkan nilai martabat, kejujuran, dan solidaritas di kalangan mahasiswa baru. Aufa Jihadan Pratama, mahasiswa Informatika sekaligus panitia, menjelaskan bahwa tema tersebut sejalan dengan semangat P2K UAD 2025 yang mengusung jargon Berdaya. “FTI adalah fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak, jadi kami ingin menekankan bahwa mahasiswa FTI punya martabat dan kekuatan berdiri di atas kakinya sendiri,” ujar Aufa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara dimulai dengan pembukaan resmi dan sambutan dari pimpinan fakultas. Agenda dilanjutkan dengan talkshow bersama dekanat dan tenaga kependidikan untuk memperkenalkan alur akademik, administrasi, serta visi misi fakultas. Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan alumni FTI sebagai narasumber inspiratif agar mahasiswa baru mendapat motivasi dari pengalaman nyata di dunia kerja.

Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas FTI adalah fakultaria, yaitu penyambutan mahasiswa baru oleh kakak tingkat dalam suasana meriah dan penuh semangat. Aufa menekankan bahwa fakultaria selalu menjadi highlight dalam rangkaian P2K FTI. “Ini adalah simbol kesolidaritasan keluarga besar mahasiswa FTI, sekaligus cara kami menunjukkan kebersamaan kepada adik-adik baru,” katanya.

Selain materi akademik, mahasiswa baru juga mendapat kesempatan tampil dalam pentas seni untuk mengekspresikan diri. Menurut Aufa, konsep ini dihadirkan agar maba tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dan bisa menunjukkan kreativitas sejak awal masuk kuliah.

Kesan positif datang dari mahasiswa baru. Satrio Baguslegowo, mahasiswa Teknik Elektro, menilai kegiatan ini jauh lebih seru dibandingkan acara P2K umum. Ia menyebut fakultaria sebagai momen paling berkesan karena bisa bertemu langsung dengan pimpinan fakultas sekaligus mendapatkan pemaparan visi misi secara jelas. “Seru banget, apalagi bisa tahu arah kuliah ke depan dan ketemu Bu Dekan langsung,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mega Triana, mahasiswa baru asal Jambi. Ia mengaku terinspirasi dengan paparan tentang prestasi mahasiswa FTI yang dipresentasikan dalam salah satu sesi talkshow. “Itu bukan pamer, tapi justru memotivasi kami untuk ikut berprestasi. Saya jadi semakin semangat ikut lomba dan aktif di organisasi,” katanya.

Bagi Mega, fasilitas kampus dan suasana belajar di UAD menjadi alasan kuat memilih kuliah di Yogyakarta, meski harus menempuh perjalanan jauh dari kampung halamannya. “Fasilitasnya lengkap dan kampusnya bagus. Dari awal lihat di TikTok, saya sudah tertarik,” ungkapnya.

Melalui Hari Fakultas FTI 2025, panitia berharap mahasiswa baru bisa segera beradaptasi, membangun solidaritas, dan mengembangkan potensi diri. “Kami ingin mahasiswa baru merasa diterima sebagai keluarga besar FTI, menjaga kekompakan, dan tumbuh bersama hingga lulus nanti,” tutup Aufa.

 

Semarak Hari Fakultas Farmasi P2K UAD 2025, Mahasiswa Baru Tunjukkan Kreativitas dengan Headpiece Unik

Semarak Hari Fakultas Farmasi P2K UAD 2025, Mahasiswa Baru Tunjukkan Kreativitas dengan Headpiece Unik

Yogyakarta – Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Hari Fakultas sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Program Studi dan Kehidupan Kampus (P2K) tahun 2025. Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 18 September 2025, di Kampus 3 UAD, ruang Auditorium, dan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kegiatan pengenalan, motivasi, hingga kreativitas mahasiswa baru (maba) yang terlihat dari penggunaan headpiece hasil karya mereka sendiri.

Muhammad Teguh Ferdiansyah, mahasiswa Farmasi yang didapuk sebagai Ketua Pelaksana P2K Fakultas Farmasi 2025, menyampaikan bahwa tema tahun ini mengadopsi gagasan dari pusat dengan menitikberatkan pada empat pilar, yakni Feature, Action, Intellectual, dan Future. “Kalau tahun kemarin fokusnya lingkungan, tahun ini ada empat pilar yang jadi dasar. Khusus Farmasi, kami condong ke pilar Intellectual, karena erat kaitannya dengan dunia kefarmasian yang menuntut intelektualitas,” jelas Teguh.

