Univesitas Ahmad Dahlan Sukses Adakan Launching Program Konseling Sebaya Prodi bagi Mahasiswa 2025

Pada Kamis, 24 April 2026, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Launching Program Konselor Sebaya Tingkat Program Studi bagi mahasiswa angkatan 2025  dengan tema Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi. Program yang diinisiasi oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) ini bertujuan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan relasi setara antar teman sebaya  yang bertempat di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) Salwa Ovi Safitri (Mahasiswa Sastra Inggris Angkatan 2024) dan Fachni Motthya Akbar (Mahasiswa Psikologi Angkatan 2023). Kegiatan ini dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UAD, dan Sang Surya sebagai bentuk penghormatan dan penanaman nilai kebangsaan serta identitas institusi. Beranjak pada sesi sambutan yang diawali dengan Laporan Bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD. Dalam laporannya, Bapak Caraka menyampaikan,” Program ini merupakan program yang diselenggarakan dalam rangka untuk menguatkan adik-adik dalam persiapan adaptasi, menyesuaikan dengan hal-hal kegiatan di kampus yang bersifat akademik dan non akademik. Sehingga, namanya konselor sebaya karena patennya namanya itu sebenarnya kegiatannya lebih ke pendampingan adik-adik mahasiswa dalam penguatan koping diri”.

Sambutan selanjutnya serta membuka acara Launching Program disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., yang memberikan arahan serta motivasi terkait pentingnya peran mahasiswa dalam penguatan karakter dan kontribusi di lingkungan kampus. Pak Gatot menyampaikan pesannya bahwa,” Kakak semuanya, sejak kakak diterima menjadi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan diawali dengan registrasi, dinyatakan diterima menjadi mahasiswa punya kartu mahasiswa. Saat itu juga, kami Universitas Ahmad Dahlan memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan saudara mulai dari perkuliahan awal sampai nanti keluar saudara diwisuda. Itu menjadi tanggung jawab kami. Kami harus memastikan ini semuanya kakak-kakak semuanya lancar di dalam studinya. Akademiknya bagus ya, nonakademiknya juga bagus”.

Beranjak pada acara inti dengan tiga sesi penyampaian materi dengan dipandu oleh Faza Warda Nadilla (Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023) selaku moderator. Sesi pertama disampaikan oleh oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, S.Pd., M.Pd., (Ketua Ikatan Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi ABKIN) dengan materi “Mengenal Gen-Z dari Potensi Besar, Tantangan Mental dan Harapan”. Dalam sesi ini dibahas karakteristik generasi Z, potensi yang dimiliki, serta tantangan kesehatan mental yang dihadapi di era modern. “Tekanan akademik, ekspektasinya keluarga, konflik, tekanan medsos memiliki dampak terhadap prestasi akademik, emosi sehari-hari dan hubungan sosial. Sehingga, stress bukan lemah, tekanan yang terjadi sebagai bentuk alamiah.”

Sesi materi kedua disampaikan oleh Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., (Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan) dengan materi berjudul “Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi”. Materi ini menekankan pentingnya peran institusi dalam membentuk mahasiswa yang resilien dan berdaya saing, “Jika kuliah adalah membeli pengalaman, maka tugas universitas dalam memberikan peluang dan kesempatan” ungkapnya

Pada sesi ketiga, Tresna Widianti Nurrahmah (mahasiswa Psikologi Angkatan 2023) selaku Konselor Sebaya Universitas menyampaikan materi berjudul “Program Konselor Sebaya Prodi: Bertumbuh, Bermakna, Berdampak”, yang menjelaskan konsep, tujuan, serta implementasi program konselor sebaya sebagai upaya strategis dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang untuk mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya peran konselor sebaya dalam mendukung kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi (Faza).

Universitas Ahmad Dahlan Adakan Orientasi Konselor Sebaya Tingkat Program Studi

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Unit Konseling Mahasiswa di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (PKK Bimawa) kembali menyelenggarakan kegiatan  Orientasi Pembekalan Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada Sabtu, 18 April 2026 Acara ini digelar di Ruang Sidang Bersama Fakultas Teknik Industri (FTI) Kampus 4 UAD.

Program ini mengangkat tema “Mendampingi Mahasiswa UAD Menuju Generasi Tangguh, Adaptif, dan Berprestasi” dengan tujuan untuk membekali para konselor sebaya dengan pelatihan khusus berupa pengetahuan dan keterampilan dasar konseling dalam mendampingi mahasiswa 2025 di lingkungan program studinya masing-masing.

