Talkshow Softskill Series #1 UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku

Bimawa UAD sukses menyelenggarakan Talkshow Softskill Series #1 yang bertajuk “UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku”  pada Sabtu, 8 November 2025. Talkshow tersebut diselenggarakan secara daring pada kanal YouTube Bimawa UAD pukul 14.00 – 15.00 WIB yang dipandu oleh Faza Warda Nadilla. Para pemateri dalam talkshow tersebut merupakan alumni dari Universitas Ahmad Dahlan yaitu Ilham Jul Aiman, S.Kom, alumni program studi Sistem Informasi angkatan 2021 dan Bagas Al-Fajri, S.S., M.A. alumni program studi Sastra Inggris angkatan 2019.

Pada pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Ilham membuka sesi dengan menekankan urgensi softskill di era saat ini. Softskill penting untuk dimiliki dan dikembangkan  sebagai langkah awal mahasiswa baru dalam menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan dan proses dalam berkembang. Disampaikan pula bahwasanya keterampilan problem solving, pengelolaan waktu, keterampilan berpikir kritis, pencatatan agenda, serta keberanian dalam berkomunikasi juga menjadi kunci untuk menjadi pribadi yang berkembang Keterampilan-keterampilan tersebut dikembangkan secara optimal oleh Ilham melalui keikutsertaannya dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan organisasi kemahasiswaan yang lain, mengikuti riset dosen, serta mengembangkan keterampilan bekerja sama melalui tugas proyek kelompok.  “Softskill merupakan hasil dari pengalaman yang panjang saat kita menjadi seorang akademisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, materi kedua yang disampaikan oleh Bagas mengenai perjalanan manfaat dari pengembangan softskills yang didapatkan melalui Universitas Ahmad Dahlan, sehingga berkesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan bekerja di LDP Education. Pengalaman organisasi yang dilalui oleh Ilham dimulai sejak dirinya mendapatkan beasiswa Prestasi Akademik hingga menjabat sebagai ketua dalam berbagai organisasi kemahasiswaan serta menjadi wisudawan terbaik program studi Sastra Inggris. Disinilah Ilham menyadari bahwasanya fasilitasi dukungan dari teman sebaya, para dosen, serta kampus terhadap mahasiswanya sangat memadai. Selanjutnya, Bagas juga menegaskan bahwasanya perjalanan di perkuliahan sebenarnya bukanlah sebuah akhir, akan tetapi awal untuk menghadapi dunia yang sebenarnya. menegaskan bahwa soft skill tidak boleh hanya dipelajari, tetapi harus dipraktikkan dalam kegiatan nyata.

Sesi talkshow series #1 ditutup dengan closing statement dari kedua pemateri.  “Saya mengutip dari Suhoki, “Hidup itu ada dua pilihan, menjadi seorang apatis, atau mengikuti arus. Akan tetapi, Suhoki mejawabnya dengan keinginan untuk menjadi manusia merdeka,” merdeka disini adalah keinginan untuk mengembangkan Potensi serta hal-hal yang ingin saya miliki, menjadi manusia yang sebentar-benarnya,” ungkap Ilham menyampaikan pesan penutup. Pesan ini diperkuat dengan penyampaian pesan penutup oleh Bagas, “Perjalanan masih panjang, jangan terlalu tertekan dengan pencapaian orang lain. Gunakanlah fasilitas yang ada di kampus dengan sebaik mungkin, bangun koneksi dan komunikasi dengan dosen, sesama mahasiswa, serta senior. Galilah ilmu sebanyak-banyaknya dan seringlah menjadi gelas kosong. Jangan lupa banggakanlah almamater kita” pesan Bagas.