Bimawa UAD Selenggarakan Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital

 

 

 

 

 

Dokumentasi Kegiatan Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital

Yogyakarta – Sabtu, 05/07/2025 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Unit Konseling Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) menggelar Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Amphitarium Lantai 9 Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan tersebut dihadiri oleh 80 Pengelola Kemahassiswaan Perguruan Tinggi Se-DIY dan 11 FORPIMAWA DIY. Kegiatan tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan Konseling Sebaya Se-DIY tersebut dimulai pada pukul 07.30 WIB.

Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni menegaskan bahwa hadirnya digitalisasi membawa tantangan baru bagi kesehatan mental mahasiswa. “Perkembangan digital memang menawarkan kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Ini yang harus kita siapkan bersama,” ujarnya. Hal ini juga diperkuat oleh Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H selaku Ketua FORPIMAWA DIY, yang menyampaikan pentingnya penguatan mental agar mahasiswa mampu menghadapi tekanan yang semakin berat, “Tekanan yang dihadapi mahasiswa saat ini semakin berat. Mereka membutuhkan pendampingan dan penguatan mental agar mampu bertahan dan meraih kesuksesan,” jelasnya.

Muhammad Iqbal Fauzi, S.E. melalui sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital. Ketua Tim Pembelajaran dan Kemahasiswaan LDIKTI Wilayah V DIY tersebut menekankan akan pentingnya pendampingan bagi mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental karena hal berkorelasi dengan capaian prestasi yang dimiliki oleh mahasiswa, “Untuk memunculkan prestasi yang baik, dibutuhkan juga kesehatan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Muchlas, M.T., Rektor Universitas Ahmad Dahlan, menyoroti media sosial yang kerap memicu stres dan berharap seminar ini menjadi sarana edukasi untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa, “Media sosial seringkali menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa. Melalui seminar ini, kami ingin memberikan edukasi agar mahasiswa mampu bijak dalam bermedia dan menjaga kesehatan mental mereka,” tuturnya.

Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Ketua IBKPT ABKIN, menjelaskan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah permasalahan mengenai kesehatan mental. Ia memaparkan, kesehatan mental mahasiswa zaman sekarang dan dulu itu berbeda. Hal tersebut dipicu oleh dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memicu stres berlebihan. Ia juga mengungkapkan sumber stres itu dilatarbelakangi oleh rasa marah, obsesi, takut,  dan kesedihan, “Jika amarah kita sudah berlebihan, maka cara menghadapinya adalah dengan menggunakan strategi teknik pengambilan nafas 3-3-6,” ujarnya membagikan tips.

MASALAH_KESEHATAN_MENTAL_GEN_Z

Dr. Suwarjo, M.Si., Wakil Dekan Fakultas Psikologi UNY, menambahkan bahwa jebakan pikiran seringkali menjadi akar masalah, “Perasaan itu muncul dari pikiran, dan tidak semua pikiran kita selalu benar. Kadang kita terjebak di dalamnya sampai lupa cara bahagia,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan teman sebaya, “Melalui teman sebaya, kita bisa saling mendengarkan, memberikan perhatian, dan menghubungkan kebutuhan satu sama lain. Prinsipnya sederhana, yaitu look, listen, and link,” pungkasnya.

TEMAN SEBAYA DAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA DI ERA DIGITAL (2025)

Dr. Berry Juliandi, S.Si., M.Si selaku Plt Direktur Belmawa Ditjen Dikti dalam pemaparannya menjelaskan mengenai faktor-faktor penyebab masalah mental pada mahasiswa, di antaranya problematika klasik, yaitu adanya tekanan akademik. Selain itu, dampak dari masalah mental adalah menurunnya prestasi akademik, “Masalah kesehatan mental dapat berdampak luas pada mahasiswa, mulai dari menurunnya prestasi akademik, terganggunya hubungan sosial, hingga penurunan produktivitas dan fungsi harian,” ujarnya.

PPT Rekomendasi Kebijakan terkait Kesehatan Mental di Perguruan Tinggi

Seminar yang diikuti oleh 221 mahasiswa dari 74 perguruan tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mengundang banyak antusias dari mahasiswa, salah satunya Faturahman Djaguna mahasiswa Universitas Jendral Ahmad Yani Yogyakarta dari Program Studi Hukum. Ia memberikan kesannya dalam mengikuti seminar, “Banyak hal yang saya dapatkan dari seminar kali ini, mulai dari cara mengelola emosi dengan baik dan ilmu-ilmu lainnya mengenai kesehatan mental yang tentunya sangat bermnafaat,” ungkapnya, “Saya harap seminar ini dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi mahasiswa,” lanjutnya.

