Talkshow dan Sharing Session Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa
Pada hari Jumat, 19 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Talkshow dan Sharing Session dengan tema “Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa”. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00–11.20 WIB dan dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung YouTube PKK Bimawa Universitas Ahmad Dahlan.
Kegiatan ini dipandu oleh moderator Hurina Nasibatun Sholehah, yang merupakan konselor sebaya Universitas Ahmad Dahlan. Pada kesempatan ini, kegiatan menghadirkan lima narasumber yang merupakan konselor sebaya dari berbagai universitas di Yogyakarta, yaitu Alisha Namira dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Muh. Farhan A., mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Pretty Elga D., mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Endi Mahmudi, mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, serta Syahla Erisa A., mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan.
Talkshow dengan tema “Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa” ini disaksikan oleh 158 penonton melalui YouTube. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya peran konselor sebaya di masing-masing universitas dengan latar belakang dan pendekatan yang berbeda-beda.
Alisha Namira menjelaskan bahwa konselor sebaya di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mendapatkan perhatian yang cukup baik. Beberapa program telah dijalankan, seperti konseling individu serta kegiatan bimbingan bagi mahasiswa baru. Muh. Farhan A. menyampaikan bahwa peran konselor sebaya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta lebih diarahkan sebagai teman yang memberikan dukungan secara emosional. Pretty Elga D. memaparkan bahwa di Universitas Atma Jaya Yogyakarta terdapat strategi yang membuat mahasiswa merasa lebih santai dan nyaman untuk bercerita, salah satunya melalui pendekatan berbincang santai seperti menikmati secangkir kopi. Endi Mahmudi dan Syahla Erisa A. memaparkan hasil kerja serta peran Unit Konseling Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa.
“Kadang, yang paling dibutuhkan bukan solusi, tapi seseorang yang mau duduk, mendengar, dan berkata: aku ada.”