Teguh menambahkan, Hari Fakultas kali ini sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Selain pengenalan lembaga internal fakultas, panitia menghadirkan perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa) seperti BEM dan DPM untuk memberikan orasi dan motivasi kepada mahasiswa baru. “Harapannya, semangat orasi dari kakak-kakak pengurus bisa menular ke maba, agar mereka merasa lebih siap menjadi bagian dari dunia kemahasiswaan, bukan lagi siswa SMA,” imbuhnya.

Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik acara tahun ini adalah penggunaan headpiece kreatif oleh mahasiswa baru. Menurut Teguh, ide ini muncul dari panitia untuk mendorong kreativitas dan antusiasme peserta. “Kalau tahun lalu hanya pakai ikat kepala dengan logo, sekarang kami coba dorong kreativitas lewat headpiece. Ternyata respons maba positif, bahkan banyak yang membuatnya sejak dua hari sebelum acara. Hasilnya keren dan unik-unik,” ungkapnya.

Keseruan Hari Fakultas juga dirasakan oleh mahasiswa baru. Sela Malayasari, salah satu maba Farmasi, mengaku terkesan dengan suasana yang hangat dan penuh semangat. “Kesannya seru banget. Dari pagi kita baris, bikin yel-yel bareng, terus ada ice breaking. Ditambah pakai headpiece hasil karya sendiri, rasanya makin kompak dengan teman baru,” ujarnya.

Sela juga mengapresiasi sesi materi yang disampaikan dosen maupun pemateri. Baginya, penjelasan terkait prospek studi dan lapangan kerja Farmasi menjadi hal yang paling berkesan. “Saya jadi lebih yakin memilih Farmasi UAD karena sudah tahu arah dan peluang ke depan,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Dava Islami, maba Farmasi lainnya. Ia menyebut salah satu momen paling menarik adalah saat ice breaking berupa “joget bebek” yang membuat suasana semakin cair. “Seru banget, materinya juga masuk. Saya juga senang bisa bikin headpiece sendiri, awalnya mau bentuk ular Farmasi, tapi malah jadi mirip bebek,” candanya.

Dava mengaku memilih Farmasi UAD bukan tanpa alasan. Selain dorongan orang tua yang merupakan alumni angkatan pertama, ia merasa dunia kesehatan memang sudah mendarah daging di keluarganya. “Jadi semakin mantap untuk melanjutkan di sini,” katanya.

Bagi panitia, tujuan utama Hari Fakultas adalah memberikan pengenalan mendalam tentang karakter Fakultas Farmasi kepada mahasiswa baru. “Supaya mereka tidak kaget atau culture shock, dan bisa lebih enjoy menjalani masa perkuliahan,” tegas Teguh. Ia juga berharap ke depan kegiatan ini bisa semakin berkembang dengan dukungan fasilitas dan ide dari pusat maupun fakultas, sehingga maba lebih excited mengikuti seluruh rangkaian acara.

Dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan pengenalan yang komprehensif, Hari Fakultas Farmasi UAD 2025 yang digelar di Kampus 3 UAD Auditorium ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk menapaki awal perjalanan akademik sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar Farmasi UAD.

 

Hari Prodi FSBK 2025: Perkuat Karakter dan Kreativitas Mahasiswa Baru UAD

Hari prodi FSBK

Yogyakarta – Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Hari Program Studi (Prodi) pada 17 september 2025 di Kampus 2 sebagai bagian dari rangkaian Pekan Ta’aruf Kampus (P2K) Berdaya 2025. Acara ini diadakan untuk memperkenalkan lebih dekat berbagai program studi di lingkungan FSBK kepada mahasiswa baru, sekaligus memberikan pemahaman awal tentang dunia akademik dan atmosfer perkuliahan.

Ketua Panitia Fakultas FSBK, Bambang Yudhistira dari Prodi Ilmu Komunikasi, menjelaskan bahwa logo Hari Prodi tahun ini mengusung filosofi yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. “Logo kami terinspirasi dari Sawerigading, tokoh dari Sulawesi, yang kemudian dipadukan dengan budaya Jawa. Di dalamnya juga terdapat elemen tarian Serimpi yang menggambarkan empat unsur api, air, tanah, dan angin yang saling melengkapi. Filosofi ini merepresentasikan kebutuhan manusia, termasuk mahasiswa, untuk saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain,” ungkapnya.

