PENGUMUMAN SAHABAT DAHLAN MUDA 2026

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sehubungan dengan telah selesainya seluruh rangkaian proses seleksi bagi calon Sahabat Dahlan Muda 2026, berikut kami umumkan nama-nama mahasiswa yang dinyatakan LOLOS.

Adapun daftar nama mahasiswa yang terpilih sebagai Sahabat Dahlan Muda 2026 adalah sebagai berikut (Silahkan masukkan NIM):

Selamat kepada mahasiswa yang telah terpilih sebagai Sahabat Dahlan Muda 2026. Kami mengucapkan selamat bergabung dan berharap seluruh peserta dapat menjalankan amanah, berkontribusi secara aktif, serta membawa semangat berkemajuan dalam setiap kegiatan.

Bagi mahasiswa yang dinyatakan lolos, mohon segera bergabung ke grup WhatsApp yang telah disediakan untuk mendapatkan informasi dan koordinasi lebih lanjut.

Selamat bergabung dan sampai jumpa di perjalanan inspiratif bersama Sahabat Dahlan Muda 2026!

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

 

Yogyakarta, 16 Muharram 1448 H

 01 Juli 2026 M

Kepala Bidang

Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan

Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd.

NIPM.198712132012081111092374

Panduan Penyusunan Portofolio Kegiatan Kemahasiswaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka meningkatkan tertib administrasi serta memberikan apresiasi terhadap rekam jejak aktivitas mahasiswa, bersama ini kami sampaikan Informasi Panduan Penyusunan Portofolio Kegiatan Kemahasiswaan.

Panduan ini disusun sebagai acuan resmi bagi seluruh mahasiswa dalam mendokumentasikan, menyusun, dan melaporkan berbagai kegiatan serta prestasi yang telah dicapai selama masa perkuliahan. Dokumen portofolio yang terstruktur dengan baik akan menjadi bukti valid yang mendukung kompetensi lulusan dan integrasi data kemahasiswaan.

Mengenai detail alur, format penulisan, serta ketentuan pengunggahan dokumen, silakan unduh panduan lengkapnya melalui tautan di bawah ini:

PDF Panduan : >>download disini<<

PDF PPT : >>download disini<<

Diharapkan seluruh mahasiswa dapat mencermati dan mengikuti petunjuk yang ada di dalam panduan tersebut agar proses verifikasi berjalan dengan lancar.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pelatihan Presentasi Oral#3 Mahasiswa Tingkat Nasional 2026

Pada Minggu, 31 Mei 2026, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses merampungkan seluruh rangkaian pelatihan ilmiah kompetisi nasional hari pertama dengan menyelenggarakan Pelatihan Presentasi Oral#3 Mahasiswa Tingkat Nasional 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meeting sejak pukul 16.00 WIB hingga selesai. Menjadi penutup yang krusial dari trilogi pelatihan kompetisi nasional setelah sesi pelatihan video kreatif#4 dan poster#4, pelatihan ini difokuskan secara eksklusif untuk membekali 91 pendaftar kategori kompetisi presentasi oral dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebelum melangkah ke sesi bimbingan teknis bersama mentor di kelas kecil.

Memasuki sesi utama yang dimoderatori oleh Kak Suci Nengtyas, pemaparan materi bertajuk “Tips & Strategi dalam Presentasi Oral yang Efektif”, Bimawa UAD menghadirkan narasumber ahli sekaligus juri nasional, Dhita Pratama Putra (Kak Dhita). Dalam presentasinya, Kak Dhita mengupas tuntas bahwa esensi utama dari presentasi oral yang memikat terletak pada keselarasan tiga komponen komunikasi dasar, yakni konten ilmiah yang berbobot (verbal), intonasi serta kejelasan artikulasi suara (vokal), dan ekspresi wajah serta gestur tubuh pendukung (visual).