-Penulis: Intan Awalia Putri

 

Pelatihan Mini Course Expressive Writing 2025: Ekspresi Perasaan Melalui Tulisan

Gambar 1. Dokumentasi Salah Satu Kelas Pelatihan Mini Course Expressive Writing

 

Yogyakarta – 28/06/2025 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Unit Konseling Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) menyelenggarakan Pelatihan Mini Course Expressive Writing yang diselenggarakan secara luring pada tanggal 28 Juni 2025, pukul 13.30 – 16.00 WIB.

Pelatihan yang menggaet lebih dari 100 peserta ini dibagi ke dalam 5 kelas kecil dengan masing-masing kelas didampingi oleh satu mentor. Para mentor tersebut di antaranya ialah, Hurina Nasibatun Sholehah, Rena Legia Dermayu, Rizki Adisyaputri, Haffah Ghina Nafisa, Nisrina Nurfi Aziza, dan Desi Litasari.

Hadirnya Pelatihan Mini Course Expressive memiliki tujuan untuk melatih mahasiswa UAD agar dapat mengeskpresikan perasaaanya melalui tulisan. Melalui tujuan tersebut, diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menjadi salah satu cara agar emosi dan perasaan mahasiswa tidak terpendam yang dikhawatirkan akan menjadi faktor pendukung stres. Hal tersebut dipaparkan oleh PIC kegiatan tersebut, yaitu Hurina Nasibatun Sholehah.

“Melalui Pelatihan  Mini Course Expressive Writing bertujuan untuk melatih mahasiswa agar dapat mengeskpresikan perasaan mereka melalui tulisan,” ujarnya “Oleh karena itu saya berharap agar melalui kegiatan ini dapat menjadi wadah yang mampu membuat mahasiswa lebih terbuka dan mampu mengutarakan isi hatinya,” sambungnya.

Harapan tersebut sejalan dengan kesan yang disampaikan oleh salah satu peserta pelatihan, yaitu Iring Patrialis Ananda, Mahasiswa Teknik Industri angkatan 2024. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan Mini Course Expressive Writing ini terasa menyenangkan dan memberikan pengalaman baru dalam mengekspresikan diri.

“Kegiatan Pelatihan Mini Course Expressive Writing ini sangat seru dan menyenangkan,” ujarnya. Peserta tersebut juga berpesan agar kita dapat terus belajar untuk jujur dalam menulis, sebab kejujuran adalah bagian penting dalam mengungkapkan perasaan dan menjadi diri sendiri melalui tulisan.

Penulis: Intan Awalia Putri

🧠 Problem? Tekanan? Bingung harus mulai mikir dari mana? Yuk kenalan sama metode yang bisa bantu kamu mikir lebih jernih & tahan banting: 🎩 Six Thinking Hats.

Dalam hidup, kita nggak bisa lepas dari masalah. Tapi yang bikin kita tumbuh adalah cara kita meresponsnya.

Metode Six Thinking Hats ngajarin kita untuk:
✔ Melihat masalah dari berbagai sisi (bukan cuma satu sudut pandang)
✔ Nggak cuma ngandelin logika, tapi juga dengerin emosi dan intuisi
✔ Lebih tangguh, adaptif, dan kreatif dalam menyelesaikan tantangan

Setiap “topi” punya fungsinya:
🔍 Putih – fokus ke fakta
❤ Merah – akui perasaan & intuisi
⚠ Hitam – pertimbangkan risiko
🌞 Kuning – lihat harapan & peluang
🌱 Hijau – keluarkan ide baru
🔵 Biru – atur alur berpikir

✨ Berpikir seimbang = problem solving yang matang + resiliensi yang kuat.
Bukan tentang selalu kuat, tapi tentang tahu cara berpikir yang bikin kamu bertahan & berkembang 🌱

Stay tuned terus di Instagram kami untuk konten-konten selanjutnya:

https://www.instagram.com/reel/DLMryoFys4L/?igsh=MWlwNDN3ejRkdzlhNw==

Kalau kamu butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap mendengarkanmu ✨
Hubungi e-counseling UAD via Telegram atau langsung klik link berikut:
🔗 https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konseling #konselorsebaya #uadjogja
#SixThinkingHats #ProblemSolving #Resiliensi #CaraBerpikirSehat #Psikologi #MentalStrength #SelfGrowth

💥 Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan 💥

Halo Dahlan Muda! 🙌🏻

Pernah merasa hidup makin penuh tekanan? Kadang tuntutan, ekspektasi, dan rasa cemas datang bersamaan. Tapi tahukah kamu? Tekanan gak selalu berarti kelemahan — kadang justru jadi titik balik lahirnya kekuatan diri.

