Talkshow dan Sharing Session Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa

Pada hari Jumat, 19 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Talkshow dan Sharing Session dengan tema “Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa”. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00–11.20 WIB dan dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung YouTube PKK Bimawa Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Hurina Nasibatun Sholehah, yang merupakan konselor sebaya Universitas Ahmad Dahlan. Pada kesempatan ini, kegiatan menghadirkan lima narasumber yang merupakan konselor sebaya dari berbagai universitas di Yogyakarta, yaitu Alisha Namira dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Muh. Farhan A., mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Pretty Elga D., mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Endi Mahmudi, mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, serta Syahla Erisa A., mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan.

Talkshow dengan tema “Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa” ini disaksikan oleh 158 penonton melalui YouTube. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya peran konselor sebaya di masing-masing universitas dengan latar belakang dan pendekatan yang berbeda-beda.

Alisha Namira menjelaskan bahwa konselor sebaya di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mendapatkan perhatian yang cukup baik. Beberapa program telah dijalankan, seperti konseling individu serta kegiatan bimbingan bagi mahasiswa baru. Muh. Farhan A. menyampaikan bahwa peran konselor sebaya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta lebih diarahkan sebagai teman yang memberikan dukungan secara emosional. Pretty Elga D. memaparkan bahwa di Universitas Atma Jaya Yogyakarta terdapat strategi yang membuat mahasiswa merasa lebih santai dan nyaman untuk bercerita, salah satunya melalui pendekatan berbincang santai seperti menikmati secangkir kopi. Endi Mahmudi dan Syahla Erisa A. memaparkan hasil kerja serta peran Unit Konseling Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa.

“Kadang, yang paling dibutuhkan bukan solusi, tapi seseorang yang mau duduk, mendengar, dan berkata: aku ada.”

Talkshow Softskill Series #3 bertema “Creating Career Path”

Kegiatan Talkshow Softskill Series #3 bertema “Creating Career Path” telah terselenggara pada Kamis, 20 November 2025, oleh Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) Universitas Ahmad Dahlan. Acara yang berlangsung pukul 14.00–15.00 WIB melalui siaran langsung YouTube Bimawa UAD ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengembangan soft skill dalam merancang jalur karier sejak dini. Kegiatan dipandu oleh moderator Hasna dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi.

Narasumber pertama, Mutiara Wilson Putri, menyampaikan materi mengenai pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan oleh UAD untuk melatih manajemen waktu dan manajemen prioritas. Ia menjelaskan bahwa kesempatan organisasi, pelatihan, dan program pengembangan diri dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, keterampilan public speaking, serta memperluas jaringan sebagai langkah melihat peluang karier. Materinya menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang apabila mampu memanfaatkan fasilitas kampus secara optimal.

Selanjutnya, Dwi Viona Nursetia berbagi perjalanan pribadinya dalam merancang karier sejak semester awal melalui keterlibatan dalam pelatihan soft skill dan pengalaman menjadi Co-Trainer. Ia menyampaikan bahwa dunia kerja berkembang sangat cepat, sementara kampus merupakan ruang aman untuk mencoba, gagal, dan belajar. Menurutnya, soft skill kini menjadi penentu utama kesuksesan karier, sehingga semakin cepat memulai, semakin cepat pula mahasiswa menemukan arah profesional yang sesuai.

Pada sesi berikutnya, Sobar Mubarokah menekankan alasan mengapa soft skills menjadi kunci masa depan. Ia menjelaskan bahwa soft skill membentuk mental yang tangguh, adaptif, dan siap berkembang di tengah berkembangnya zaman. Dalam pemaparannya, Sobar mengajak mahasiswa untuk membangun kesiapan mental sejak dini agar mampu menghadapi berbagai tantangan akademik maupun profesional. Sesi ini ditutup dengan pesan: “Arah masa depan tidak dibangun oleh hasil instan, tetapi oleh keberanian mengambil langkah pertama, kesabaran dalam proses, dan komitmen untuk terus bertumbuh setiap harinya.”

Narasumber berikutnya, Mawar Ledya S, memberikan pemahaman mengenai konsep soft skill yang meliputi komunikasi, kerja tim, adaptasi, kepemimpinan, manajemen waktu, serta empati. Ia menjelaskan bahwa penguasaan soft skill bukan hanya menunjang aktivitas akademik, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk keberhasilan di dunia kerja. Dalam penutupannya, Mawar menyampaikan kalimat reflektif: “Belajar bukan tentang tahu semuanya, tetapi tentang terus tumbuh setiap hari.”

