Bimawa Universitas Ahmad Dahlan Sukses Gelar Ahmad Dahlan International Seminar #3

Yogyakarta, 28 Oktober 2025 – Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Ahmad Dahlan International Seminar #3 Tahun 2025. Kegiatan bertajuk “Empowering Global Youth Leadership for Sustainable Futures” ini dilaksanakan secara daring melalui kanal YouTube resmi klik_uad sebagai wadah inspiratif bagi mahasiswa dunia dalam menyuarakan ide kritis terkait pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas jangkauan luas kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya kesiapan global bagi mahasiswa. Selain itu, beliau juga berharap agar kegiatan ini terus bisa terlaksana. “Ahmad Dahlan International Seminar ini sudah tiga kali terselenggara, insyallah secara konsisten Universitas Ahmad Dahlan akan menyelenggarakan kegiatan ini dan menjangkau peserta lebih luas lagi, ujarnya, “Saya berharap ajang ini menjadi platform kolaborasi dan pertukaran pengalaman sehingga muncul banyak pembelajaran berharga,” lanjutnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Irwan Susila, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Forum Bidang Kemahasiswaan PTMA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. “Kalian para pemimpin muda bukan hanya masa depan, tetapi kalian adalah masa kini. Kalianlah yang akan mendorong perubahan, berinovasi, dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama di tengah kompleksitas dunia saat ini,” tegasnya.

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan sejarah baru dengan total 770 pendaftar. Bersamaan dengan agenda seminar, pada hari Ahad, tanggal 26 Oktober 2025, secara resmi ditutup pula pengumpulan karya esai peserta Kompetisi Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Seminar #3. Peserta berasal dari 22 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia serta peserta internasional dari 15 negara, meliputi China, Ghana, Guinea GN, Kenya, Korea, Madagaskar, Malaysia, Mesir, Myanmar, Pakistan, Sudan, Suriname, Thailand, Timor Leste, dan Yaman.

Rangkaian seminar ini menghadirkan narasumber lintas negara. Dr. Fatimah Sari Siregar, M.Hum., memaparkan materi mengenai urgensi karakter positif di era digital. “Generasi muda adalah tonggak pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Kita harus melawan kemalasan dan berani berkata tidak pada bullying serta hate speech di media sosial,” jelasnya.

Narasumber internasional, Seongbin Park dari Korea Selatan, berbagi pengalaman mengenai komunikasi global. “Kunci komunikasi global bukanlah kesempurnaan tata bahasa, melainkan keberanian untuk mencoba. Just do it, jangan takut pada hambatan bahasa saat ingin membangun koneksi antarnegara,” ungkapnya. Sementara itu, Dr. Ghouwa Ismail dari University of South Africa menyentuh sisi kemanusiaan dengan menekankan bahwa kepemimpinan adalah tindakan pelayanan. “Kepemimpinan bukan tentang jabatan, tapi tentang kepedulian terhadap sesama, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun,” tambahnya.

Usainya Seminar Internasional dilanjutkan dengan kegiatan presentasi para peserta Kompetisi Esai Internasional secara daring. Seluruh peserta bertindak sebagai presenter yang memaparkan gagasan mereka.

Dengan berakhirnya acara ini, Bimawa UAD semakin meneguhkan perannya dalam membina mahasiswa menjadi pribadi yang unggul, berwawasan global, serta siap berkontribusi dalam pembangunan dunia melalui karya ilmiah dan literasi yang mencerahkan.

 

Penulis: Intan Awalia Putri

 

 

 

BPH UAD Arif Jamali Muis Dorong Mahasiswa UAD Terapkan Growth Mindset Pada Kegiatan Soft Skills Tahun 2025

Yogyakarta, 25 Oktober 2025 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Soft Skills Tahap 1. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Amphitarium Lantai 9, Kampus 4 UAD tersebut dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH) UAD sekaligus Staff Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mendorong para mahasiswa UAD untuk dapat menerapkan Growth mindset dalam kehidupan sehari-hari.