Yuk, jelajahi microblog terbaru kami dan temukan cara mengelola tekanan menjadi bahan bakar pertumbuhan diri🌱 di Instagram kami:

https://www.instagram.com/p/DK4StOoyUK0/?igsh=M2Jqa2xqcDE0dTNu

Baca juga artikel kami:

Artikel Resiliensi

———————-

Kalau kamu butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap mendengarkanmu ✨

Hubungi e-counseling UAD via Telegram atau langsung klik link berikut:

https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konseling #konselorsebaya #uadjogja

🎥 SEMUA ORANG PUNYA MASALAH, TAPI NGGAK SEMUA ORANG MAU BANGKIT💪

Di balik senyuman mahasiswa, ternyata ada banyak cerita yang nggak kelihatan. Mulai dari tekanan kuliah, masalah keluarga, sampai rasa ingin menyerah…

Tapi mereka memilih untuk bangkit ✨
Di video ini, kamu akan lihat perjuangan nyata para mahasiswa menghadapi masalah mereka dan bagaimana mereka menemukan jalan keluar.

🌱 Kamu nggak sendiri. Dan kamu juga bisa bangkit.

Stay tuned terus di Instagram kami:

https://www.instagram.com/reel/DKl-Su9SQGA/?igsh=MWpxOWM0ZWlncThxNA==

——
Butuh tempat untuk berbagi?
Konselor Sebaya siap mendengarkan kamu.
Hubungi e-counseling UAD via Telegram:
https://t.me/bimawaUADbot

#konselinguad #melayanidenganamanah #uadjogja #konselorsebaya

[Menyelami Fenomena Zoombiescroll atau doomscrolling!]

Kamu pernah nggak sih, buka HP cuma mau 5 menit, tapi tau-tau udah 1 jam scroll gak jelas?

Itu namanya *zombie scroll* atau *doomscrolling*—dan tanpa sadar, ini bisa bikin otak kita lelah, stres, bahkan burnout! Yuk tonton dan simak, biar lebih sadar dan bisa jaga kesehatan mental juga.

Stay tuned terus di Instagram kami untuk konten-konten selanjutnya

https://www.instagram.com/reel/DKCRnvByqy-/?igsh=b243dWlxcHlyeDUz

——

Butuh tempat untuk berbagi?

Konselor Sebaya siap mendengarkan kamu.

Hubungi e-counseling UAD via Telegram:

https://t.me/bimawaUADbot

#konselinguad #melayanidenganamanah #uadjogja #konselorsebaya

Launching Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi Bagi Mahasiswa Angkatan 2024

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Unit Konseling Mahasiswa di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni, telah melaksanakan kegiatan Launching Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi Bagi Mahasiswa Angkatan 2024 dengan tema “Peran UAD Merawat Kesejahteraan Mahasiswa” pada Kamis, 22 Mei 2025 pukul 09.30 hingga 11.30 WIB di Amphitarium Lantai 9 Gedung Utama Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka secara resmi Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi di Universitas Ahmad Dahlan. Program konseling sebaya ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya termasuk pada tahun 2025 ini. Dengan jumlah konselor sebaya prodi yang meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 100 konselor sebaya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa masih banyak mahasiswa yang mengalami permasalahan pribadi yang tidak terkomunikasikan, sehingga berdampak pada kesehatan mental dan proses belajar di kampus. Sebagai langkah pencegahan, UAD menghadirkan program konseling sebaya di tingkat program studi. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat saling mendukung, menjadi tempat berbagi, serta menciptakan ruang curhat yang aman dan nyaman. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak universitas dan program studi.

Acara ini menghadirkan 2 narasumber yaitu bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, dan Rena Legia Dermayu, S.Psi selaku Koordinator Konselor Sebaya Tingkat Universitas.