Pemateri terakhir, Udhivatul Ulya, membagikan pengalaman berharga yang ia dapatkan selama menjadi Co-Trainer. Ia menceritakan proses belajar memahami karakter peserta, kemampuan improvisasi saat mendampingi kegiatan, hingga manajemen dinamika kelompok yang membentuk kepekaan sosialnya. Ia juga menuturkan momen berkesan ketika seorang peserta yang awalnya pendiam akhirnya berani tampil. Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan penguatan: “Setiap orang punya versinya masing-masing untuk bertumbuh. Jangan bandingkan perjalananmu. Cukup fokus pada satu hal: menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.”

Pelaksanaan talkshow berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berpartisipasi melalui kolom diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan untuk mengembangkan soft skill, memaksimalkan peluang, dan merancang masa depan secara lebih terarah. Berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi pelaksanaan Talkshow Softskill Series #3 “Creating Career Path”.

 

Talkshow Softskill Series #2 Part 2 “Prestasi adalah Tradisi Kami: Muda Berkarya, Kampus Berdaya”

 

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali
menyelenggarakan Talkshow Softskill Series #2 Part 2 pada Sabtu, 15 November 2025 secara
daring melalui kanal YouTube Bimawa UAD. Kegiatan ini mengangkat tema “Prestasi adalah
Tradisi Kami: Muda Berkarya, Kampus Berdaya” yang ditujukan untuk memberikan wawasan
kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya pengembangan soft skills dalam dunia
perkuliahan, organisasi, dan kompetisi.
Talkshow menghadirkan tiga mahasiswa berprestasi UAD sebagai narasumber:
Susilo Indah Rahayu (Ketua Tim P2MW 2025), Muhammad Rifqi Rahadi (Ketua PPKO IMM
Farmasi), dan Dinda Aisyah Rizqianingrum (Ketua Umum PKM Center). Acara dipandu oleh
Joelieta Amanda Granada selaku moderator.
Sebagai pemateri pertama, Susilo Indah Rahayu menekankan bahwa prestasi bukan tentang
kemampuan yang langsung terbentuk, melainkan tentang proses membangun kebiasaan positif,
keberanian mencoba, dan manajemen waktu selama menjadi mahasiswa. Susilo berbagi
pengalamannya memimpin tim P2MW 2025 serta strategi yang digunakan untuk menjaga
semangat dan produktivitas tim. Ia mengajak mahasiswa baru untuk percaya bahwa perubahan
besar berawal dari langkah kecil yang konsisten.
Selanjutnya, Muhammad Rifqi Rahadi memaparkan perkembangan prestasinya melalui berbagai
kompetisi dan kegiatan kepemimpinan. Ia menekankan bahwa soft skills bukan hanya pelengkap,
tetapi keterampilan inti yang memengaruhi keberhasilan dalam organisasi dan perkuliahan. Rifqi
menutup pengalamannya dengan pesan kuat, “Tidak ada batas kecuali yang kita ciptakan
sendiri.”
Pada sesi ketiga, Dinda Aisyah Rizqianingrum mengajak mahasiswa untuk berani mengambil
kesempatan selama berada di bangku kuliah. Melalui perannya di PKM Center, ia menegaskan
bahwa organisasi dan kompetisi menjadi ruang untuk membangun karakter, jejaring, dan
kompetensi yang tidak sepenuhnya dibahas di kelas. Dinda menyampaikan bahwa rasa gugup
dan kurang percaya diri adalah bagian dari proses, namun tidak boleh menjadi alasan untuk
berhenti mencoba. “Kesempatan tidak datang dua kali. Kalau tidak dicoba sekarang, kapan lagi?”
ujarnya.
Talkshow ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang diikuti dengan antusias oleh peserta.
Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan terkait pengembangan diri, organisasi,
serta strategi meraih prestasi di kampus. Para narasumber berharap mahasiswa baru UAD dapat
memulai langkah prestasi sejak awal perkuliahan, memanfaatkan peluang yang ada, dan terus
mengasah soft skill sebagai pondasi keberhasilan.

Talkshow Soft Skills Series 2 Part 1 “Prestasi Adalah Tradisi Kami: Bertumbuh Bersama Ormawa”

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Talkshow Soft Skills Series 2 Part 1 bagi mahasiswa pada Jumat, 14 November 2024 yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bimawa UAD Jogja. Acara tersebut dipandu oleh Nisrina Nurfi Aziza selaku Moderator. “Prestasi Adalah Tradisi Kami: Bertumbuh Bersama Ormawa” merupakan tema yang diusung dalam acara tersebut dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Sher Naufal (Gubernur BEM Psikologi), Arif Setyawan (Gubernur BEM FKIP), Nuril Hilmi (Gubernur BEM Farmasi).