Pada orientasinya, ia menjelaskan mengenai visi-visi besar pendidikan nasional di antaranya adalah pendidikan diharapkan dapat memiliki peran dalam lokomotif transformasi sosial, dan ekonomi. Namun, visi tersebut dalam kenyataannya dapat terhalang oleh praktik pendidikan yag masih terjebak dalam pola pikir yang tetap atau Fixed mindset. Hal tersebut tentunya berdampang pada kurangnya adaptasi mahasiswa terhadap dinamika zaman.

“Melalui tantangan tersebut, dibutuhkan pola pikir yang berkembang atau Growth mindset, karena mahasiswa yang tangguh dan unggul sudah pasti mahasiswa yang memiliki pola pikir yang berkembang atau bertumbuh,” paparnya.

Menurut Staff Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul tersebut, dijelaskan mengenai perlunya ada keseimbangan antara kecerdasan spriritual, kognitif, dan emosi. Ia pun menegaskan, mahasiswa harus dapat mempersiapkan masa depan melalui keterampilan yang termuat dalam Soft Skills, di antaranya adalah kemampuan berfikir kritis, kreatif dan objektif, kolaboratif, dan komunikatif.

“Soft Skills merupakan kemampuan mengelola diri yang dapat kita dapatkan di luar jam kuliah, pengelolaan diri ini didapatkan berdasarkan pada pengalaman,” ujarnya.

Hadirnya implementasi dari cara pandang atau cara pikir Growth mindset memiliki implikasi yang nyata bagi mahasiswa. Menurutnya, melalui penerapan cara berpikir yang bertumbuh, maka seseorang dapat merubah cara pandang dan terbuka terhadap perubahan. Selain itu, dapat juga beradaptasi pada setiap dinamika zaman.

Penulis: Intan Awalia Putri

Sosialisasi Soft Skills Tahap 1 Tahun 2025 : Langkah Awal UAD Mencetak Mahasiswa Unggul dan Tangguh

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) menyelenggarakan Sosialisasi Soft Skills Tahap 1 pada Sabtu, 25 Oktober 2025 yang diselenggarakan secara luring di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 UAD dan daring pada kanal YouTube Klik_uad. Kegiatan yang dihadiri 320 mahasiswa tersebut menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan sebagai sarana mengasah profesionalitas di masa depan. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan sekaligus mempersiapkan diri agar mampu bersaing di dunia kerja yang dinamis.

Dr. Choirul Fajri S.I.Kom., M.A selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni dalam laporannya menyatakan kegiatan Soft Skills Tahap 1 merupakan pelatihan yang diadakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD untuk dapat mempersiapkan diri para mahasiswa UAD agar bisa mempersiapkan masa depan dengan lebih tersusun. Melalui kegiatan Sosialisasi tersebut, ia mengajak para mahasiswa UAD angkatan 2025 untuk bisa menyambut Pelatihan Soft Skills dengan sebaik-baiknya.

Dalam sambutannya, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi bagi mahasiswa baru. Menurutnya, program ini menjadi jembatan transisi dari sistem pembelajaran di sekolah menengah menuju perguruan tinggi. Ia menambahkan, nantinya kegiatan Soft Skills ini tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan penting seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta manajemen waktu. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan keterampilan interpersonal yang kuat,” ujarnya.

Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd selaku BPH (Badan Pembina Harian) UAD dan Staff Khusus Mendikdasmen sekaligus narasamber kegiatan Sosialisasi Soft Skills Tahap 1 dalam pemaparannya menyampaikan, mahasiswa perlu berpikir kreatif dan inovatif dengan menumbuhkan growth mindset atau pola pikir berkembang. “Mahasiswa yang tangguh adalah mereka yang tidak takut gagal dan mampu belajar dari setiap kesalahan,” ungkapnya “mahasiswa unggul adalah mereka yang percaya bahwa potensi diri dapat terus bertumbuh tanpa batas,” tambahnya. Ia menegaskan dalam dunia kerja saat ini menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif dan semua itu dapat diasah melalui pengalaman berorganisasi dan meninggalkan fixed mindset.

