UNIT BIMBINGAN DAN KONSELING TINGKAT UNIVERSITAS (UBKU)
BIRO KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

Sejarah Singkat

Unit Layanan Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan berada di Biro Kemahasiswaan dan Alumni diinisiasi sejak tahun 2017 dan resmi didirikan pada 20 Mei 2018. Selama kurun waktu sebelum didirikan UBKU kegiatan bimbingan dan konseling sudah berjalan di beberapa unit, antara lain unit Laboratorium Bimbingan dan Konseling, Laboratorim Layanan Psikologi, unit Lembaga Pengembangan Studi Islam, dan unit Laboraratorium Kesehatan Masyarakat.

Dalam rangka untuk untuk meningkatkan layanan bagi mahasiswa UAD maka layanan bimbingan dan konseling di pandang penting untuk dibentuk unit layanan bimbingan dan konseling tingkat universitas yang bertugas untuk mengkoordinasikan layanan bimbingan di tingkat universitas. Layanan meliputi layanan permaslahan psikologi dan kesehatan mental, layanan permaslahan ideologis dan kegamaan, layanan kesehatan reproduksi, dan layanan permasalahan akademik.

 

Visi

Menjadi lembaga profesional guna mewujudkan kesejahteraan diri untuk mencapai sukses studi dengan berlandaskan nilai-nilai islam.

Misi

  1. Memberikan fasilitasi bantuan bimbingan dalam pengenalan diri dan pengembangan potensi mencapai perkembangan optimal
  2. Mengembangkan sistem data base yang tervalidasi sebagai landasan untuk mengembangkan program layanan dan membangun kemitraan dengan ragam stakeholder.

Tujuan

  1. Memberikan bantuan bagi mahasiswa Universitas Ahamad Dahlan dalam bidang bimbingan dan konseling
  2. Mendukung ketercapaian visi dan misi universitas

Tugas  UBKU

  1. Melakukan layanan konseling masalah akademik dan atau pribadi;
  2. Menyelenggarakan berbagai program pendidikan, pembimbingan, konseling dan atau pelatihan, untuk meningkatkan kualitas diri dan daya saing mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan;
  3. Memberi rujukan untuk mahasiswa agar melakukan pemeriksaaan pada psikolog, psikiater, dokter, atau ulama/ustadz.

Layanan Bimbingan Dan Konseling:

1. Permasalahan psikologi dan kesehatan mental.
2. Permasalahan akademik (pendidikan).
3. Permasalahan kesehatan reproduksi.
4. Permasalahan ideologis dan keagamaan.