Pada sesi pemaparan pertama, Sher Naufal membahas pentingnya keberadaan organisasi mahasiswa sebagai wadah eksekusi gagasan dan ruang pertumbuhan diri. Ia menjelaskan bahwa Ormawa memiliki peran strategis sebagai kendaraan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu, kerja sama, dan pengelolaan emosi. Menurutnya, Ormawa tetap relevan karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Sher juga menekankan bahwa kuliah bukan sekadar tujuan, melainkan sarana untuk menjadi manusia yang bermanfaat, sejalan dengan nilai bahwa “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Sesi berikutnya diisi oleh Arif Setyawan, yang menceritakan perjalanan organisasinya mulai dari menjadi ketua umum, aktif di LSO prodi, hingga kini menjabat sebagai Gubernur BEM FKIP. Arif mengajak mahasiswa untuk berani mengambil peluang dan tidak hanya menunggu kesempatan datang. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk “menjemput bola” guna memperkaya pengalaman dan meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi tidak hanya membentuk karakter dan kedisiplinan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas akademik dan kemampuan sosial mahasiswa.

Materi ketiga disampaikan oleh Nuril Hilmi yang menegaskan bahwa organisasi merupakan sarana pembelajaran yang melampaui kelas. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa baru perlu mengenali potensi diri dan memilih organisasi sesuai minat agar proses pengembangan diri berjalan optimal. Nuril menyoroti bagaimana organisasi memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berdinamika, melatih kepemimpinan, serta melibatkan diri dalam berbagai kegiatan seperti kepanitiaan, program pendanaan kementerian, hingga kegiatan kemahasiswaan lainnya. Menurutnya, kuliah, organisasi, dan ibadah adalah tiga hal yang saling menopang dalam membentuk pribadi yang unggul dan berintegritas.

Dalam rangka mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, Talkshow Soft Skills Series 2 Part 1 ini menjadi ruang dialog yang menghadirkan pengalaman langsung dari para pengurus organisasi tingkat fakultas. Melalui pemaparan para narasumber, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya eksplorasi diri sejak awal perkuliahan, menentukan arah pengembangan minat organisasi, serta membangun keseimbangan antara akademik dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ini juga menegaskan kembali komitmen UAD dalam menyediakan fasilitas pembinaan karakter, kepemimpinan, dan soft skills yang relevan bagi kebutuhan mahasiswa di masa kini.

 

Talkshow Softskill Series #1 UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku

Bimawa UAD sukses menyelenggarakan Talkshow Softskill Series #1 yang bertajuk “UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku”  pada Sabtu, 8 November 2025. Talkshow tersebut diselenggarakan secara daring pada kanal YouTube Bimawa UAD pukul 14.00 – 15.00 WIB yang dipandu oleh Faza Warda Nadilla. Para pemateri dalam talkshow tersebut merupakan alumni dari Universitas Ahmad Dahlan yaitu Ilham Jul Aiman, S.Kom, alumni program studi Sistem Informasi angkatan 2021 dan Bagas Al-Fajri, S.S., M.A. alumni program studi Sastra Inggris angkatan 2019.

Pada pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Ilham membuka sesi dengan menekankan urgensi softskill di era saat ini. Softskill penting untuk dimiliki dan dikembangkan  sebagai langkah awal mahasiswa baru dalam menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan dan proses dalam berkembang. Disampaikan pula bahwasanya keterampilan problem solving, pengelolaan waktu, keterampilan berpikir kritis, pencatatan agenda, serta keberanian dalam berkomunikasi juga menjadi kunci untuk menjadi pribadi yang berkembang Keterampilan-keterampilan tersebut dikembangkan secara optimal oleh Ilham melalui keikutsertaannya dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan organisasi kemahasiswaan yang lain, mengikuti riset dosen, serta mengembangkan keterampilan bekerja sama melalui tugas proyek kelompok.  “Softskill merupakan hasil dari pengalaman yang panjang saat kita menjadi seorang akademisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, materi kedua yang disampaikan oleh Bagas mengenai perjalanan manfaat dari pengembangan softskills yang didapatkan melalui Universitas Ahmad Dahlan, sehingga berkesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan bekerja di LDP Education. Pengalaman organisasi yang dilalui oleh Ilham dimulai sejak dirinya mendapatkan beasiswa Prestasi Akademik hingga menjabat sebagai ketua dalam berbagai organisasi kemahasiswaan serta menjadi wisudawan terbaik program studi Sastra Inggris. Disinilah Ilham menyadari bahwasanya fasilitasi dukungan dari teman sebaya, para dosen, serta kampus terhadap mahasiswanya sangat memadai. Selanjutnya, Bagas juga menegaskan bahwasanya perjalanan di perkuliahan sebenarnya bukanlah sebuah akhir, akan tetapi awal untuk menghadapi dunia yang sebenarnya. menegaskan bahwa soft skill tidak boleh hanya dipelajari, tetapi harus dipraktikkan dalam kegiatan nyata.