Selain logo, tema yang diusung pada Hari Prodi FSBK tahun ini juga menekankan pentingnya keseimbangan antara intelektual dan moral. Bambang menuturkan, tema tersebut sejalan dengan tagline P2K Berdaya yang diusung secara pusat. “Kami percaya bahwa keseluruhan tanpa karakter tidaklah optimal. Karena itu, melalui tema ini, kami ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki pemikiran panjang untuk masa depan,” katanya.

Dalam segi kegiatan, Bambang menyebut bahwa penyelenggaraan Hari Prodi FSBK tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, meski terdapat beberapa tambahan menarik. “Kalau di Sastra Inggris, tahun ini ada penampilan minidrama yang sebelumnya belum ada. Inovasi seperti ini kami hadirkan agar mahasiswa baru semakin kreatif dan termotivasi untuk mengembangkan diri,” jelasnya.

Bambang juga menegaskan tujuan utama dari diselenggarakannya Hari Prodi adalah untuk membantu mahasiswa baru mengenal lebih dekat program studi yang mereka pilih. Menurutnya, kegiatan ini memberikan gambaran penting tentang dosen, Dosen Pembimbing Akademik (DPA), mata kuliah, hingga peluang penjurusan. “Mahasiswa baru pasti bertanya-tanya, di prodi ini ada apa saja, siapa saja dosennya, dan arah ke depan seperti apa. Hari Prodi menjadi sarana penting agar mereka lebih siap dan tidak salah langkah dalam menempuh perkuliahan selama empat tahun ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang berharap agar mahasiswa baru FSBK tidak salah mengambil keputusan dalam perjalanan akademiknya. “Harus matang dari awal, tahu arah yang dituju, dan tidak menyesal di tengah jalan. Dari prodi, semua fasilitas dan arahan sudah diberikan. Tinggal bagaimana mahasiswa memanfaatkannya dengan baik agar lebih mudah beradaptasi,” tambahnya.

Sebagai penutup, Bambang memberikan pesan khusus kepada mahasiswa baru FSBK 2025 agar senantiasa berpikir matang, berani berkembang, dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. “Harapannya mahasiswa bisa jauh lebih berkembang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mereka harus mempunyai pemikiran yang cerdas, jangka panjang, dan tidak terburu-buru. Dengan begitu, culture shock dari SMA ke perguruan tinggi bisa diatasi dengan baik,” pungkasnya.

 

FSBK UAD Meriahkan Rangkaian P2K Berdaya 2025 Lewat Hari Prodi

FSBK UAD Meriahkan Rangkaian P2K Berdaya 2025 Lewat Hari Prodi

Yogyakarta – Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut memeriahkan rangkaian P2K Berdaya 2025 dengan menggelar kegiatan Hari Prodi pada Rabu (17/9/2025). Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini menjadi wadah perkenalan tiga program studi yang ada di FSBK, yakni Ilmu Komunikasi, Sastra Indonesia, dan Sastra Inggris kepada mahasiswa baru.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai sesi pengenalan, mulai dari paparan tentang laboratorium, organisasi mahasiswa, hingga sharing alumni. Antusiasme mahasiswa baru terlihat jelas. Chelsea Amalia Fitriah, mahasiswi baru Prodi Ilmu Komunikasi, mengaku kegiatan ini membuatnya lebih percaya diri menempuh kuliah di UAD. “Seru banget, bisa kenal teman-teman baru, dosen, dan tahu ada Himakom juga. Saya tertarik untuk ikut karena suka berorganisasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yogi Dwi Putra, atau akrab disapa Ogi, mahasiswa baru Ilmu Komunikasi asal Jambi. Ia mengaku mendapat banyak bekal berharga dari sesi pengenalan, terutama terkait dunia perkuliahan dan peluang organisasi. “Hari ini luar biasa. Saya juga termotivasi karena ada dosen UAD yang berkarier sebagai MC nasional bahkan internasional. Sebagai host profesional, saya jadi makin semangat membangun branding ulang di Jogja,” katanya.

Sementara itu, dari Prodi Sastra Indonesia, Faisal Adhiswara Salman Shawqi menuturkan kegiatan Hari Prodi memberinya gambaran lebih luas tentang prospek karier. Ia yang bercita-cita menekuni linguistik forensik merasa semakin yakin dengan pilihannya. “Kami diperkenalkan langsung dengan dosen dan alumni. Dari sini saya tahu, lulusan Sastra Indonesia tidak hanya jadi jurnalis, tapi bisa berkarier di banyak bidang, termasuk hukum,” ungkapnya.