Gambar 1. Dokumentasi Sesi Materi Pelatihan Presentasi Oral#3 oleh Dhita Pratama Putra

Kak Dhita membedah secara mendalam struktur ideal penyusunan materi presentasi oral bagi mahasiswa, yaitu:

  1. Sesi Pendahuluan (Introduction): Membangun ketertarikan di 60 detik pertama melalui teknik hook (pertanyaan retoris, data mengejutkan, atau urgensi masalah).
  2. Penyampaian Isi (Body/Core): Menyajikan metodologi, analisis, dan solusi secara terstruktur serta berbasis data yang solid agar dapat membangun kepercayaan audiens.
  3. Sesi Kesimpulan (Conclusion): Menutup presentasi dengan merangkum kembali poin-poin utama serta memberikan ajakan bertindak (call to action) yang kuat dan berkesan.

Dalam hal visualisasi salindia presentasi, Kak Dhita menggarisbawahi pentingnya penerapan prinsip minimalis yang bersih dan profesional. Peserta dilarang keras memindahkan seluruh isi makalah ke dalam slide (text-heavy), melainkan hanya menampilkan kata kunci (keywords), grafik data, atau infografis pendukung yang relevan. Pengaturan hirarki tipografi, pemilihan palet warna kontras yang konsisten, serta pemanfaatan whitespace (ruang kosong) menjadi poin penilaian mutlak agar juri dan audiens dapat menangkap poin utama materi dalam hitungan detik tanpa distrasi visual yang berlebihan.

Gambar 1. Dokumentasi Sesi Materi Pelatihan Presentasi Oral#3 oleh Dhita Pratama Putra

Pemaparan materi berlangsung selama 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab yang dipandu oleh Kak Suci. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi melalui banyaknya pertanyaan mendalam mengenai manajemen kecemasan panggung (stage fright), trik menyiasati batasan waktu presentasi yang singkat, serta teknik menghadapi sesi tanya jawab kritis dari dewan juri. Rangkaian pelatihan presentasi oral nasional ini secara resmi ditutup pada pukul 17.45 WIB, menandai selesainya pembekalan akbar hari pertama untuk kemudian mengarahkan peserta ke tahapan pendampingan intensif bersama mentor masing-masing.

Penulis: Isna Rodiana

Pembukaan Kompetisi Mahasiswa Nasional & Pelatihan Video Kreatif#4 BIMAWA UAD 2026

Pada Minggu, 31 Mei 2026, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan sukses menyelenggarakan agenda pembukaan Kompetisi dan Pelatihan Tingkat Nasional untuk kategori Presentasi Oral, Poster, dan Video Kreatif#4. Acara dilaksanakan secara daring melalui Google Meeting mulai pukul 09.00 WIB. Agenda dibuka secara resmi oleh Moderator, Kak Intan Awalia Putri, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta nasional, serta pentingnya mengasah kreativitas digital, public speaking, dan menyebarkan konten positif edukatif di ruang digital.

Dalam laporannya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., selaku Ketua Pelaksana menyampaikan data partisipasi mahasiswa yang sangat signifikan. Tercatat total sebanyak 525 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendaftarkan diri dalam rangkaian kompetisi ini. Rincian pendaftar terdiri dari 59 peserta untuk Kompetisi Video Kreatif#4, 91 peserta untuk Kompetisi Presentasi Oral#3, dan jumlah terbanyak yaitu 375 pendaftar pada Kompetisi Poster#4. Seluruh peserta nantinya akan dibagi ke dalam kelas-kelas kecil bersama mentor untuk mendapatkan arahan lebih lanjut guna memaksimalkan kualitas karya mereka.

Gambar 1. Dokumentasi Sesi Pembukaan Kompetisi Mahasiswa Nasional

Memasuki sesi pelatihan pertama, yaitu Pelatihan Video Kreatif#4, Bimawa menghadirkan Muhammad Ziya Ul Albab atau yang akrab disapa Bang Zi, seorang Content Creator dan Moslem Influencer sebagai narasumber utama. Dalam sesinya yang bertajuk “Tips & Strategi Produksi Video Kreatif yang Efektif dan Berkesan”, Bang Zi membagikan formula sukses dalam ‘ngonten’. Beberapa poin kunci yang disampaikan meliputi pentingnya meluruskan niat, menciptakan niche unik berdasarkan tiga keunikan diri, serta penggunaan hook konten melalui perubahan angle, emosi, atau warna agar audiens tertarik dalam detik pertama.