Sesi talkshow series #1 ditutup dengan closing statement dari kedua pemateri.  “Saya mengutip dari Suhoki, “Hidup itu ada dua pilihan, menjadi seorang apatis, atau mengikuti arus. Akan tetapi, Suhoki mejawabnya dengan keinginan untuk menjadi manusia merdeka,” merdeka disini adalah keinginan untuk mengembangkan Potensi serta hal-hal yang ingin saya miliki, menjadi manusia yang sebentar-benarnya,” ungkap Ilham menyampaikan pesan penutup. Pesan ini diperkuat dengan penyampaian pesan penutup oleh Bagas, “Perjalanan masih panjang, jangan terlalu tertekan dengan pencapaian orang lain. Gunakanlah fasilitas yang ada di kampus dengan sebaik mungkin, bangun koneksi dan komunikasi dengan dosen, sesama mahasiswa, serta senior. Galilah ilmu sebanyak-banyaknya dan seringlah menjadi gelas kosong. Jangan lupa banggakanlah almamater kita” pesan Bagas.

 

 

BELAJAR BERJAM-JAM TAPI MASIH BELUM PAHAM?

Halo Dahlan Muda!👋🏻

Pernahkah kamu merasa sudah belajar dengan keras, tapi tetap lupa? Mungkin bukan kamu yang salah, tapi caramu belajar yang belum tepat. Sini-sini, mimin kasih tau, “Strategi Belajar Efektif ala Mayer”

Menurut teori Mayer, otak memproses informasi lebih kuat saat kita menggabungkan kata, gambar, dan pengalaman pribadi. Itulah kunci agar ilmu “nempel di otak”.✨

Kalau dipikir-pikir,

seberapa sering kamu benar-benar memahami materi, bukan hanya mengejarnya untuk ujian?

✨Mari simak artikel terkait dengan strategi belajar:

Artikel Strategi Belajar

✨Yuk baca microblog kami di instagram:

https://www.instagram.com/p/DQRYQkMklwr/?igsh=NzFidWllanh5bzd3

Kalau butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap mendengarmu…

Hubungi e-counseling UAD di telegram atau melalui link berikut:

https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konselingsebaya #konselorsebayauad #uadjogja

✨ Bukan soal siapa yang paling keren… Tapi siapa yang paling asik diajak kerja bareng! 🤝😄

Di kampus, di organisasi, bahkan di dunia kerja nanti, yang dicari itu:
👉 Bukan yang paling pintar,
👉 Bukan yang paling banyak ngomong,
👉 Tapi yang paling nyaman diajak kerja sama!

Karena skill itu penting. Tapi attitude bikin kamu dicari orang. 💡

🎧 Dengerin obrolan seru kita di Podcast Unit Konseling Mahasiswa:
Gimana caranya biar jadi pribadi yang asik, positif, dan bikin suasana adem! 🍃

Stay tuned terus di Instagram kami:

https://www.instagram.com/reel/DMXtR47ys8a/?igsh=MTNjazkwdjEyNGJrcw==

———-
Kalau butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap menjadi pendengarmu.. ✨
Hubungi e-counseling UAD di telegram atau melalui link berikut:
https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konseling #konselorsebayauad #konselingsebaya #uadjogja #weareuad

BOUNDARIES PERSON: BILANG “NGGAK” ITU NGGAK JAHAT!

Sering nggak enakan? Padahal bilang “tidak” itu cara jaga diri, bukan berarti egois.
Personal boundaries = batas sehat secara fisik, emosional, dan mental.

