Univesitas Ahmad Dahlan Sukses Adakan Launching Program Konseling Sebaya Prodi bagi Mahasiswa 2025

Pada Kamis, 24 April 2026, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Launching Program Konselor Sebaya Tingkat Program Studi bagi mahasiswa angkatan 2025  dengan tema Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi. Program yang diinisiasi oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) ini bertujuan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan relasi setara antar teman sebaya  yang bertempat di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) Salwa Ovi Safitri (Mahasiswa Sastra Inggris Angkatan 2024) dan Fachni Motthya Akbar (Mahasiswa Psikologi Angkatan 2023). Kegiatan ini dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UAD, dan Sang Surya sebagai bentuk penghormatan dan penanaman nilai kebangsaan serta identitas institusi. Beranjak pada sesi sambutan yang diawali dengan Laporan Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD. Dalam laporannya, Bapak Caraka menyampaikan,” Program ini merupakan program yang diselenggarakan dalam rangka untuk menguatkan adik-adik dalam persiapan adaptasi, menyesuaikan dengan hal-hal kegiatan di kampus yang bersifat akademik dan non akademik. Sehingga, namanya konselor sebaya karena patennya namanya itu sebenarnya kegiatannya lebih ke pendampingan adik-adik mahasiswa dalam penguatan koping diri”.

Sambutan selanjutnya serta membuka acara Launching Program disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., yang memberikan arahan serta motivasi terkait pentingnya peran mahasiswa dalam penguatan karakter dan kontribusi di lingkungan kampus. Pak Gatot menyampaikan pesannya bahwa,” Kakak semuanya, sejak kakak diterima menjadi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan diawali dengan registrasi, dinyatakan diterima menjadi mahasiswa punya kartu mahasiswa. Saat itu juga, kami Universitas Ahmad Dahlan memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan saudara mulai dari perkuliahan awal sampai nanti keluar saudara diwisuda. Itu menjadi tanggung jawab kami. Kami harus memastikan ini semuanya kakak-kakak semuanya lancar di dalam studinya. Akademiknya bagus ya, nonakademiknya juga bagus”.

Beranjak pada acara inti dengan tiga sesi penyampaian materi dengan dipandu oleh Faza Warda Nadilla (Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023) selaku moderator. Sesi pertama disampaikan oleh oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., (Ketua Ikatan Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi ABKIN) dengan materi “Mengenal Gen-Z dari Potensi Besar, Tantangan Mental dan Harapan”. Dalam sesi ini dibahas karakteristik generasi Z, potensi yang dimiliki, serta tantangan kesehatan mental yang dihadapi di era modern. “Tekanan akademik, ekspektasinya keluarga, konflik, tekanan medsos memiliki dampak terhadap prestasi akademik, emosi sehari-hari dan hubungan sosial. Sehingga, stress bukan lemah, tekanan yang terjadi sebagai bentuk alamiah.”

Sesi materi kedua disampaikan oleh Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., (Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan) dengan materi berjudul “Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi”. Materi ini menekankan pentingnya peran institusi dalam membentuk mahasiswa yang resilien dan berdaya saing, “Jika kuliah adalah membeli pengalaman, maka tugas universitas dalam memberikan peluang dan kesempatan” ungkapnya

Pada sesi ketiga, Tresna Widianti Nurrahmah (mahasiswa Psikologi Angkatan 2023) selaku Konselor Sebaya Universitas menyampaikan materi berjudul “Program Konselor Sebaya Prodi: Bertumbuh, Bermakna, Berdampak”, yang menjelaskan konsep, tujuan, serta implementasi program konselor sebaya sebagai upaya strategis dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang untuk mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya peran konselor sebaya dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi (Faza).