Keseruan juga dirasakan Nur Bela Sapitri, mahasiswa baru Sastra Indonesia lainnya. Menurutnya, pengalaman bertemu langsung dengan dosen, alumni, serta informasi beasiswa membuatnya semakin mantap berkuliah di UAD. “Awalnya saya kira UAD hanya kampus agama, ternyata toleransinya besar sekali. Banyak mahasiswa non-Muslim juga, jadi saya merasa tidak salah pilih,” ujarnya.

Dari Prodi Sastra Inggris, mahasiswa baru Fenia Emilia Putri Alfa mengaku terkesan dengan suasana kekeluargaan dalam kegiatan tersebut. “Hari ini menyenangkan, karena selain dapat gambaran kuliah ke depan, juga bisa enjoy the moment bareng teman-teman. Awalnya nervous, tapi setelah Hari Prodi jadi lebih siap menjalani perkuliahan,” katanya.

Rezki Raihan Pratama, mahasiswa Sastra Inggris lainnya, menilai kegiatan ini membantunya lebih disiplin dan mandiri. “Dulu sempat culture shock, tapi setelah dua hari ini saya sudah merasa aman. Harapannya kuliah bisa berjalan lancar dan cepat lulus,” ujarnya.

Hari Prodi FSBK menjadi salah satu rangkaian penting dalam P2K Berdaya 2025 yang digelar oleh Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD. Dengan mengusung semangat Besar Berdaya, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan intelektualitas, aksi, dan visi masa depan mahasiswa baru.

Pelatihan Digital Gemini AI Pro x Google Student Ambassador

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pelatihan Digital Gemini AI Pro x Google Student Ambassador pada Kamis, 25 September 2025 yang dimulai pukul 12:30 WIB. Pelatihan dengan tema “Gemini AI Pro x Google Student Ambassador” yang diselenggarakan secara luring di Ruang Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan, yang di hadiri lebih dari 120 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dari berbagai jurusan di Universitas Ahmad Dahlan.

Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK), Bimawa UAD melalui sambutannya menyampaikan, perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami mahasiswa dalam pembelajaran. Ia mencontohkan bahwa ChatGPT hanya dalam waktu dua bulan mampu meraih 100 juta pengguna, sebuah pencapaian yang menunjukkan cepatnya teknologi ini diterima masyarakat. Namun, kemampuan rasional mahasiswa tetap berbeda dengan AI, karena AI bersifat kaku dan hanya bekerja berdasarkan database. Sama halnya seperti Google, perbedaannya ChatGPT dapat memberikan penjelasan yang lebih terstruktur meskipun prinsip penggunaannya tetap sama-sama berbasis data. Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan buku panduan penggunaan AI bagi mahasiswa yang berisi pemahaman serta aturan penting agar pemanfaatannya lebih tepat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati dalam penulisan, tidak menyalin secara langsung, serta menggunakan AI hanya sebagai referensi dengan memperhatikan struktur dan sitasi yang benar. “Silakan gunakan teknologi untuk membantu kita mempermudah kuliah, karena semua teknologi ini adalah buatan manusia, namun jangan sampai kita bergantung penuh padanya” ujarnya.

Pelatihan Digital kali ini diisi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Aprillia Nughraheni Ayuningtyas yang merupakan perwakilan mahasiswa Google Student Ambassador UAD tahun 2025, serta Nazwa Meilany Fauziah yang juga merupakan perwakilan mahasiswa Google Student Ambassador UAD tahun 2025

Materi pertama dengan judul “Pemanfaatan Gemini sebagai Asisten Belajar Modern” yang disampaikan oleh Nazwa Meilany Fauziah ia menjelaskan bagaimana kehadiran Gemini dapat menjadi solusi dalam menghadapi kesulitan tugas kuliah. Google sendiri telah memberikan akses Gemini Pro kepada mahasiswa sehingga pengalaman belajar menjadi lebih terbantu. menegaskan bahwa Gemini bukanlah tujuan utama, melainkan alat bantu yang dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembelajaran. Dalam penyampaiannya, ia juga menekankan bahwa Gemini mampu mendukung riset, membantu berpikir kritis, menghidupkan ide-ide kasar, meningkatkan kemampuan penulisan, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih personal. Narasumber menjelaskan bahwa Gemini 2.5 Pro merupakan AI tercerdas yang pernah dikembangkan oleh Google, dan perkembangan ini bukanlah akhir karena ke depan akan lahir teknologi yang lebih canggih lagi. Selain itu, Gemini juga telah terintegrasi dengan berbagai layanan seperti Google Workspace, Jam Manager, dan NotebookLM yang semakin memudahkan penggunanya. “Jadikan Gemini sebagai asisten belajarmu,” ujarnya.