Pelatihan Gambar 1. Pemaparan Materi

Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., selaku narasumber pertama dalam kegiatan konseling sebaya yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menyampaikan pentingnya keterlibatan mahasiswa baru angkatan 2024 dalam berbagai program dan kegiatan kampus. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pencapaian besar tidak dapat diraih tanpa melalui proses persiapan yang panjang. “Tidak ada pencapaian yang besar tanpa persiapan yang panjang,” ujarnya, sembari mengajak mahasiswa untuk mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di lingkungan kampus. Lebih lanjut, Dr. Caraka menekankan peran penting mentor dalam mendampingi mahasiswa angkatan 2024 agar tetap konsisten berada di jalur yang benar serta selektif dalam memilih kegiatan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua hal yang tampak penting harus diikuti, melainkan perlu adanya kemampuan untuk menentukan prioritas. “Sejatinya, kita sedang belajar memilih prioritas. Memang tampaknya semua penting, tetapi ada yang lebih penting, yaitu menata hidup,” tuturnya. Dr. Caraka juga memberikan pesan inspiratif kepada para mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh pencapaian orang lain dan lebih fokus pada penguatan diri sendiri. “Beratnya kita yang penting adalah memantapkan diri. Jangan membandingkan diri dengan orang lain,” pungkasnya.

Pelatihan Gambar 2. Pemaparan Materi

Narasumber kedua, Rena Legia Dermayu, S.Psi., menyampaikan materi terkait Teknis Pelaksanaan Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi. Dalam pemaparannya, beliau mengawali dengan penjelasan mengenai peran utama konseling sebaya, yaitu untuk mendampingi mahasiswa angkatan 2024 agar tetap konsisten dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah dirancang, guna mendukung kelancaran proses studi mereka. Selanjutnya, Rena Legia Dermayu, S.Psi., menjelaskan secara rinci mengenai aspek teknis pelaksanaan program konseling sebaya di tingkat program studi. Penjelasan mencakup teknis pelaksanaan kegiatan di dalam kelas, penyusunan timeline kegiatan, pemilihan media pelaksanaan, serta materi yang akan dibahas pada setiap pertemuan konseling sebaya. Dengan penjelasan tersebut, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam program konseling sebaya memiliki pemahaman yang jelas dan menyeluruh mengenai pelaksanaan program, serta dapat menjalankan perannya secara optimal.

Pada kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami tujuan dari program konseling sebaya tingkat program studi ini,dan mahasiswa angkatan 2024 dapat memahami tujuan dari program konselor sebaya program studi.Penting bagi mereka untuk menyadari bahwa konselor sebaya hadir sebagai teman sebaya yang siap membantu dalam menghadapi tantangan akademik maupun persoalan pribadi secara lebih dekat dan terbuka.

Podcast Ciri-Ciri Brain Rot: Ngerasa Capek Tanpa Alasan? Waspada!!! 😲

Mungkin kamu lagi ngalamin brain rot. Itu kondisi saat otak “lelah” karena kebanyakan konsumsi konten digital yang nggak berkualitas.🧠

⁉️Ciri-cirinya:⁉️
– Nggak semangat, tapi nggak tahu alasannya
– Susah fokus & gampang capek walau baru bangun
– Nggak bisa ngerasain emosi secara utuh (datar, mati rasa.
– Ngebandingin diri sama hidup orang di medsos
– Scroll medsos terus sampe lupa waktu
– Gelisah kalau HP nggak ada sinyal atau ketinggalan

Tenang, ini bisa dikendalikan. Gak harus putus dari internet, tapi yuk mulai sadar dan bijak.🌻

Dengarkan podcast kami yang lainnya di Instagram:

https://www.instagram.com/reel/DJynI7jyT5s/?igsh=MXQ1eHczaTc0dm1zNA==

Butuh tempat untuk berbagi?
Konselor Sebaya siap mendengarkan kamu.

Hubungi e-counseling UAD via Telegram:
https://t.me/bimawaUADbot

#brainrot #melayanidenganamanah #konselinguad #konselorsebaya #uadjogja

📣 Brain Rot Mode ON! “Saatnya Kenali Sebelum Kebablasan!”

Halo, Dahlan Muda! 👋
Akhir-akhir ini ngerasa waktu habis scroll medsos, nonton konten receh, tapi ujung-ujungnya… otak zonk? 😵‍💫
Yup, bisa jadi kamu lagi kena Brain Rot!