Selanjutnya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan mengenai berbagai tujuan di balik adanya kegiatan Soft Skills Tahap 1 bagi mahasiswa baru, di antaranya adalah untuk menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk dapat merencakan karir dan mengekplorasi diri. “Untuk menjadi Dahlan Muda yang Tangguh, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuannya, salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Soft Skills Tahap 1 yang kami selenggarakan,” ujarnya. Melalui pemaparannya, ia pun menyampaikan pendaftaran pelatihan Soft Skills Tahap 1 2025 mulai dibuka pada tanggal 1-8 November 2025 pada portal masing-masing mahasiswa.

Hadirnya kegiatan sosialisasi tersebut, disambut antusias oleh mahasiswa baru, salah satunya Wahyu Hidayati Mahasiswa dari Program Studi Sastra Indonesia selaku salah satu peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi secara luring pun berbagi kesan dan pesannya. “Kegiatannya menarik dan seru banget karena pemateri menjelaskan dengan jelas sehingga kita lebih paham tentang soft skill dan cara mengembangkannya. Mungkin durasinya bisa sedikit dipersingkat agar kegiatan tetap efektif dan fokus peserta tetap terjaga dari awal sampai akhir,” ungkapnya.

Bimawa UAD Selenggarakan Pelatihan Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Youth Camp Tahun 2025

Yogyakarta, 06/10/2025 Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) melalui Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Universitas Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Youth Camp 2025. Kegiatan yang diselenggarakan secara luring di Amphitarium Lantai 9, Kampus 4 UAD tersebut dibagi ke dalam dua sesi pelaksanaan, yaitu sesi pagi dan siang, tepatnya pukul 08.00 WIB s.d Selesai dan pukul 13.00 WIB s.d Selesai.

Pelatihan Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2025 diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi akademik dan keterampilan menulis mahasiswa. Hal tersebut selaras dengan laporan yang disampaikan oleh oleh Dr. Chiarul Fajri, S.Ikom., M.A. selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni. Beliau menekankan pentingnya kemampuan menulis bagi mahasiswa karena menulis bukan hanya soal menuangkan ide, tetapi juga tentang ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan gagasan. “Menulis itu tidak sekadar merangkai kata, tetapi juga menyampaikan gagasan dengan tepat dan jelas agar pesan yang dimaksud benar-benar tersampaikan,” ujar Dr. Chiarul.

Pada laporan sesi kedua yang disampaikan oleh Dr. Caraka Putra Bhakti selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD membahas pentingnya mengasah kemampuan menulis mahasiswa di era digital. Beliau menekankan bahwa teknologi kini memiliki peran besar dalam mendukung kegiatan kepenulisan, asalkan digunakan secara bijak dan proporsional. Dalam laporannya, Dr. Caraka menegaskan bahwa kemampuan menulis dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan. Ia menyampaikan, “Teknologi bukan pengganti penulis, tetapi alat bantu yang jika dimanfaatkan dengan tepat dapat memperkuat daya kritis dan kreativitas dalam menulis,” ungkapnya.

Para pemateri yang mengisi kegiatan ini antara lain Sudaryanto, M.Pd. selaku Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Intan Awalia Putri selaku mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Iftitah Ulfiana Maghribi yang juga merupakan mahasiswa dari program studi yang sama. Sudaryanto, M.Pd. dikenal aktif menulis di berbagai media massa dan pada kesempatan ini beliau menjelaskan mengenai struktur esai dan langkah-langkah penulisan esai yang baik. “Dalam menulis esai, struktur menjadi kunci agar ide dapat tersampaikan secara runtut dan logis,” jelas Sudaryanto.

Pemateri kedua, yaitu Intan Awalia Putri memaparkan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses kreatif penulisan. Ia menjelaskan bagaimana Gemini AI dapat digunakan untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan ide atau gagasan tulisan. “Kita bisa memanfaatkan Gemini AI untuk memunculkan ide-ide baru dan menyusun kerangka tulisan, tapi hasil akhirnya tetap harus berasal dari pemikiran kita sendiri,” ujarnya. Berbeda dari Intan, narasumber ketiga yaitu Iftitah Ulfiana Maghribi lebih menekankan pada sisi praktis dalam penggunaan teknologi untuk mendukung efisiensi menulis. Ia menuturkan, “AI bisa membantu kita mengembangkan ide dan menyusun tulisan dengan lebih cepat, tapi tetap perlu kemampuan berpikir kritis agar hasilnya sesuai dengan karakter dan tujuan tulisan,” jelasnya.       Melalui pelatihan ini, penyelenggara berharap mahasiswa tidak hanya memahami teknik menulis esai secara akademik, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dalam menghasilkan karya tulis yang inovatif. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata UAD dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital yang menuntut keterampilan literasi dan kreativitas yang tinggi. Hal tersebut selaras dengan kesan dan pesan yang disampaikan oleh salah peserta, yaitu Nabila Syafa Laksita, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Penulis: Intan Awalia Putri

Mahasiswa UAD Gelar Sekolah Perempuan “Poetri Mardika” di Bantul, Angkat Isu Gender hingga Ekonomi Kreatif

Mahasiswa UAD Gelar Sekolah Perempuan “Putri Mardika” di Bantul, Angkat Isu Gender hingga Ekonomi Kreatif

Yogyakarta – Puluhan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi yang mengikuti program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) mengadakan Sekolah Perempuan Poetri Mardika di Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Program ini telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan menyasar kelompok perempuan usia 20 hingga 50 tahun dengan tujuan meningkatkan kapasitas diri, kemandirian, serta kesadaran gender.

Para mahasiswa tinggal dan berbaur dengan warga setiap minggunya untuk mendampingi peserta melalui rangkaian kelas teori dan praktik. Nama Poetri Mardika sendiri dipilih karena terinspirasi dari organisasi perempuan pertama di Indonesia yang berdiri pada 1911. “Program ini kami beri nama Poetri Mardika, terinspirasi dari organisasi perempuan pertama di Indonesia pada 1911 yang juga bernama sama,” jelas Ahzad dari tim PPKO BEM Psikologi UAD, Sabtu (28/9/2025).

Sepanjang program, peserta mendapatkan sepuluh sesi pembelajaran dengan materi beragam, mulai dari kesetaraan gender bersama Himpunan Psikologi Indonesia, manajemen rumah tangga bersama Family Learning Center Muhammadiyah, hingga parenting oleh P2TPAKK Rekso Dyah Utami. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan ekonomi kreatif bersama pelaku usaha, seperti pemilik restoran Layah Kembar. Produk yang dikembangkan pun beragam, antara lain dodol terong, corn ribs, chili oil, cabai kriuk, serta produk souvenir berupa makrame dan lilin aroma.

Program ini disambut positif oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Temuwuh, Suratno, menyampaikan apresiasi dan menilai kehadiran mahasiswa UAD membawa dampak besar bagi pemberdayaan perempuan. “Kami berterima kasih kepada UAD dan mahasiswa yang sudah konsisten mendampingi ibu-ibu. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus berlanjut, tidak hanya selama program PPKO berlangsung,” ujar Suratno.

Antusiasme warga juga terlihat dari partisipasi peserta. Dari target awal 40 orang, rata-rata 35 peserta aktif mengikuti delapan pertemuan yang telah berlangsung hingga September 2025. Ahzad menambahkan, pihaknya berharap program ini dapat berlanjut melalui organisasi yang dibentuk sendiri oleh para peserta setelah program selesai.

Keberhasilan BEM Psikologi UAD menjalankan program ini juga menorehkan prestasi tersendiri. Program Sekolah Perempuan Poetri Mardika berhasil lolos seleksi nasional PPK Ormawa, bersaing dengan ratusan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. “Ini pencapaian luar biasa karena UAD sudah empat tahun berturut-turut meloloskan Ormawanya dalam program ini. Kami berharap mahasiswa bisa menjaga semangat hingga program tuntas dan pelaporannya rapi,” ujar Danang Sukantar, M. Pd., Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Mahasiswa dan Ormawa UAD.

Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 25 Oktober 2025 dan akan ditutup dengan sebuah acara besar yang menampilkan hasil karya peserta. Acara puncak tersebut sekaligus menjadi ajang pertanggungjawaban sekaligus perayaan keberhasilan program pemberdayaan perempuan yang digagas mahasiswa UAD.

P2K 2025 Resmi Ditutup, Rektor UAD Ajak Mahasiswa Baru Berprestasi Lewat 122 Ormawa

P2K 2025 Resmi Ditutup, Rektor UAD Ajak Mahasiswa Baru Berprestasi Lewat 122 Ormawa

Yogyakarta,Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi menutup Program Pengenalan Kampus (P2K) 2025 dengan Closing Ceremony di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (25/9/2025). Acara ini bukan hanya menampilkan hiburan, tetapi juga dipenuhi pesan inspiratif dari pimpinan kampus untuk ribuan mahasiswa baru atau Dahlan Muda yang hadir.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD dalam laporannya menyampaikan bahwa P2K 2025 mengusung tema “Berdaya untuk Meningkatkan Daya Saing dengan Kompetensi yang Dimiliki”. Ia menekankan pentingnya mahasiswa mengembangkan diri di luar kelas. “Mari kembangkan minatmu bersama 122 ormawa di UAD. Ormawa UAD adalah yang terbesar di perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa UAD telah memetakan minat dan bakat mahasiswa baru sejak awal, sekaligus menyediakan kompetisi untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. “Hal ini membuktikan bahwa UAD adalah kampus untuk mahasiswa berprestasi. We are UAD, prestasi adalah tradisi kami,” tegasnya.

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru memanfaatkan waktu empat tahun di kampus untuk mengukir prestasi. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya aktif di kelas, tetapi juga mengasah soft skill melalui 122 ormawa. Semoga empat tahun ke depan, adik-adik diwisuda dengan berbagai prestasi membanggakan,” ungkapnya sebelum secara resmi menutup P2K 2025.

Acara juga diwarnai dengan penyerahan apresiasi, mulai dari tab dan pena Samsung untuk mahasiswa baru yang pertama registrasi, penghargaan bagi mahasiswa termuda, hingga penyerahan sertifikat sponsor dari Biro Kemahasiswaan dan Rektor UAD kepada sejumlah mitra, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), RS UAD, dan PT Hana Integrasi Solusi.

Puncak acara makin berkesan dengan penampilan Band Rektor UAD. Membawakan lagu “Separuh Nafas” (Dewa 19) dan “Pergilah Kasih” (Chrisye), band ini sukses membuat ribuan mahasiswa baru bernyanyi bersama. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar memenuhi JEC, menutup rangkaian P2K 2025 dengan suasana penuh kebersamaan dan harapan baru.

Rektor dan Pimpinan UAD Hadiri Closing Ceremony P2K 2025, Good Morning Everyone Jadi Penutup Panggung

Rektor dan Pimpinan UAD Hadiri Closing Ceremony P2K 2025, Good Morning Everyone Jadi Penutup Panggung

Yogyakarta, – Closing Ceremony Program Pengenalan Kampus (P2K) 2025 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berlangsung semarak di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (25/9/2025). Acara yang menjadi puncak rangkaian orientasi mahasiswa baru itu dihadiri langsung oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., beserta jajaran wakil rektor, dekan, hingga kepala program studi. Kehadiran jajaran pimpinan kampus ini sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap perjalanan awal para mahasiswa baru di UAD.

Sejak siang, panggung JEC dipenuhi berbagai penampilan yang menampilkan talenta mahasiswa baru 2025. Mulai dari musik, tari, hingga band mahasiswa baru yang menjadi pemenang Kompetisi MABA (Mahasiswa Baru) ikut mengisi kemeriahan. Salah satunya, band mahasiswa baru sukses memikat penonton dengan membawakan lagu “Beraksi” yang penuh semangat.

Bagi para mahasiswa baru, momen ini memberikan kesan yang tak terlupakan. Varel Ali Arasya, mahasiswa Program Studi Gizi, mengaku sangat menikmati acara. “P2K ini menyenangkan, seru banget, dan menghibur. Apalagi tadi saat UKM Mabes Musik tampil, semua ikut joget, meriah banget,” ucapnya dengan antusias.

Tak hanya mahasiswa baru, UKM dan komunitas UAD juga turut serta memberikan persembahan yang memperkaya ragam acara. Namun, yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan guest star, band nasional Good Morning Everyone. Kehadiran band tersebut sebagai penutup acara menjadi momen puncak yang mengundang sorakan meriah dari ribuan mahasiswa. Lagu-lagu yang mereka bawakan mampu menciptakan suasana penuh energi sekaligus menjadi perpisahan manis dari seluruh rangkaian P2K 2025.

Dengan semarak musik dan sorak gembira mahasiswa, Closing Ceremony P2K UAD 2025 berakhir dengan kesan mendalam. Tidak hanya sebagai penutup orientasi, tetapi juga sebagai awal dari perjalanan akademik ribuan Dahlan Muda di kampus UAD.

Closing Ceremony P2K 2025 UAD Meriahkan Jogja Expo Center dengan Seni dan Parade Ormawa

Closing Ceremony P2K 2025 UAD Meriahkan Jogja Expo Center dengan Seni dan Parade Ormawa

Yogyakarta, – Rangkaian Program Pengenalan Kampus (P2K) 2025 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi berakhir dengan gelaran Closing Ceremony di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (25/9/2025). Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu berlangsung meriah, diikuti ribuan mahasiswa baru atau Dahlan Muda yang memenuhi gedung untuk merayakan penutup rangkaian orientasi kampus mereka.

Sejak awal, suasana semarak langsung terasa ketika para pemenang Kompetisi MABA 2025 tampil di panggung utama. Mereka mempersembahkan beragam penampilan mulai dari nyanyian hingga tarian tradisional. Sorak riuh penonton mengiringi setiap gerakan tari Jaipong khas Jawa Barat, hingga lantunan musik tradisional Kalimantan yang energik. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa UAD memberi ruang luas bagi mahasiswanya untuk menyalurkan bakat, sekaligus berperan aktif dalam pelestarian budaya Nusantara.

“Penampilan ini membuktikan bahwa UAD tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mendukung penuh ekspresi seni, kreativitas, dan potensi mahasiswa baru,” ujar salah satu panitia P2K.

Tak hanya seni pertunjukan, parade organisasi mahasiswa (ormawa) menjadi daya tarik tersendiri. Perwakilan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga himpunan mahasiswa fakultas tampil dengan penuh semangat. Mereka mengenakan kostum khas, membawa bendera, serta menampilkan maskot unik yang mewakili identitas masing-masing fakultas. Di hadapan mahasiswa baru, setiap perwakilan menyampaikan orasi yang sarat pesan moral, motivasi, hingga opini tentang peran mahasiswa di masyarakat.

Perwakilan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) menegaskan pentingnya mahasiswa berani bersuara terhadap keresahan sosial yang ditemui sehari-hari. Sementara itu, perwakilan Fakultas Agama Islam (FAI) mengingatkan mahasiswa untuk menjunjung nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas akademik maupun organisasi.

Parade ini dilanjutkan dengan penampilan dari berbagai komunitas mahasiswa UAD. Suasana semakin meriah ketika Syafira, salah satu MC, memberikan pesan kepada seluruh Dahlan Muda. “Semoga mahasiswa terus mengembangkan minat dan bakatnya, dan terus menjadi pribadi yang berprestasi,” ucapnya.

Menjelang akhir, Mabes Musik tampil di panggung dengan membawakan sejumlah lagu populer. Ribuan mahasiswa baru ikut maju ke depan panggung, bernyanyi, dan berjoget bersama, menciptakan momen kebersamaan yang penuh keceriaan. Closing Ceremony P2K 2025 pun menjadi ajang perayaan yang tidak hanya menyatukan mahasiswa baru, tetapi juga memperlihatkan wajah UAD sebagai kampus yang mendukung pengembangan diri, kreativitas, dan jiwa kritis mahasiswanya.

 

Hari Masta Fakultas Kedokteran UAD 2025 Kenalkan Nilai Kemuhammadiyahan dan Ortom kepada Mahasiswa Baru

Hari Masta Fakultas Kedokteran UAD 2025 Kenalkan Nilai Kemuhammadiyahan dan Ortom kepada Mahasiswa Baru

Yogyakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Hari Masta (Masa Ta’aruf) pada tanggal 19 september 2025 di ruang miniteater Gedung Kedokteran, Kampus 4 UAD, sebagai bagian dari rangkaian P2K (Program Pengenalan Kampus) 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Ortom Berdaya Bersinergi Membentuk Kader Berkemajuan” yang bermakna bahwa organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di UAD diharapkan mampu bersinergi dalam mencetak kader tangguh yang siap menghadapi tantangan zaman.

Sejak pagi, acara dimulai dengan pembacaan Taders, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, serta pemaparan Roadmap Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Setelah itu, mahasiswa baru diperkenalkan lebih dekat dengan organisasi otonom Muhammadiyah, di antaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan, dan Tapak Suci. Menurut Afif Hanifuddin salah satu mahasiswa FK UAD selaku ketua Masta Fakultas Kedokteran, tujuan utama penyelenggaraan Hari Masta adalah agar mahasiswa baru dapat memahami nilai-nilai kemuhammadiyahan sekaligus mengenal ortom yang dapat mendukung pengembangan diri mereka di masa depan.

“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, mahasiswa baru bisa lebih mengenal nilai-nilai kemuhammadiyahan dan tertarik untuk bergabung dalam ortom sebagai wadah pengembangan diri,” ujar Afif.

Kesan positif juga disampaikan oleh mahasiswa baru, Nabila Adawiyah Tilome. Ia mengaku materi AIK menjadi bagian paling berkesan karena menjelaskan tujuan dan fungsi pendidikan Islam di UAD, lengkap dengan pemaparan ayat Al-Qur’an, salah satunya Surat Ali Imran ayat 104. “Ayat itu menjelaskan bahwa Muhammadiyah adalah wadah untuk melakukan kebaikan dan perubahan positif. Dari situ saya merasa lebih termotivasi untuk memahami literasi kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Abdul Faiz Zidan Putra, mahasiswa baru lainnya, menuturkan ketertarikannya pada IMM. “Saya suka organisasi sejak SMA, jadi ketika dijelaskan tentang IMM, saya merasa tertarik untuk bergabung. IMM bukan sekadar organisasi, tapi juga wadah yang bisa memberi dampak nyata di masyarakat,” katanya.

Bagi mahasiswa baru Fakultas Kedokteran UAD, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk lebih memahami karakter pendidikan kedokteran di UAD yang berpadu dengan nilai-nilai Islam. “Saya memilih kedokteran UAD karena ingin menjadi dokter yang bukan hanya berpengetahuan luas, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keislaman. Apalagi UAD punya spesifikasi di bidang kebencanaan yang jarang dimiliki fakultas kedokteran lain,” ungkap Faiz.

Kegiatan Hari Masta Fakultas Kedokteran berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa baru. Acara ditutup dengan harapan agar seluruh peserta P2K semakin siap memasuki dunia perkuliahan, tidak hanya sebagai calon tenaga medis, tetapi juga sebagai kader Muhammadiyah yang berkemajuan.

