Bangun Koneksi dan Karier, UAD x SANGGABIZ Sukses Gelar Job Fair 2026

UAD x SANGGABIZ Job Fair 2026 diselenggarakan pada 5–6 Mei 2026 di Hall Kampus 4 UAD. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara CDC Bimawa Universitas Ahmad Dahlan dan Sanggabiz dengan menghadirkan 30 perusahaan terkemuka dari berbagai sektor industri. Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam menjembatani lulusan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UAD, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, serta Direktur Sanggabiz. Dalam sambutannya, Rektor UAD menyampaikan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang profesional dan mampu berkontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Beliau juga menyoroti perkembangan industri yang mengarah pada konsep human-centric manufacturing, yakni kolaborasi antara manusia dan teknologi. Oleh karena itu, lulusan dituntut memiliki kompetensi yang relevan sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Direktur Sanggabiz menegaskan pentingnya keselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, talenta yang dibutuhkan saat ini tidak hanya menguasai hard skill, tetapi juga memiliki soft skill, kemampuan kepemimpinan, inisiatif, serta daya inovasi yang baik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan alumni tidak hanya memperoleh informasi mengenai peluang kerja, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring profesional dengan berbagai perusahaan. Relasi tersebut menjadi faktor penting dalam membuka peluang karier yang lebih luas sekaligus memahami ekspektasi industri terhadap calon tenaga kerja.

Rangkaian kegiatan Job Fair meliputi kunjungan booth perusahaan, company profile, talkshow, hingga walk-in interview. Salah satu peserta, Aulia Farhat, menyampaikan bahwa kegiatan Job Fair sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan mengenai dunia kerja. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin dengan jumlah perusahaan yang semakin bertambah.

Pendapat serupa disampaikan oleh Nisrina, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, yang menilai bahwa Job Fair membantu mahasiswa memperoleh informasi peluang kerja sekaligus mengenal perusahaan secara langsung. Ia juga mengungkapkan telah mencoba melamar ke perusahaan farmasi seperti Pharos melalui kegiatan ini dan berharap frekuensi penyelenggaraan Job Fair dapat ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah lulusan.

Dari sisi perusahaan, perwakilan PT Transcosmos Indonesia, Yuli, menyatakan bahwa kegiatan ini efektif dalam membantu perusahaan mendapatkan kandidat potensial sekaligus memperkuat company branding. Menurutnya, Job Fair menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan perusahaan dan menjaring talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan menghadirkan berbagai perusahaan serta membuka ruang interaksi langsung antara pencari kerja dan dunia industri, UAD x SANGGABIZ Job Fair 2026 diharapkan mampu menciptakan career matching yang optimal antara potensi kandidat dan kebutuhan perusahaan.

Siap Jadi Apoteker Profesional! Career Camp UAD Bekali Skill, Personal Branding, dan Strategi Sukses Interview

Universitas Ahmad Dahlan melalui UAD Career Development Center menyelenggarakan Career Camp Profesi Apoteker pada 24–25 April 2026 di Auditorium Kampus 3 UAD. Kegiatan dua hari ini menghadirkan berbagai narasumber untuk membekali lulusan dengan keterampilan, motivasi tinggi, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Sesi pertama bersama Ustadz Budi, menekankan pentingnya kesabaran, tujuan hidup yang jelas, serta sikap tekun, mandiri, dan konsisten dalam meraih cita-cita. Peserta diajak mengevaluasi kebiasaan sehari-hari dan berani berubah jika tidak membawa manfaat. Beliau juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada kecerdasan, tetapi juga keberanian mencoba hal baru, berpikir berbeda, dan terus berusaha.

Selanjutnya, Bapak Ismail memaparkan strategi menyusun CV yang efektif, khususnya bagi fresh graduate lulusan apoteker. Peserta diperkenalkan pada konsep CV ATS-friendly, yaitu CV yang disesuaikan dengan sistem seleksi perusahaan berbasis kata kunci. Materi mencakup struktur CV yang baik, penyesuaian dengan jalur karier, serta pemanfaatan AI untuk optimasi. Selain itu, dijelaskan pula berbagai peluang karier apoteker, mulai dari rumah sakit, apotek, industri farmasi, hingga bidang QA, QC, Regulatory Affairs, dan R&D.