Bang Zi juga memaparkan struktur Content Pillar yang wajib diterapkan kreator, yaitu:

  1. Edukasi: Untuk membangun otoritas diri.
  2. Hiburan: Untuk menjalin koneksi dengan audiens.
  3. Inspirasi: Untuk menciptakan kedekatan emosional.
  4. Promosi: Untuk tujuan konversi atau ‘cari cuan’.

Gambar 2. Sesi pemaparan materi konten kreatif oleh Muhammad Ziya Ul Albab (Bang Zi)

Selain itu, peserta diberikan materi teknis mengenai algoritma, seperti penggunaan kata kunci spesifik dan caption otomatis agar video mudah dideteksi sistem. Bang Zi menyarankan penerapan Marketing Funnel (TOFU, MOFU, BOFU) serta menekankan agar kreator tidak terjebak pada sikap over-perfeksionis. Sesi pelatihan ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang sangat dinamis dan resmi ditutup pada pukul 11.00 WIB.

Penulis: Isna Rodiana

Pelatihan Poster#4 Mahasiswa Tingkat Nasional 2026 BIMAWA UAD

Pada Minggu, 31 Mei 2026, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses melanjutkan rangkaian agenda Kompetisi Publikasi Ilmiah#2 Nasional dengan menyelenggarakan Pelatihan Poster#4 Mahasiswa Tingkat Nasional 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meeting sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai. Menjadi kelanjutan intergral dari pembukaan dan rangkaian kompetisi nasional di pagi harinya, pelatihan ini ditargetkan secara khusus untuk memfasilitasi kategori pendaftar terbesar dalam kompetisi tahun ini, yakni sebanyak 375 pendaftar kompetisi poster dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang siap masuk ke tahap pembimbingan mentor kelas kecil.

Memasuki sesi utama yang dimoderatori oleh Kak Dinda Khoirunnisa, pemaparan materi bertajuk “Tips & Strategi Membuat Poster yang Menarik dan Informatif”, Bimawa UAD menghadirkan narasumber ahli sekaligus juri nasional, M. Alfarizqi Nizamuddin Ghiffari, S.Pd. (Kak Ghifar). Dalam presentasinya, Kak Ghifar menekankan bahwa sebuah poster yang sukses harus mampu menjawab empat pertanyaan fundamental sebelum mulai dirancang: apa gagasan utama yang diusung, kenapa poster tersebut dibuat, apa manfaat riil dari poster itu, serta pesan krusial apa yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Gambar 1. Dokumentasi Sesi Materi Pelatihan Poster#4 2026

Lebih lanjut, Kak Ghifar mengupas tuntas tiga tahapan utama dalam memulai visualisasi poster ilmiah, meliputi:

  1. Identifikasi Tujuan Utama: Memilah informasi esensial yang diperlukan dari gagasan riset (misal: memetakan jenis teknologi pendukung menggunakan mind map).
  2. Pengumpulan Bahan dan Referensi: Mengompilasi tren desain yang sedang ramai, gambar yang relevan, serta penyusunan alur konten.
  3. Eksekusi Desain yang Rapi: Menentukan batasan area kerja (safe zone) atas-bawah-kanan-kiri sebelum mendesain agar konten tidak terlalu padat atau renggang.

Dalam aspek estetika keilmuan, Kak Ghifar membedah 5 Prinsip Dasar Desain yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta kompetisi, yaitu Keseimbangan (Balance), Kesatuan (Unity), Ritme (Rhythm), Penekanan (Emphasis), dan Proporsi (Proportion) ukuran elemen. Peserta diberikan pedoman praktis berupa lembar panduan ‘Do and Don’t’ (Hal yang harus dilakukan dan dihindari), seperti keharusan konsisten dengan skema warna (Color Palette), menyelaraskan jenis elemen gambar (kartun, 3D, atau abstrak melalui platform pendukung seperti Canva, Freepik, atau Magnific AI), serta menolak keras penumpukan teks yang berlebihan demi menjaga kenyamanan visual pembaca.