❓ Apa itu Brain Rot?
Kenapa bisa bahaya?
Dan gimana caranya keluar dari mode “auto scroll sampai lupa waktu”?

Nah fenomena brain rot dikenal dengan istilah dirty consumption yaitu konsumsi konten digital secara terus menerus tanpa seleksi dan tanpa tujuan yang jelas.

Yuk, pelajari lebih dalam mengenai fenomena ini, lalu gimana langkah-langkah yang tepat untuk mencegahnya, dengan melihat microblog di Instagram kami:

https://www.instagram.com/p/DJk9U8xy9B2/?img_index=4&igsh=ZXdncXI1b2UyN3U=

Baca juga artikel kami di bawah ini:

Artikel Brain Rot

📌Karena kenal dulu lebih baik daripada nyesel belakangan.
Stay waras, stay kritis.

Butuh tempat untuk berbagi?
Konselor Sebaya siap mendengarkan kamu.
Hubungi e-counseling UAD via Telegram:
https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konselinguad #konselorsebaya #uadjogja #bootcampkonselorsebaya2025 #kitabisasalingjaga #peercounselor #healingstepbystep #forgivenessjourney #supporteachother

PKK Bimawa UAD Selenggarakan Mini Course Growth Mindset 2025: Cara Berpikir untuk Terus Berkembang, Bukan Membatasi Diri

Dokumentasi Kegiatan oleh PKK Bimawa

Bidang Pengembangan Karakter dan Kemahasiswaan (PKK), Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Mini Course Growth Mindset dengan tema Cara Berpikir untuk Terus Berkembang, Bukan Membatasi Diri pada 03 Mei 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 60 mahasiswa tersebut diselenggarakan secara luring di Kampus 4 UAD pada pukul 08.00 – 12.00 WIB dengan dua sesi, yaitu sesi pemaparan materi dan pelatihan.

Mini Course Growth Mindset merupakan pelatihan yang diberikan oleh PKK Bimawa untuk membina mahasiswa agar memiliki pemikiran yang berkembang. Kegiatan tersebut diisi oleh dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Caraka Putra Bhakti, M. Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD dan Cut Munika Bastia, M. Pd yang merupakan mahasiswa S3 BK UNY.

Cut Munika Bastia, M. Pd yang merupakan mahasiswa S3 BK UNY menyampaikan mengenai pemikiran yang berkembang dan berbagai macam kasusnya. Ia pun berbagi pengalamannya saat menjadi seorang konselor di kampusnya dan membagikan kisah unik tentang manfaat dari Growth mindset.

“Melalui pelatihan ini, semoga dapat menjadi wawasan baru bagi kita semua tentang pentingnya Growth mindset karena pikiran yang stuck terhadap masalah dan keluh kesah saja tidak akan memberikan kita apa-apa,”

Materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Caraka Putra Bhakti , M.Pd menekankan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya Growth mindset di antaranya adalah karena pengalaman dan ego yang dimiliki. Ia memberikan tips agar menumbuhkan pemikiran yang bertumbuh, yaitu dengan cara bersyukur dan bertempur. Ia pun memberikan kesempatan kepada peserta untuk dapat menuliskan dampak positif dan negatif berkuliah di UAD sebagai upaya menyadarkan peserta untuk dapat menumbuhkan pemikiran yang berkembang. Selain itu, ia memberikan imbauan agar para peserta dapat menjadi mahasiswa yang tidak kalut dalam ketakutan untuk berkembang dan mengurangi kegiatan yang dapat menyebabkan fixed mindset semakin melekat dalam keseharian.

“Pemikiran yang berkembang dapat terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, ketika banyak tantangan dalam hidup, bukannya mengeluh tetapi kita dapat menganggapi hal tersebut secara berani dan bersedia keluar dari zona nyaman, maka hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan Growth mindset” ujarnya.

Hadirnya kegiatan tersebut mengundang antusias dari para mahasiswa, salah satunya adalah Amanda Stefaniya dari Program Studi PVTE 2024. Menurutnya kegiatan pelatihan ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman baru, terutama dalam merubah pola pikirnya. “Menurut saya, melalui kegiatan ini saya jadi menyadari tentang pentingnya memiliki pemikiran yang berkembang dalam artian dapat memberikan saya keberanian untuk keluar dari zona nyaman saya dan saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan karena dapat memberikan wadah berposes bagi mahasiswa,” ungkapnya.

 

Penulis: Intan Awalia Putri