Materi komunikasi oleh Dr. Patria Handung Jaya menyoroti pentingnya personal branding melalui kemampuan public speaking. Peserta diajak memahami bahwa komunikasi efektif melibatkan aspek verbal dan nonverbal, serta membutuhkan latihan, penguasaan intonasi, dan kepercayaan diri. Personal branding yang kuat dinilai mampu membuat seseorang lebih mudah diingat dan dipercaya.

Sementara itu, Ibu Anintya Meisya Pratiwi dalam sesi “Get Success in Your Job Interview” menegaskan bahwa interview adalah bentuk nyata personal branding. Peserta dibekali cara memperkenalkan diri secara profesional, menjaga etika komunikasi, serta menghindari miskomunikasi. Keterampilan penting bagi Gen Z seperti komunikasi, resilience, work ethic, self-awareness, dan time management juga menjadi sorotan utama.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung, seperti review CV dan simulasi wawancara bersama Afifah Hasna, sehingga peserta mendapatkan gambaran nyata proses rekrutmen.

Peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Alif Safa Putri Niselwa menyebut kegiatan ini sangat membantu dalam menyusun rencana karier dan meningkatkan motivasi. Sementara Muhammad Fathoni menilai materi yang disampaikan menarik dan relevan, terutama terkait CV ATS dan personal branding.

Secara keseluruhan, Career Camp ini memberikan bekal lengkap bagi calon apoteker, mulai dari penguatan mental, penyusunan CV, hingga keterampilan komunikasi dan wawancara kerja, sehingga peserta lebih siap menghadapi dunia profesional.

Mahasiswa Informatika UAD Rancang UI/UX Proyek Digital di Perusahaan Teknologi

6 Januari 2025- Yogyakarta – Muhammad Sulthon Mufti, mahasiswa Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan desain user interface dan user experience (UI/UX) pada Spektrum Proyek Digital di PT Kawan Kerja Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 15 November 2024 hingga 6 Januari 2025 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik di dunia industri.

Gambar 1. Contoh Produk

Pengembangan UI/UX ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kemudahan, serta kepuasan pengguna dalam mengakses sistem digital. Mahasiswa melakukan analisis kebutuhan pengguna, perancangan desain antarmuka, serta pengujian usability untuk memastikan sistem dapat digunakan secara optimal.

Hasil yang dicapai berupa desain antarmuka yang intuitif, responsif, dan menarik secara visual. Produk ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan digital perusahaan serta memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan di bidang desain sistem digital secara langsung di lapangan. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya UI/UX dalam pengembangan produk teknologi. Pihak perusahaan memberikan tanggapan positif karena hasil kerja mahasiswa dinilai kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini.

Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 Series 1: Menguasai Struktur Artikel dan Etika Kecerdasan Buatan dalam Karya Akademik

Pada Kamis (09/04/26), Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 Series 1. Mengangkat tema “Dari Ide ke Publikasi: Bedah Struktur Artikel Ilmiah dan Etika Penggunaan AI”, acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Inisiatif ini merupakan langkah strategis universitas dalam merespons dinamika akademik kontemporer, di mana integrasi etika Artificial Intelligence (AI) menjadi elemen krusial untuk memastikan mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan integritas keilmuan. Sebagai garda terdepan pengembangan mahasiswa, Bimawa UAD memandang pelatihan ini sebagai fondasi utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga bijak dalam berinovasi.

Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Bimawa UAD, menyampaikan dalam laporannya bahwa pelatihan ini merupakan jawaban atas kebutuhan mahasiswa untuk mengasah kompetensi di kancah ilmiah global. Beliau menegaskan bahwa penguasaan terhadap standar publikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi wajib bagi mahasiswa abad ke-21. “Kami ingin mahasiswa memiliki bekal yang kuat dalam menyusun karya yang sistematis, sehingga ide-ide inovatif mereka dapat terdiseminasi secara luas dan diakui secara profesional,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Choirul Fajri, M.A., selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD, memberikan penekanan strategis mengenai posisi AI dalam proses kreatif ilmiah pada era digital ini. Beliau menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai katalisator, bukan substitusi dari orisinalitas pemikiran kritis. “Dalam konteks publikasi ilmiah, integritas adalah mata uang utama. Penggunaan AI haruslah transparan, bertanggung jawab, dan tetap mengacu pada kaidah kejujuran akademik. Kita tidak ingin mahasiswa hanya sekadar memproduksi teks secara mekanis, melainkan menghasilkan karya yang memiliki kedalaman substansi dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral,” tegasnya.