Kenapa susah nolak?
➡ Takut disangka jahat
➡ Budaya “nggak enakan”
➡ Takut ditolak

Ingat:
✅ “Me time” itu bukan egois
✅ Menolak = menjaga energi
✅ Asertif ≠ kasar

❝Batasan itu pagar, bukan tembok. Dan kuncinya ada padamu.❞
Yuk, berani bilang “cukup” demi diri sendiri! 💪

Mari simak artikel terkait dengan Boundaries Person:

Artikel Boundaries Person

Yuk baca microblog kami di instagram:

https://www.instagram.com/p/DL_gPtdy8lv/?igsh=Zjh0OHljNjg1eGFy

Kalau butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap menjadi pendengarmu.. ✨

Hubungi e-counseling UAD di telegram atau melalui link berikut:
https://t.me/bimawaUADbot 

#melayanidenganamanah #konseling #konselorsebayauad #konselingsebaya #uadjogja #weareuad

BIMAWA Sukses Menyelenggarakan Pelatihan Konseling Sebaya se-DIY

Dokumentasi kegiatan Pelatihan Konseling Sebaya se-DIY

Pada hari Sabtu, 5 Juli 2025, pukul 12.30 hingga 16.00 WIB, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Konseling Sebaya se-DIY. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang-ruang kelas lantai 4 Gedung Utama Kampus 4 UAD dan diikuti oleh sebanyak 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini terbagi menjadi 10 kelas, dengan masing-masing kelas terdiri dari 20 mahasiswa dan didampingi oleh 1 orang mentor yang berpengalaman di bidang konseling.

Leli Fatmawati, salah satu mentor dalam pelatihan Konseling Sebaya se-DIY, memaparkan pentingnya peran konseling sebaya, terutama dalam lingkup pertemanan. Ia menekankan pelatihan yang telah dilaksanakan sangat penting agar peserta memahami bagaimana menjadi teman curhat yang baik, serta mampu menerapkan keterampilan konseling secara tepat “sehingga curhat tidak dilakukan secara asal, melainkan dengan kesadaran dan kepekaan yang mendukung” ujarnya.

Pada sesi materi kedua yang membahas tentang Time Management, Leli menambahkan “ketika kita memiliki waktu, maka kitalah yang seharusnya mengatur waktu tersebut—bukan sebaliknya, kita yang diatur oleh waktu” ujarnya. Ia mengajak peserta untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, salah satunya dengan menentukan skala prioritas, membuat daftar jadwal kegiatan harian, serta melakukan evaluasi mingguan terhadap kendala-kendala dalam pengelolaan waktu. Dengan begitu, setiap hambatan yang muncul dapat diperbaiki dan dikelola lebih baik di minggu berikutnya.

Rizki Adisyaputri selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar konseling secara praktis serta meningkatkan kemampuan dasar dalam time management. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting dalam mengelola peran, tanggung jawab akademik, serta proses pendampingan terhadap teman sebaya. Beliau juga menambahkan bahwa manfaat pelatihan ini sangat besar, khususnya bagi mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang pendidikan Bimbingan Konseling (BK) atau Psikologi. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami prinsip dasar konseling, meningkatkan empati dan keterampilan komunikasi, serta menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Diharapkan dari pelatihan ini akan terbentuk jaringan mahasiswa yang mampu berperan aktif sebagai konselor sebaya, siap memberikan bantuan awal secara tepat, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan suportif secara mental dan sosial.

Dokumentasi Role Play Konseling

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari para peserta. Salah satu peserta dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Hedi Ghozi Al Ghifari menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan, “karena selain dapat bertemu dengan teman-teman baru, peserta juga memperoleh banyak pembelajaran tentang konselor sebaya, manajemen waktu, serta kesempatan untuk langsung mempraktikkan ilmu yang didapat melalui sesi role play konseling” ujarnya. Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan kampus sehari-hari dan menjadi pendukung utama dalam mewujudkan kesejahteraan psikologis bagi komunitasnya

POV: supportive friend vs toxic friend 🤔

Pernah curhat tapi malah makin down?
Pernah juga disemangatin sama teman yang tulus?
Bedanya bisa kamu rasain banget…

🎥 Yuk tonton video pendek ini:
POV: Ketika Kamu Lagi Terpuruk, Dua Teman Ini Bereaksi Berbeda.
Satu menenangkan, satu menjatuhkan.
Kamu ada di posisi siapa? Atau… kamu temannya yang mana?

Stay tuned terus di instagram kami

https://www.instagram.com/reel/DLwUuvdSayo/?igsh=dXoyd2JuOTduZjdv
———-
Kalau butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap menjadi pendengarmu.. ✨
Hubungi e-counseling UAD di telegram atau melalui link berikut:
https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konseling #konselorsebayauad #konselingsebaya #uadjogja #weareuad
#SupportiveFriend #ToxicFriend #POVVideo #RefleksiDiri #TemanSejati