Gambar 2. Dokumentasi Sesi Tanya Jawab Pelatihan Poster#4 2026

Sesi pelatihan berlangsung sangat interaktif selama 45 menit pemaparan materi, yang kemudian disambung dengan sesi tanya jawab. Para peserta dari kelas besar poster nasional ini tampak sangat antusias menggali strategi pemilihan tipografi (judul, sub-judul, dan deskripsi) yang proporsional serta tips menembus penilaian juri. Sesi pelatihan poster ini secara resmi ditutup pada pukul 14.45 WIB untuk kemudian mengarahkan peserta masuk ke dalam pemanduan mentoring teknis bersama mentor masing-masing.

Penulis: Isna Rodiana

Bangun Koneksi dan Karier, UAD x SANGGABIZ Sukses Gelar Job Fair 2026

UAD x SANGGABIZ Job Fair 2026 diselenggarakan pada 5–6 Mei 2026 di Hall Kampus 4 UAD. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara CDC Bimawa Universitas Ahmad Dahlan dan Sanggabiz dengan menghadirkan 30 perusahaan terkemuka dari berbagai sektor industri. Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam menjembatani lulusan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UAD, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, serta Direktur Sanggabiz. Dalam sambutannya, Rektor UAD menyampaikan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang profesional dan mampu berkontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Beliau juga menyoroti perkembangan industri yang mengarah pada konsep human-centric manufacturing, yakni kolaborasi antara manusia dan teknologi. Oleh karena itu, lulusan dituntut memiliki kompetensi yang relevan sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Direktur Sanggabiz menegaskan pentingnya keselarasan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, talenta yang dibutuhkan saat ini tidak hanya menguasai hard skill, tetapi juga memiliki soft skill, kemampuan kepemimpinan, inisiatif, serta daya inovasi yang baik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan alumni tidak hanya memperoleh informasi mengenai peluang kerja, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring profesional dengan berbagai perusahaan. Relasi tersebut menjadi faktor penting dalam membuka peluang karier yang lebih luas sekaligus memahami ekspektasi industri terhadap calon tenaga kerja.

Rangkaian kegiatan Job Fair meliputi kunjungan booth perusahaan, company profile, talkshow, hingga walk-in interview. Salah satu peserta, Aulia Farhat, menyampaikan bahwa kegiatan Job Fair sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan mengenai dunia kerja. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin dengan jumlah perusahaan yang semakin bertambah.

Pendapat serupa disampaikan oleh Nisrina, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, yang menilai bahwa Job Fair membantu mahasiswa memperoleh informasi peluang kerja sekaligus mengenal perusahaan secara langsung. Ia juga mengungkapkan telah mencoba melamar ke perusahaan farmasi seperti Pharos melalui kegiatan ini dan berharap frekuensi penyelenggaraan Job Fair dapat ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah lulusan.

Dari sisi perusahaan, perwakilan PT Transcosmos Indonesia, Yuli, menyatakan bahwa kegiatan ini efektif dalam membantu perusahaan mendapatkan kandidat potensial sekaligus memperkuat company branding. Menurutnya, Job Fair menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan perusahaan dan menjaring talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan menghadirkan berbagai perusahaan serta membuka ruang interaksi langsung antara pencari kerja dan dunia industri, UAD x SANGGABIZ Job Fair 2026 diharapkan mampu menciptakan career matching yang optimal antara potensi kandidat dan kebutuhan perusahaan.

Siap Jadi Apoteker Profesional! Career Camp UAD Bekali Skill, Personal Branding, dan Strategi Sukses Interview

Universitas Ahmad Dahlan melalui UAD Career Development Center menyelenggarakan Career Camp Profesi Apoteker pada 24–25 April 2026 di Auditorium Kampus 3 UAD. Kegiatan dua hari ini menghadirkan berbagai narasumber untuk membekali lulusan dengan keterampilan, motivasi tinggi, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Sesi pertama bersama Ustadz Budi, menekankan pentingnya kesabaran, tujuan hidup yang jelas, serta sikap tekun, mandiri, dan konsisten dalam meraih cita-cita. Peserta diajak mengevaluasi kebiasaan sehari-hari dan berani berubah jika tidak membawa manfaat. Beliau juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada kecerdasan, tetapi juga keberanian mencoba hal baru, berpikir berbeda, dan terus berusaha.