Materi kedua dengan judul “Mengapa Riset Itu Penting?” disampaikan oleh Aprillia Nughraheni Ayuningtyas ia menjelaskan bahwa riset dapat diibaratkan sebagai pondasi dari sebuah bangunan. Melalui riset, mahasiswa akan memperoleh pengalaman baru sekaligus pemahaman yang lebih luas. Ia menekankan bahwa banyak mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam penelitian, khususnya dalam menemukan data yang relevan dan terkini. Untuk menjawab tantangan tersebut, Gemini AI hadir dengan fitur deep research yang mampu secara otomatis menjelajahi ratusan hingga ribuan situs untuk menghadirkan data terbaru sesuai kebutuhan. Ia juga menambahkan bahwa Gemini tidak hanya membantu dalam pencarian data, tetapi juga dapat menyusun peta analisis, termasuk peta pemasaran baru sesuai permintaan pengguna, serta membandingkannya dengan menggunakan fitur analisis yang tersedia. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh gambaran awal yang kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut. “Melalui fitur deep research, proses penelitian menjadi lebih terarah karena Gemini mampu menampilkan alur berpikir dalam hitungan menit, dan kita bisa melihat prosesnya secara langsung,” ujarnya.

Penulis: Ridwan Fuazi

Kolaborasi UAD dan Permata Bank, Bekali Mahasiswa Pengetahuan Keuangan Syariah

Gambar 1. Dokumentasi Pemaparan Materi Seminar Literasi Keuangan Syariah

Yogyakarta, 16 September 2025 – Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar literasi keuangan syariah di lantai 9 kampus 4. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya keuangan syariah dan potensinya dalam perekonomian nasional. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya, yaitu Habibullah LC., SE., M.Si selaku Division Head, Sharia Advisory & Governance,  Prof. Dr. H. Jaih Mubarak SE., M.H., M.Ag selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah Permata Bank, dan Rinaldy Agustian Azis selaku Division Head Sharia Product Permata Bank.

Habibullah LC., SE., M.Si. membuka sesi dengan pengenalan umum tentang industri keuangan syariah. Ia menyoroti rendahnya tingkat penggunaan bank syariah di Indonesia, meskipun mayoritas penduduknya muslim. “Secara umum, keuangan syariah adalah sebuah sistem yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, yang jauh dari unsur-unsur riba, gharar, dan maisir,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan syariah menekankan pada keadilan, transparansi, dan kemaslahatan bersama, yang seharusnya menjadi pilihan utama masyarakat.

Prof. Dr. H. Jaih Mubarak SE., M.H., M.Ag. kemudian melanjutkan dengan membahas prinsip, filosofi, dan karakteristik utama keuangan syariah. Ia menegaskan bahwa prinsip utama keuangan syariah adalah tanpa bunga (riba). “Dalam setiap pengelolaan dan prosesnya, kita harus benar-benar memastikan bahwa semuanya berasal dari sumber yang halal dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya transaksi yang adil dan beretika, yang tidak hanya menguntungkan secara materi tetapi juga mendatangkan keberkahan.

Sebagai narasumber terakhir, Rinaldy Agustian Azis memperkenalkan berbagai produk unggulan dari Permata Bank Syariah. Ia menjelaskan bahwa Permata Bank memiliki beragam produk yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari produk untuk haji, pendidikan, hingga kesehatan. “Akses ke layanan Permata Bank sangat mudah dijangkau, baik melalui cabang maupun platform digital kami,” tutur Rinaldy. Ia juga memberikan imbauan khusus kepada para mahasiswa untuk menghindari pinjaman online (pinjol) ilegal yang dapat menjerat mereka dalam masalah keuangan yang serius. “Pilih solusi keuangan yang aman, legal, dan sesuai syariah untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Salah satu peserta, Ari Maskuri menyatakan rasa puasnya terhadap seminar ini. “Materinya sangat relevan dan membuka wawasan saya tentang pentingnya literasi keuangan syariah,” ujar Ari. Ia juga mengapresiasi para narasumber yang berhasil menyampaikan materi dengan jelas dan menarik. Ia pun berharap agar seminar ini dapat terus dilaksanakan ke depannya nanti, “Semoga acara seperti ini bisa diadakan lebih sering,” tambahnya.