Pelatihan ini secara mendalam mengeksplorasi dua pilar utama yang menjadi pembeda kualitas seorang peneliti dalam kompetisi akademik global. Pertama, penguasaan struktur teknis artikel ilmiah. Dengan memahami cara penyusunan karya ilmiah, memberikan mahasiswa kemampuan lanjutan mengenai cara penulisan. Selain itu, sesi ini memberikan panduan bagi mahasiswa dalam menavigasi penggunaan alat bantu digital secara bijak, menghindari praktik plagiarisme, serta memastikan validitas informasi.

Gambar 1. Suasana Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting

Gambar 2. Peserta Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 antusias mengikuti pemaparan materi mengenai tata cara publikasi dan etika AI.

Tingginya tingkat partisipasi yang memenuhi seluruh grid tampilan Zoom Meeting mencerminkan urgensi kolektif di kalangan mahasiswa untuk segera menguasai literasi digital dan publikasi. Kehadiran peserta yang masif dari berbagai latar belakang fakultas menunjukkan bahwa pemahaman mengenai tata cara publikasi yang etis di era AI telah menjadi prioritas mendesak.

Salah satu peserta pelatihan, Fanny Rahmadani, memberikan kesan positif terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan penulisan artikel ilmiah yang terintegrasi dengan teknologi. “Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memahami bagaimana menyusun artikel yang sistematis. Selain itu, penjelasan mengenai batasan etika penggunaan AI membuat saya lebih percaya diri untuk memanfaatkan teknologi tanpa takut melanggar kaidah akademik. Semoga pelatihan seperti ini terus diadakan secara rutin karena sangat berdampak pada kualitas karya kami,” ungkapnya.

Penyelenggaraan Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi mahasiswa UAD di jurnal bereputasi. Mahasiswa tidak lagi diposisikan sebagai konsumen informasi yang pasif, melainkan sebagai produsen pengetahuan yang beretika, terstruktur, dan siap bersaing di level internasional.

Penulis: Isna Rodiana

Kreativitas Mahasiswa UAD Hadirkan Variasi Minuman Inovatif di Industri

Gambar 1. Contoh Produk

10 Maret 2026-Yogyakarta – Gadis Retno Adila, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan produk minuman inovatif berupa Coconut Matcha Cloudy dan Americano Mango yang diserahkan kepada Internet Learning Coffee pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik.

Produk yang dihasilkan menggabungkan bahan-bahan unik dengan cita rasa yang segar dan menarik. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada pihak industri sebagai mitra dalam pengembangan produk minuman kreatif.

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa melakukan eksperimen resep, uji coba rasa, serta evaluasi kualitas produk untuk memastikan hasil yang optimal. Produk ini dirancang untuk menambah variasi menu serta meningkatkan daya tarik konsumen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menciptakan inovasi kuliner serta memberikan pengalaman nyata di dunia industri. Pihak industri memberikan apresiasi terhadap produk tersebut karena dinilai memiliki potensi pasar yang baik dan dapat dikembangkan lebih lanjut.

MAHASISWA UAD KEMBANGKAN SISTEM COMPUTER VISION UNTUK DUKUNG PRODUKSI INDUSTRI

Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Vionitta Dyah Puspita H.P. (NIM 2200018254), berhasil mengembangkan sistem pengenalan dan penghitungan objek berbasis computer vision yang diterapkan pada lingkungan produksi PT Sango Ceramics Indonesia.

Program ini dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung sejak 26 September 2025 hingga 26 Desember 2025. Sistem yang dikembangkan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses produksi, khususnya dalam mendeteksi serta menghitung jumlah objek secara otomatis.

Selama pelaksanaan, Vionitta melakukan perancangan, pengembangan, hingga implementasi sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di PT Sango Ceramics Indonesia. Teknologi computer vision yang digunakan memungkinkan proses identifikasi objek dilakukan secara real-time, sehingga dapat meminimalkan kesalahan manual dan meningkatkan produktivitas kerja.

Puncak kegiatan ini ditandai dengan penyerahan sistem kepada pihak mitra pada 26 Desember 2025. Penyerahan dilakukan kepada Manager Humas PT Sango Ceramics Indonesia, H. Sumali, S.E., sebagai perwakilan perusahaan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan sistem yang telah dikembangkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital di sektor industri manufaktur, serta menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan industri.