Selanjutnya, Bapak Ismail memaparkan strategi menyusun CV yang efektif, khususnya bagi fresh graduate lulusan apoteker. Peserta diperkenalkan pada konsep CV ATS-friendly, yaitu CV yang disesuaikan dengan sistem seleksi perusahaan berbasis kata kunci. Materi mencakup struktur CV yang baik, penyesuaian dengan jalur karier, serta pemanfaatan AI untuk optimasi. Selain itu, dijelaskan pula berbagai peluang karier apoteker, mulai dari rumah sakit, apotek, industri farmasi, hingga bidang QA, QC, Regulatory Affairs, dan R&D.

Materi komunikasi oleh Dr. Patria Handung Jaya menyoroti pentingnya personal branding melalui kemampuan public speaking. Peserta diajak memahami bahwa komunikasi efektif melibatkan aspek verbal dan nonverbal, serta membutuhkan latihan, penguasaan intonasi, dan kepercayaan diri. Personal branding yang kuat dinilai mampu membuat seseorang lebih mudah diingat dan dipercaya.

Sementara itu, Ibu Anintya Meisya Pratiwi dalam sesi “Get Success in Your Job Interview” menegaskan bahwa interview adalah bentuk nyata personal branding. Peserta dibekali cara memperkenalkan diri secara profesional, menjaga etika komunikasi, serta menghindari miskomunikasi. Keterampilan penting bagi Gen Z seperti komunikasi, resilience, work ethic, self-awareness, dan time management juga menjadi sorotan utama.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung, seperti review CV dan simulasi wawancara bersama Afifah Hasna, sehingga peserta mendapatkan gambaran nyata proses rekrutmen.

Peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Alif Safa Putri Niselwa menyebut kegiatan ini sangat membantu dalam menyusun rencana karier dan meningkatkan motivasi. Sementara Muhammad Fathoni menilai materi yang disampaikan menarik dan relevan, terutama terkait CV ATS dan personal branding.

Secara keseluruhan, Career Camp ini memberikan bekal lengkap bagi calon apoteker, mulai dari penguatan mental, penyusunan CV, hingga keterampilan komunikasi dan wawancara kerja, sehingga peserta lebih siap menghadapi dunia profesional.

Mahasiswa Informatika UAD Rancang UI/UX Proyek Digital di Perusahaan Teknologi

6 Januari 2025- Yogyakarta – Muhammad Sulthon Mufti, mahasiswa Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan desain user interface dan user experience (UI/UX) pada Spektrum Proyek Digital di PT Kawan Kerja Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 15 November 2024 hingga 6 Januari 2025 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik di dunia industri.

Gambar 1. Contoh Produk

Pengembangan UI/UX ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kemudahan, serta kepuasan pengguna dalam mengakses sistem digital. Mahasiswa melakukan analisis kebutuhan pengguna, perancangan desain antarmuka, serta pengujian usability untuk memastikan sistem dapat digunakan secara optimal.

Hasil yang dicapai berupa desain antarmuka yang intuitif, responsif, dan menarik secara visual. Produk ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan digital perusahaan serta memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan di bidang desain sistem digital secara langsung di lapangan. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya UI/UX dalam pengembangan produk teknologi. Pihak perusahaan memberikan tanggapan positif karena hasil kerja mahasiswa dinilai kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini.

Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 Series 1: Menguasai Struktur Artikel dan Etika Kecerdasan Buatan dalam Karya Akademik

Pada Kamis (09/04/26), Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 Series 1. Mengangkat tema “Dari Ide ke Publikasi: Bedah Struktur Artikel Ilmiah dan Etika Penggunaan AI”, acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Inisiatif ini merupakan langkah strategis universitas dalam merespons dinamika akademik kontemporer, di mana integrasi etika Artificial Intelligence (AI) menjadi elemen krusial untuk memastikan mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan integritas keilmuan. Sebagai garda terdepan pengembangan mahasiswa, Bimawa UAD memandang pelatihan ini sebagai fondasi utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga bijak dalam berinovasi.

Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Bimawa UAD, menyampaikan dalam laporannya bahwa pelatihan ini merupakan jawaban atas kebutuhan mahasiswa untuk mengasah kompetensi di kancah ilmiah global. Beliau menegaskan bahwa penguasaan terhadap standar publikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi wajib bagi mahasiswa abad ke-21. “Kami ingin mahasiswa memiliki bekal yang kuat dalam menyusun karya yang sistematis, sehingga ide-ide inovatif mereka dapat terdiseminasi secara luas dan diakui secara profesional,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Choirul Fajri, M.A., selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD, memberikan penekanan strategis mengenai posisi AI dalam proses kreatif ilmiah pada era digital ini. Beliau menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai katalisator, bukan substitusi dari orisinalitas pemikiran kritis. “Dalam konteks publikasi ilmiah, integritas adalah mata uang utama. Penggunaan AI haruslah transparan, bertanggung jawab, dan tetap mengacu pada kaidah kejujuran akademik. Kita tidak ingin mahasiswa hanya sekadar memproduksi teks secara mekanis, melainkan menghasilkan karya yang memiliki kedalaman substansi dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral,” tegasnya.

Pelatihan ini secara mendalam mengeksplorasi dua pilar utama yang menjadi pembeda kualitas seorang peneliti dalam kompetisi akademik global. Pertama, penguasaan struktur teknis artikel ilmiah. Dengan memahami cara penyusunan karya ilmiah, memberikan mahasiswa kemampuan lanjutan mengenai cara penulisan. Selain itu, sesi ini memberikan panduan bagi mahasiswa dalam menavigasi penggunaan alat bantu digital secara bijak, menghindari praktik plagiarisme, serta memastikan validitas informasi.

Gambar 1. Suasana Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting

Gambar 2. Peserta Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 antusias mengikuti pemaparan materi mengenai tata cara publikasi dan etika AI.

Tingginya tingkat partisipasi yang memenuhi seluruh grid tampilan Zoom Meeting mencerminkan urgensi kolektif di kalangan mahasiswa untuk segera menguasai literasi digital dan publikasi. Kehadiran peserta yang masif dari berbagai latar belakang fakultas menunjukkan bahwa pemahaman mengenai tata cara publikasi yang etis di era AI telah menjadi prioritas mendesak.

Salah satu peserta pelatihan, Fanny Rahmadani, memberikan kesan positif terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan penulisan artikel ilmiah yang terintegrasi dengan teknologi. “Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memahami bagaimana menyusun artikel yang sistematis. Selain itu, penjelasan mengenai batasan etika penggunaan AI membuat saya lebih percaya diri untuk memanfaatkan teknologi tanpa takut melanggar kaidah akademik. Semoga pelatihan seperti ini terus diadakan secara rutin karena sangat berdampak pada kualitas karya kami,” ungkapnya.

Penyelenggaraan Pelatihan Publikasi Ilmiah #2 ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi mahasiswa UAD di jurnal bereputasi. Mahasiswa tidak lagi diposisikan sebagai konsumen informasi yang pasif, melainkan sebagai produsen pengetahuan yang beretika, terstruktur, dan siap bersaing di level internasional.

Penulis: Isna Rodiana

Kreativitas Mahasiswa UAD Hadirkan Variasi Minuman Inovatif di Industri

Gambar 1. Contoh Produk

10 Maret 2026-Yogyakarta – Gadis Retno Adila, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan produk minuman inovatif berupa Coconut Matcha Cloudy dan Americano Mango yang diserahkan kepada Internet Learning Coffee pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik.

Produk yang dihasilkan menggabungkan bahan-bahan unik dengan cita rasa yang segar dan menarik. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada pihak industri sebagai mitra dalam pengembangan produk minuman kreatif.

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa melakukan eksperimen resep, uji coba rasa, serta evaluasi kualitas produk untuk memastikan hasil yang optimal. Produk ini dirancang untuk menambah variasi menu serta meningkatkan daya tarik konsumen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menciptakan inovasi kuliner serta memberikan pengalaman nyata di dunia industri. Pihak industri memberikan apresiasi terhadap produk tersebut karena dinilai memiliki potensi pasar yang baik dan dapat dikembangkan lebih lanjut.