Seminar ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa UAD untuk lebih memahami dan memanfaatkan produk keuangan syariah sebagai salah satu pilar utama dalam membangun ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

 

Penulis: Intan Awalia Putrri

 

 

BPH UAD Prof. Dr. Irwan Akib Tekankan Pentingnya ‘Growth Mindset’ dalam Acara Talent Mapping Mahasiswa Penerima Beasiswa UAD 2025

Gambar 1. Dokumentasi Pemaparan Materi

Yogyakarta 12 September 2025 — Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK), Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan acara Talent Mapping Mahasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2025 yang dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd  pada 12 September 2025. Dalam acara tersebut, Prof. Irwan memaparkan pentingnya pola pikir sebagai landasan bagi mahasiswa untuk menjadi individu yang kuat dan berkarakter.

Menurut Prof. Irwan, mahasiswa harus memahami perbedaan antara dua jenis pola pikir utama: pola pikir tetap (fixed mindset) dan pola pikir bertumbuh (growth mindset). Pola pikir tetap adalah keyakinan bahwa kecerdasan dan kemampuan seseorang bersifat bawaan dan tidak dapat diubah. Pola pikir ini cenderung membuat seseorang menghindari tantangan, karena kegagalan dianggap sebagai cerminan dari kurangnya talenta.

Sebaliknya, ia mendorong mahasiswa untuk mengadopsi pola pikir bertumbuh, yaitu keyakinan bahwa kecerdasan dan kemampuan dapat dikembangkan secara tak terbatas melalui proses belajar dan usaha. Dengan pola pikir ini, tantangan dan kegagalan dilihat sebagai sarana untuk berkembang.

“Pola pikir bertumbuh adalah kunci utama bagi mahasiswa untuk menjadi individu yang tangguh,” tutur Prof. Irwan. “Dengan meyakini bahwa segala sesuatu dapat dipelajari dan dikembangkan, mereka akan melihat tantangan bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai kesempatan emas untuk bertumbuh dan berkembang.”

Lebih lanjut, beliau menjabarkan 12 karakteristik yang harus dimiliki oleh mahasiswa tangguh, seperti disiplin, adaptif, dan kerja keras. Ia juga menekankan bahwa mahasiswa tangguh harus mampu menghadapi kegagalan dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Selain itu, ia mengidentifikasi empat karakter esensial lainnya, yaitu integritas, kemandirian, kreativitas, dan kolaborasi.

Gambar 2. Dokumentasi Pemaparan Materi

Menurutnya, mahasiswa yang memiliki karakter berkualitas dapat menjadi agen perubahan yang positif dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan menguasai pola pikir bertumbuh dan memiliki karakter-karakter tersebut, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun masa depan bangsa yang cerah.

Pengenalan Mentoring Penerima Beasiswa UAD Tahun 2025: Mewujudkan Mahasiswa UAD yang Tangguh dan Berkarakter

Dokumentasi Mentoring Penerima Beasiswa 2025

Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan pengenalan mentoring bagi mahasiswa penerima beasiswa tahun 2025 pada Sabtu, 13 September 2025. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di beberapa ruang kelas lantai 4 Kampus IV UAD. Seluruh mahasiswa penerima beasiswa hadir mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif sejak awal hingga akhir.

Setiap ruangan diisi oleh dua mentor yang mendampingi mahasiswa penerima beasiswa. Para mentor memperkenalkan berbagai macam kegiatan yang wajib diikuti mahasiswa selama masa studinya. Penyampaian materi dilakukan dengan dialog dua arah sehingga mahasiswa bisa langsung memahami mekanisme program. Hal ini membantu mahasiswa mengenali sejak dini peran dan tanggung jawab mereka.

Kegiatan Mentoring ini sangat memberikan manafaat bagi peserta yang mengikutinya. Salah satu mahasiswa penerima beasiswa KIP-K, Mutiah Nur Hidayati dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyampaikan kegiatan pengenalan mentoring ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran jelas mengenai program yang akan dijalani. “Saya merasa lebih paham tentang peran saya sebagai penerima beasiswa. Penyampaian mentor juga menyenangkan, sehingga mudah dipahami,” ujarnya.

Melalui kegiatan pengenalan ini, mahasiswa penerima beasiswa diharapkan mampu menyiapkan diri untuk mengikuti seluruh rangkaian pembinaan. Program mentoring menjadi langkah awal yang penting agar mahasiswa tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berkembang di bidang organisasi dan kepemimpinan. UAD berkomitmen memberikan pembinaan yang seimbang antara aspek akademik dan nonakademik. Dengan begitu, mahasiswa penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat di masa depan.