Pengembangan Buku Pintar Kuliner oleh Mahasiswa UAD untuk Dunia Industri

24 Desember 2025- Yogyakarta – Hildayatud Daniyah, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan buku pintar pembuatan menu dan figura yang diserahkan kepada PT AILA Agradaya Indonesia pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri.

Produk ini dirancang sebagai panduan praktis dalam pengelolaan menu di industri kuliner, mulai dari perencanaan hingga penyajian. Buku tersebut disusun dengan format yang sistematis dan mudah dipahami sehingga dapat digunakan oleh pelaku usaha secara efektif. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada pihak industri sebagai bentuk kerja sama dan implementasi hasil pembelajaran.

            Dalam proses pengembangannya, mahasiswa melakukan penyusunan materi secara bertahap, termasuk pengumpulan referensi, analisis kebutuhan industri, serta penyesuaian isi agar lebih aplikatif. Buku ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan menu. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa serta memberikan kontribusi nyata bagi industri. Pihak industri menyambut baik produk tersebut dan berharap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Mahasiswa UAD Susun Buku Pintar Menu untuk Mendukung Industri

24 Desember 2025 Yogyakarta – Fuad Al Hakim, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan produk kreatif berupa buku pintar pembuatan menu dan figura yang diserahkan kepada PT AILA Agradaya Indonesia pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan nyata di dunia industri.

Produk yang dihasilkan berupa panduan praktis yang dapat digunakan dalam pengelolaan dan perencanaan menu di industri kuliner. Buku pintar ini disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh pelaku usaha. Penyerahan produk dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa kepada mitra industri.

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa melakukan pengumpulan data, analisis kebutuhan industri, penyusunan materi, serta penyesuaian isi agar relevan dengan kondisi lapangan. Buku ini dirancang tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif dan efisien untuk digunakan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha. Pihak industri pun memberikan apresiasi terhadap inovasi yang telah dihasilkan tersebut.

Pengembangan Potensi, Pencegahan dan Penanganan Problem Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi

Dalam rangka Milad ke-65 Universitas Ahmad Dahlan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni melalui Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan menyelenggarakan seminar bertajuk “Pengembangan Potensi, Pencegahan dan Penanganan Problem Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 UAD mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Seminar ini diikuti oleh 320 peserta yang terdiri atas mahasiswa UAD, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, serta pengelola kemahasiswaan di DIY. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran layanan bimbingan dan konseling dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Dr. Beny Bandanandjaja, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang memaparkan implementasi layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi sesuai regulasi terbaru. Materi selanjutnya disampaikan oleh Fathur Rahman, S.Pd., M.Si., Sekretaris Jenderal Pengurus Besar ABKIN, mengenai penguatan peran dosen pembimbing akademik dalam mendampingi serta merawat kesehatan mental mahasiswa.

Selain itu, Prof. Ahmad Muttaqin, Ph.D., Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM/BPH UAD, menyampaikan materi tentang kesehatan mental dalam perspektif Islam. Seminar ditutup dengan pemaparan dari Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Ketua Ikatan Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi ABKIN, yang membahas peran dan fungsi layanan bimbingan dan konseling dalam penanganan kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi presentasi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi serta respons positif terhadap materi yang disampaikan. Melalui seminar ini, diharapkan perguruan tinggi semakin optimal dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya preventif maupun kuratif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.

 

Mahasiswa PBSI UAD Hadirkan Bahan Ajar Morfologi Inovatif di Sekolah

11 Desember 2025 Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Intan Awalia Putri, mengembangkan bahan ajar morfologi sebagai produk kreatif yang diserahkan kepada SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2025 sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi di bidang pendidikan.

Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar morfologi yang disusun secara sistematis dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa tingkat sekolah menengah pertama. Materi yang disajikan dalam bahan ajar ini bertujuan untuk membantu siswa memahami struktur kata dalam bahasa Indonesia dengan lebih mudah dan aplikatif. Penyerahan produk dilakukan secara langsung kepada pihak sekolah sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan.

Dalam proses penyusunannya, Intan melakukan observasi kebutuhan belajar siswa serta menyesuaikan materi dengan kurikulum yang berlaku. Selain itu, bahan ajar juga dirancang dengan pendekatan yang komunikatif agar siswa lebih tertarik dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran. Pihak sekolah menyambut baik inovasi tersebut dan berharap bahan ajar ini dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar.