Mini Course Manajemen Konflik: Berani Hadapi, Bijak Menyelesaikan

Gambar 1. Dokumentasi sesi pemberian materi oleh narasumber

Yogyakarta, 12 Mei 2026 – Universitas Ahmad Dahlan melalui Unit Konseling Sebaya di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Biro Kemahasiswaan dan Alumni menyelenggarakan kegiatan Mini Course bertajuk “Manajemen Konflik: Berani Hadapi, Bijak Menyelesaikan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada hari Selasa, 12 Mei 2026, pukul 16.00–17.00 WIB, bertempat di Gedung Utama Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 122 peserta yang terdiri atas mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dan berbagai perguruan tinggi lainnya. Untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, peserta dibagi ke dalam empat kelas kecil yang masing-masing didampingi oleh dua narasumber yang merupakan Konselor Sebaya Universitas yaitu Hasna, Fitri Ahmad, Zahrah Faizah, Zahida Zukhruf, Vianisa Najla Tamara, Neng Nabilatul Arsyiyah, Fachni Motthya, dan Talitha Shafa.

Gambar 2. Dokumentasi Permainan Interaktif  sebagai Pemantik Materi Konflik

Kegiatan Mini Course Manajemen Konflik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya mengenali konflik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk menghadapi, mengelolah hingga menyelesaikan konflik secara bijak, efektif, dan konstruktif. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengelola emosi, memahami sudut pandang orang lain, serta membangun hubungan interpersonal yang sehat dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan pengalaman konflik yang pernah mereka hadapi dengan bermain peran bersama menyelesaikan studi kasus yang telah disediakan. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh salah satu narasumber yang mengungkapan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan karena memiliki cara supaya peserta bisa belajar dengan menyenangkan dan interaktif.

Gambar 3. Dokumentasi Foto Bersama Narasumber dan Peserta Setelah Kegiatan Mini Course Manajemen Konflik

 Menurut salah satu narasumber, Zahrah Faizah, kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami bahwa konflik bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dapat dihadapi dan diselesaikan secara positif apabila dikelola dengan tepat. “Melalui mini course ini, kami berharap peserta dapat memahami bahwa konflik adalah bagian dari kehidupan yang dapat diselesaikan dengan cara yang bijak. Dengan keterampilan manajemen konflik, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi permasalahan secara tenang, mencari solusi yang tepat, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain,” ujar Zahrah Faizah.  Ia berharap peserta dapat menerapkan keterampilan manajemen konflik dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membangun komunikasi yang lebih sehat dan hubungan yang harmonis dengan orang lain.

Hal tersebut sejalan dengan kesan yang disampaikan oleh salah satu peserta, Cahaya Permata, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2024. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat menarik, interaktif, dan mudah dipahami. “Mini course kali ini sangat seru dan bermanfaat. Saya jadi lebih memahami cara mengelola konflik, melihat masalah dari sudut pandang orang lain, dan menemukan solusi yang tepat ketika menghadapi konflik,” ujarnya.  Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan wawasan baru tentang cara mengelola konflik dengan lebih tenang, memahami sudut pandang orang lain, serta menemukan solusi yang tepat ketika menghadapi permasalahan.

Melalui kegiatan ini, Unit Konseling Sebaya berharap para mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan manajemen konflik yang bermanfaat dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat serta menciptakan lingkungan yang harmonis, produktif, dan saling mendukung.

 

Penulis: Fitri Ahmad

Bootcamp Konselor Sebaya Tingkat Program Studi “Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda Menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi”

Gambar 1. Dokumentasi kegiatan Bootcamp Konselor Sebaya Tingkat Program Studi dengan tema “Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda Menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi” 

Yogyakarta, 1 Mei 2026 – Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda Menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi” sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memberikan layanan konseling sebaya di lingkungan program studi.

Gambar 2. Penyampaian Laporan oleh Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd, Sambutan Oleh Bapak Dr. Gatot Suguharto, S.H., M.H. dan Penyampaian tausyiyah  oleh Dr. Choirul Fajri, S.I.KOM., M.A.

Pada awal kegiatan, sambutan disampaikan oleh Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK), Bimawa UAD. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah pengembangan bagi konselor sebaya. “Melalui kegiatan ini, diharapkan konselor sebaya dapat memahami teknik dan tahapan konseling dengan lebih baik sehingga mampu membimbing sesama mahasiswa secara optimal,” ujarnya. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya penyamaan pemahaman di tengah latar belakang peserta yang berasal dari berbagai program studi.

Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Dr. Gatot Suguharto, S.H., M.H. yang diawali dengan refleksi dari Q.S. Al-Isra ayat 7. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak peserta untuk menyadari bahwa setiap tindakan merupakan cerminan dari diri sendiri. “Apa yang kita lakukan adalah cerminan diri kita, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain merupakan suatu kemuliaan,” ungkapnya. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa mahasiswa UAD memiliki tanggung jawab untuk aktif mengembangkan diri melalui berbagai pengalaman belajar. “Ikuti kegiatan ini dengan serius agar pengalaman belajar yang diperoleh dapat memberikan manfaat,” tambahnya.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausyiyah yang disampaikan oleh Dr. Choirul Fajri, S.I.KOM., M.A. Dalam tausyiyah tersebut, beliau menekankan bahwa manusia sejatinya dituntut untuk saling memberikan manfaat. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak terlepas dari berbagai permasalahan, baik dalam aspek akademik maupun hubungan sosial. “Sebagai konselor sebaya, jadilah pendengar yang baik, memiliki empati, dan mampu memahami kondisi konseli,” tuturnya.

Gambar 3. Penyampaian Materi oleh ibu Dr. Rohmatus Naini, M.Pd. dan Ibu Septiana Rima Dewanti, M.Pd., Ph.D.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa penting bagi setiap individu untuk menyelesaikan permasalahan pribadinya terlebih dahulu sebelum membantu orang lain. “Selesaikan masalah diri sendiri terlebih dahulu, kemudian bantu orang lain dengan penuh kebermanfaatan,” pesannya. Memasuki sesi inti, pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Rohmatus Naini, M.Pd. dan Septiana Rima Dewanti, M.Pd., Ph.D.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Dr. Rohmatus Naini, M.Pd. yang membahas mengenai tahapan dan teknik dalam proses konseling. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa proses konseling diawali dengan membangun hubungan awal (rapport) yang baik antara konselor dan konseli. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai keterampilan dasar konseling, seperti keterampilan mendengarkan, penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal, serta pentingnya gestur dan postur tubuh dalam menciptakan kenyamanan bagi konseli.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa peran konselor bukanlah sebagai pemberi solusi. “Konselor bukanlah pemberi solusi, tetapi fasilitator yang membantu konseli menemukan solusi atas permasalahannya sendiri,” jelasnya. Oleh karena itu, konselor perlu memahami kebutuhan konseli secara tepat. “Tanyakan pada konseli, apakah mereka ingin didengarkan atau ingin mencari solusi bersama,” tambahnya.

Selanjutnya, pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Septiana Rima Dewanti, M.Pd., Ph.D. yang mengangkat topik mengenai neurosains dan keterampilan coping (coping skills). Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan pentingnya kemampuan regulasi diri dalam menghadapi berbagai tekanan. “Setiap individu perlu memiliki coping skill agar mampu meregulasi diri dalam menghadapi berbagai tekanan,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga menjelaskan bagaimana tubuh merespons stres melalui peran hormon. “Adrenalin dapat memicu peningkatan detak jantung dan pernapasan, sedangkan kortisol membantu menyediakan energi saat kita menghadapi situasi yang menegangkan,” jelasnya. Dengan memahami hal tersebut, peserta diharapkan mampu mengenali respon tubuh terhadap stres serta mengembangkan strategi coping yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para konselor sebaya tingkat program studi dalam menjalankan perannya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tangguh, berempati, dan berprestasi sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh Universitas Ahmad Dahlan.

Penulis: Fitri Ahmad

Univesitas Ahmad Dahlan Sukses Adakan Launching Program Konseling Sebaya Prodi bagi Mahasiswa 2025

Pada Kamis, 24 April 2026, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Launching Program Konselor Sebaya Tingkat Program Studi bagi mahasiswa angkatan 2025  dengan tema Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi. Program yang diinisiasi oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) ini bertujuan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan relasi setara antar teman sebaya  yang bertempat di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) Salwa Ovi Safitri (Mahasiswa Sastra Inggris Angkatan 2024) dan Fachni Motthya Akbar (Mahasiswa Psikologi Angkatan 2023). Kegiatan ini dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UAD, dan Sang Surya sebagai bentuk penghormatan dan penanaman nilai kebangsaan serta identitas institusi. Beranjak pada sesi sambutan yang diawali dengan Laporan Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD. Dalam laporannya, Bapak Caraka menyampaikan,” Program ini merupakan program yang diselenggarakan dalam rangka untuk menguatkan adik-adik dalam persiapan adaptasi, menyesuaikan dengan hal-hal kegiatan di kampus yang bersifat akademik dan non akademik. Sehingga, namanya konselor sebaya karena patennya namanya itu sebenarnya kegiatannya lebih ke pendampingan adik-adik mahasiswa dalam penguatan koping diri”.

Sambutan selanjutnya serta membuka acara Launching Program disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., yang memberikan arahan serta motivasi terkait pentingnya peran mahasiswa dalam penguatan karakter dan kontribusi di lingkungan kampus. Pak Gatot menyampaikan pesannya bahwa,” Kakak semuanya, sejak kakak diterima menjadi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan diawali dengan registrasi, dinyatakan diterima menjadi mahasiswa punya kartu mahasiswa. Saat itu juga, kami Universitas Ahmad Dahlan memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan saudara mulai dari perkuliahan awal sampai nanti keluar saudara diwisuda. Itu menjadi tanggung jawab kami. Kami harus memastikan ini semuanya kakak-kakak semuanya lancar di dalam studinya. Akademiknya bagus ya, nonakademiknya juga bagus”.

Beranjak pada acara inti dengan tiga sesi penyampaian materi dengan dipandu oleh Faza Warda Nadilla (Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023) selaku moderator. Sesi pertama disampaikan oleh oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., (Ketua Ikatan Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi ABKIN) dengan materi “Mengenal Gen-Z dari Potensi Besar, Tantangan Mental dan Harapan”. Dalam sesi ini dibahas karakteristik generasi Z, potensi yang dimiliki, serta tantangan kesehatan mental yang dihadapi di era modern. “Tekanan akademik, ekspektasinya keluarga, konflik, tekanan medsos memiliki dampak terhadap prestasi akademik, emosi sehari-hari dan hubungan sosial. Sehingga, stress bukan lemah, tekanan yang terjadi sebagai bentuk alamiah.”

Sesi materi kedua disampaikan oleh Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., (Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan) dengan materi berjudul “Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi”. Materi ini menekankan pentingnya peran institusi dalam membentuk mahasiswa yang resilien dan berdaya saing, “Jika kuliah adalah membeli pengalaman, maka tugas universitas dalam memberikan peluang dan kesempatan” ungkapnya

Pada sesi ketiga, Tresna Widianti Nurrahmah (mahasiswa Psikologi Angkatan 2023) selaku Konselor Sebaya Universitas menyampaikan materi berjudul “Program Konselor Sebaya Prodi: Bertumbuh, Bermakna, Berdampak”, yang menjelaskan konsep, tujuan, serta implementasi program konselor sebaya sebagai upaya strategis dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang untuk mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya peran konselor sebaya dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi (Faza).

Universitas Ahmad Dahlan Adakan Orientasi Konselor Sebaya Tingkat Program Studi

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Unit Konseling Mahasiswa di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (PKK Bimawa) kembali menyelenggarakan kegiatan  Orientasi Pembekalan Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada Sabtu, 18 April 2026 Acara ini digelar di Ruang Sidang Bersama Fakultas Teknik Industri (FTI) Kampus 4 UAD.

Program ini mengangkat tema “Mendampingi Mahasiswa UAD Menuju Generasi Tangguh, Adaptif, dan Berprestasi” dengan tujuan untuk membekali para konselor sebaya dengan pelatihan khusus berupa pengetahuan dan keterampilan dasar konseling dalam mendampingi mahasiswa 2025 di lingkungan program studinya masing-masing.

Acara ini dibuka dengan laporan pelaksanaan program konseling sebaya oleh Kepala Bidang PKK BIMAWA Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwasanya terdapat 100 konselor sebaya yang akan mendukung proses akademik maupun non-akademik mahasiswa 2025. “Kita memiliki 89 konselor sebaya progam studi dan dan 11 konselor sebaya universitas. Denga total 100 konselor sebaya yang ada di lingkungan UAD. Para konselor inilah yang nanti akan membantu para mahasiswa 2025 dalam menghadapi permasalahan yang sering terjadi. Permasalahan utama yang sering terjadi adalah kecemasan, manajemen waktu, dan masalah terkait fokus”. Selanjutnya, acara ini dibuka secara resmi oleh Choirul Fajri, S.I.Kom. M.A. selaku Kepala Bimawa UAD. Dalam sambutannya, ia menekankan betapa pentingnya peran konselor sebaya dalam membangun suasana kampus yang sehat, optimis, serta mampu menunjang perkembangan mahasiswa baik secara emosional maupun akademik. Choirul Fajri menyampaikan, “Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kita tetap perlu menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja, melainkan sesuatu yang kita upayakan dan ciptakan sendiri. Jadi, ikutilah program pelatihan ini  dengan bahagia, sehingga bisa membantu mahasiswa 2025 dalam bertumbuh”. Choirul Fajri pun mengajak seluruh peserta untuk mengikuti program pembekalan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendampingi sesama mahasiswa.

Acara tersebut juga menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yaitu Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. (Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD), Mufied Fauziah, M.Pd. (Dosen Bimbingan dan Konseling UAD), serta Rinda Kumala Wati, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi UAD).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan berbagai manfaat, antara lain ilmu dan wawasan konseling praktis, e-sertifikat, serta berkesempatan untuk menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai program studi. Melalui kegiatan konseling sebaya inilah UAD terus konsistensi terhadap komitmennya dalam berperan untuk membentuk mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan berprestasi, serta menciptakan lingkungan kampus yang suportif dan peduli terhadap kesehatan mental. (Faza)

Pengumuman Hasil Konselor Sebaya Prodi di Lingkup Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2025

PENGUMUMAN LOLOS SELEKSI KONSELOR SEBAYA PROGRAM STUDI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hallo Dahlan Muda
Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam rangkaian seleksi Konselor Sebaya program studi.

Pengumuman peserta yang dinyatakan lolos dapat diakses melalui tautan di bawah ini dengan memasukkan NIM masing-masing (Pastikan Tidak Salah Input NIM):

Catatan:
– ​Jika NIM Anda muncul, selamat! Anda dinyatakan diterima dalam program ini.
– ​Jika NIM tidak muncul (Tidak ada Data), mohon maaf Anda belum dinyatakan diterima pada kesempatan kali ini. Jangan berkecil hati dan tetap semangat untuk mencoba di kesempatan selanjutnya!

Bagi peserta yang terpilih, selamat mengemban amanah baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta menjadi ruang bertumbuh dan memberi manfaat bagi sesama

Bagi peserta yang belum terpilih, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Keputusan ini diambil berdasarkan berbagai pertimbangan dan keterbatasan kuota, serta tidak mengurangi nilai, potensi, maupun kontribusi baik yang telah ditunjukkan selama proses seleksi.

Terima kasih atas partisipasi, semangat, dan kepercayaannya.

Tetap semangat dan sampai bertemu di kesempatan selanjutnya

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Post-Holiday Blues, Mengapa Sehabis Liburan Rasanya Berat Balik ke Rutinitas?

Halo, Dahlan Muda! 👋🏼
Pernah ngga sih kamu ngerasa berat banget buat balik ke rutinitas setelah liburan?

Bawaannya males, capek, bahkan jadi nggak semangat ngapa-ngapain 🥲

Hati-hati, bisa jadi itu tanda post-holiday blues.
Kondisi ini bikin kita merasa sedih, cemas, sampai kehilangan motivasi karena perubahan dari suasana santai ke rutinitas yang penuh tuntutan.

Hal ini wajar kok terjadi, apalagi kalau liburan terasa menyenangkan banget, tapi tiba-tiba harus kembali ke tugas, deadline, dan aktivitas padat.

Yuk, simak postingan di atas untuk memahami apa itu post-holiday blues, penyebabnya, ciri-cirinya, serta cara mengatasinya✨

https://www.instagram.com/p/DW-1Q8gEgLf/?igsh=a283bXF0MjFqZ3kz

Artikel Post Blue Holiday

Supaya kamu bisa kembali beradaptasi dengan lebih siap dan tetap menjaga kesehatan mentalmu 🤍
——————————————
Kalau butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap mendengarmu… ✨
Hubungi e-counseling UAD di telegram atau melalui link berikut:
https://t.me/bimawaUADbot⁠
#melayanidenganamanah #konselingsebaya #konselorsebayauad #uadjogja

PKK Bimawa UAD Selenggarakan Sosialisasi Konselor Sebaya Tingkat Program Studi Guna Memperkuat Sistem Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa

Unit Konseling Mahasiswa di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah menyelenggarakan Sosialisasi Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada Senin, 09 Maret 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring yang dimulai pada pukul 16.00 WIB melalui siaran langsung di kanal YouTube Bimawa UAD untuk memberikan gambaran mengenai peran sistem pendukung mahasiswa di lingkungan kampus.

Konselor Sebaya Tingkat Program Studi dibuat untuk memberikan wadah konseling dan informasi bagi mahasiswa. Melalui program ini, para mahasiswa dari berbagai program studi memiliki kesempatan yang sama untuk belajar menjadi Konselor Sebaya yang nantinya akan menjadi pendengar yang baik dan membantu kesukaran mahasiswa, khususnya dalam mendampingi mahasiswa angkatan 2025 agar dapat beradaptasi dengan dunia perkuliahan yang penuh tantangan.

Dalam sambutannya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK), Bimawa UAD menyampaikan hadirnya Konselor Sebaya ini merupakan salah satu cara untuk membantu permasalahan dan memberikan informasi valid kepada mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental di lingkungan kampus, “Konselor Sebaya hadir untuk membantu menciptakan lingkungan kampus yang lebih peduli dan membantu mahasiswa agar memiliki coping skill dalam menghadapi berbagai tekanan perkuliahan,” ungkapnya. Selain itu juga, ia mendorong agar para calon Konselor Sebaya nantinya dapat mendampingi anak-anak untuk mengurangi scrolling-stalking, tapi mengajak mereka untuk beraktivitas sesuai dengan passion-nya.

“Hidup akan jauh lebih berarti jika kita bisa bermanfaat bagi sesama, salah satunya dengan mengambil peran aktif dalam program Konselor Sebaya ini,” ujarnya.

Pemaparan materi selanjutnya disampaikan oleh Susilo Indah Rahayu, yang merupakan Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada 2024. Ia berbagi pengalaman mengenai bagaimana seorang konselor dapat menjadi tempat cerita yang aman bagi rekan mahasiswa lainnya. Berdasarkan pengalamannya, ia mengajak mahasiswa untuk berani terlibat dalam program ini, “Menjadi konselor sebaya bukan hanya tentang membantu orang lain, tapi juga tempat kita belajar memahami empati, mengasah komunikasi, dan mengembangkan diri secara bersama-sama,” jelasnya.

Narasumber berikutnya, Vianisa Najla Tamara dari Fakultas Psikologi selaku salah satu Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada 2024, memaparkan mengenai keseruan dan manfaat nyata yang didapatkan selama menjadi bagian dari Konselor Sebaya, termasuk pelatihan khusus yang disediakan. Ia menceritakan pengalamannya dalam membantu mahasiswa baru mengelola manajemen waktu. Tamara menegaskan bahwa pengalaman ini sangat berharga untuk masa depan, “Melalui program ini, kita bisa menerapkan ilmu yang didapat di kelas ke dalam aksi nyata, sekaligus memperluas relasi dengan teman-teman dari berbagai program studi lain secara gratis dan menyenangkan,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi yang dipandu oleh moderator Tresna Widianti. Sebagai penutup, moderator menekankan bahwa untuk berdampak tidak perlu menunggu lulus dari bangku perkuliahan, tetapi cukup memiliki kepeduliaan terhadap sesama, Ia berharap melalui sosialisasi ini, semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk menjadi bagian dari Konselor Sebaya Tingkat Prodi di Universitas Ahmad Dahlan.

 

Penulis: Intan Awalia Putri

Podcast: Kenapa kita merasa bahagia?

Halo, Dahlan Muda 🤍

Pernah nggak ngerasa hidup baik-baik aja, tapi tetap merasa sulit bahagia?

Kadang bukan karena masalahnya besar.
Tapi karena kita terlalu sering membandingkan diri dan terlalu keras pada diri sendiri.

Kita sibuk mengejar, sampai lupa merasa cukup.

Dalam Islam, kita diajarkan untuk bersyukur, karena dari situlah hati jadi lebih lapang.
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

🎧 Yuk dengarkan podcast kami yang lainnya di Instagram:

https://www.instagram.com/reel/DJynI7jyT5s/?igsh=MXQ1eHczaTc0dm1zNA==

Butuh tempat untuk berbagi?
Konselor Sebaya siap mendengarkan kamu.

Hubungi e-counseling UAD via Telegram:
https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konselinguad #konselorsebaya #uadjogja

What Is Happiness?

Halo, Dahlan Muda 🤍

Pernah nggak sih kita mikir…
sebenarnya bahagia itu apa?Bahagia itu bukan tentang hidup tanpa masalah,
tapi tentang hati yang tetap tenang di tengah ujian.

Kadang kita sibuk mengejar yang besar, padahal bahagia sering datang dari hal kecil:
makan enak, tugas selesai, doa yang diam-diam dikabulkan.

Kadang, langkah terbaik adalah istirahat sebentar.
Yuk simak microblog di instagram kami

https://www.instagram.com/p/DUqAd_GEgfD/?igsh=MTNyaGYza3Biaml2bQ==

Baca juga artikel kami di link berikut:

Artikel Happiness

Kalau butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap mendengarmu…✨

Hubungi e-counseling UAD di telegram atau melalui link berikut:
https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konselingsebaya #konselorsebayauad #uadjogja

Kalau Hasilnya Tidak Sesuai Harapan, Ini yang Perlu Kamu Ingat!

Nilai boleh belum sesuai harapan, tapi itu bukan akhir cerita kamu.
Di balik overthinking, cemas, dan rasa tertinggal, ada proses bertumbuh yang sedang berjalan.
Academic anxiety itu nyata, tapi kamu juga punya resiliensi untuk bertahan, bangkit, dan belajar lagi.
Ingat, nilai akademik bukan ukuran nilai dirimu.
Perjalanan ini bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang tetap melangkah.

🎧 Dengarkan podcast kami yang lainnya di instagram:

https://www.instagram.com/reel/DUP3S0Vkgbw/?igsh=NGRhazZlcjdmMjd4

Kalau kamu butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap mendengarmu
Kamu nggak sendirian, dan ceritamu berarti.
📩 Hubungi e-counseling UAD melalui Telegram atau link berikut:
https://t.me/bimawaUADbot
#melayanidenganamanah #konselingsebaya #konselorsebayauad #uadjogja