 

Hari Fakultas FEB UAD 2025: Paper Mob Perdana hingga Stadium Generale tentang Transformasi Mindset Gen Z

Hari Fakultas FEB UAD 2025

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Hari Fakultas pada Sabtu, 20 September 2025, di Auditorium Kampus 1A. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB itu menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari paper mob, penyambutan mahasiswa baru (maba), orasi organisasi mahasiswa, hingga stadium generale bersama Prof. Dr. Dra. Ch Whidya Utami, MM., CLC., CPM (Asia) pukul 14.00 WIB dengan tema “Transformation of Mindset to Inspires Innovation for Gen Z.”

Ketua Panitia Hari Fakultas FEB 2025, Hanif Rahmat Fauzan, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mengangkat dua tema besar, yakni teknologi dan nusantara. Tema tersebut dipilih dengan harapan dapat mendorong mahasiswa baru FEB menjadi pribadi yang kreatif, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi era digital maupun menjaga nilai budaya lokal. “Kami ingin mahasiswa baru cepat beradaptasi, merasa disambut, dan bisa membangun relasi dengan kakak tingkat maupun sesama angkatan,” ujar Hanif.

Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah paper mob yang kembali digelar setelah vakum lebih dari tiga tahun. Hanif menyebut momen tersebut menjadi highlight tersendiri bagi FEB, mengingat belum ada fakultas lain di UAD yang menyelenggarakan kegiatan serupa. Meski sempat khawatir akibat hujan pada malam sebelumnya, ia mengaku bangga dengan antusiasme mahasiswa baru yang mencapai 496 orang. “Luar biasa sekali, hanya dalam waktu setengah jam mereka sudah bisa kompak menguasai pola paper mob,” tambahnya.

Selain paper mob, mahasiswa baru juga disuguhkan orasi dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB. Ketua DPM FEB dalam orasinya menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agent of change dan agent of control dalam dinamika bangsa. Ia bahkan menyinggung sejarah peran gerakan mahasiswa dalam perubahan politik Indonesia, mulai dari 1966 hingga 1998, untuk menggugah kesadaran kritis mahasiswa baru.

Puncak acara berlangsung pada sesi stadium generale bersama Prof. Whidya Utami. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa baru untuk memahami pentingnya transformasi pola pikir sebagai kunci melahirkan inovasi. Prof. Utami juga menekankan konsep self-identification dan design thinking sebagai dasar agar generasi Z mampu menjadi problem solver. “Inovasi bukan hanya untuk bisnis, tetapi juga bisa menjadi solusi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Ketua panitia menambahkan, stadium generale tahun ini mengangkat isu kesehatan mental, mengingat banyak mahasiswa Gen Z yang rentan mengalami tekanan psikologis. Menurutnya, penyampaian materi dalam bentuk stadium generale lebih relevan dan segar dibandingkan sekadar kesan-pesan alumni. “Kami ingin mahasiswa baru sadar pentingnya menjaga kesehatan mental sejak awal masuk kuliah,” jelasnya.

Respon positif juga datang dari mahasiswa baru. Sky Faras Pratama, salah seorang peserta, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan, terutama saat paper mob. “Seru sekali, rasanya seperti jadi supporter yang punya yel-yel sendiri. Kami diajarkan kekompakan dan kebersamaan,” katanya. Sementara itu, Marwa Jamilatul Zazkia, mahasiswa baru penerima beasiswa program studi Manajemen, mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari FEB UAD. “Menurut saya FEB itu unik karena punya paper mob dan stadium generale. Dosen-dosennya juga ramah, panitianya humble, dan saya semakin yakin dengan pilihan saya untuk mendalami dunia bisnis di sini,” ujarnya.

Dengan rangkaian kegiatan yang penuh kreativitas dan kekompakan, Hari Fakultas FEB 2025 bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan juga momentum membangun identitas, membekali mahasiswa baru dengan wawasan, serta menumbuhkan semangat inovasi sejak dini. Acara ditutup dengan flash mob bersama panitia yang menambah keceriaan di penghujung kegiatan.