Acara ini dibuka dengan laporan pelaksanaan program konseling sebaya oleh Kepala Bidang PKK BIMAWA Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwasanya terdapat 100 konselor sebaya yang akan mendukung proses akademik maupun non-akademik mahasiswa 2025. “Kita memiliki 89 konselor sebaya progam studi dan dan 11 konselor sebaya universitas. Denga total 100 konselor sebaya yang ada di lingkungan UAD. Para konselor inilah yang nanti akan membantu para mahasiswa 2025 dalam menghadapi permasalahan yang sering terjadi. Permasalahan utama yang sering terjadi adalah kecemasan, manajemen waktu, dan masalah terkait fokus”. Selanjutnya, acara ini dibuka secara resmi oleh Choirul Fajri, S.I.Kom. M.A. selaku Kepala Bimawa UAD. Dalam sambutannya, ia menekankan betapa pentingnya peran konselor sebaya dalam membangun suasana kampus yang sehat, optimis, serta mampu menunjang perkembangan mahasiswa baik secara emosional maupun akademik. Choirul Fajri menyampaikan, “Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kita tetap perlu menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja, melainkan sesuatu yang kita upayakan dan ciptakan sendiri. Jadi, ikutilah program pelatihan ini  dengan bahagia, sehingga bisa membantu mahasiswa 2025 dalam bertumbuh”. Choirul Fajri pun mengajak seluruh peserta untuk mengikuti program pembekalan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendampingi sesama mahasiswa.

Acara tersebut juga menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yaitu Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd. (Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD), Mufied Fauziah, M.Pd. (Dosen Bimbingan dan Konseling UAD), serta Rinda Kumala Wati, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi UAD).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan berbagai manfaat, antara lain ilmu dan wawasan konseling praktis, e-sertifikat, serta berkesempatan untuk menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai program studi. Melalui kegiatan konseling sebaya inilah UAD terus konsistensi terhadap komitmennya dalam berperan untuk membentuk mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan berprestasi, serta menciptakan lingkungan kampus yang suportif dan peduli terhadap kesehatan mental. (Faza)

Talkshow dan Sharing Session Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa

Pada hari Jumat, 19 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Talkshow dan Sharing Session dengan tema “Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa”. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00–11.20 WIB dan dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung YouTube PKK Bimawa Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Hurina Nasibatun Sholehah, yang merupakan konselor sebaya Universitas Ahmad Dahlan. Pada kesempatan ini, kegiatan menghadirkan lima narasumber yang merupakan konselor sebaya dari berbagai universitas di Yogyakarta, yaitu Alisha Namira dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Muh. Farhan A., mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Pretty Elga D., mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Endi Mahmudi, mahasiswa Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, serta Syahla Erisa A., mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan.

Talkshow dengan tema “Peran Teman Sebaya dalam Merawat Kesehatan Mental Mahasiswa” ini disaksikan oleh 158 penonton melalui YouTube. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya peran konselor sebaya di masing-masing universitas dengan latar belakang dan pendekatan yang berbeda-beda.

Alisha Namira menjelaskan bahwa konselor sebaya di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mendapatkan perhatian yang cukup baik. Beberapa program telah dijalankan, seperti konseling individu serta kegiatan bimbingan bagi mahasiswa baru. Muh. Farhan A. menyampaikan bahwa peran konselor sebaya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta lebih diarahkan sebagai teman yang memberikan dukungan secara emosional. Pretty Elga D. memaparkan bahwa di Universitas Atma Jaya Yogyakarta terdapat strategi yang membuat mahasiswa merasa lebih santai dan nyaman untuk bercerita, salah satunya melalui pendekatan berbincang santai seperti menikmati secangkir kopi. Endi Mahmudi dan Syahla Erisa A. memaparkan hasil kerja serta peran Unit Konseling Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa.

“Kadang, yang paling dibutuhkan bukan solusi, tapi seseorang yang mau duduk, mendengar, dan berkata: aku ada.”

Talkshow Softskill Series #3 bertema “Creating Career Path”

Kegiatan Talkshow Softskill Series #3 bertema “Creating Career Path” telah terselenggara pada Kamis, 20 November 2025, oleh Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) Universitas Ahmad Dahlan. Acara yang berlangsung pukul 14.00–15.00 WIB melalui siaran langsung YouTube Bimawa UAD ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengembangan soft skill dalam merancang jalur karier sejak dini. Kegiatan dipandu oleh moderator Hasna dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi.

Narasumber pertama, Mutiara Wilson Putri, menyampaikan materi mengenai pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan oleh UAD untuk melatih manajemen waktu dan manajemen prioritas. Ia menjelaskan bahwa kesempatan organisasi, pelatihan, dan program pengembangan diri dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, keterampilan public speaking, serta memperluas jaringan sebagai langkah melihat peluang karier. Materinya menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang apabila mampu memanfaatkan fasilitas kampus secara optimal.

Selanjutnya, Dwi Viona Nursetia berbagi perjalanan pribadinya dalam merancang karier sejak semester awal melalui keterlibatan dalam pelatihan soft skill dan pengalaman menjadi Co-Trainer. Ia menyampaikan bahwa dunia kerja berkembang sangat cepat, sementara kampus merupakan ruang aman untuk mencoba, gagal, dan belajar. Menurutnya, soft skill kini menjadi penentu utama kesuksesan karier, sehingga semakin cepat memulai, semakin cepat pula mahasiswa menemukan arah profesional yang sesuai.

Pada sesi berikutnya, Sobar Mubarokah menekankan alasan mengapa soft skills menjadi kunci masa depan. Ia menjelaskan bahwa soft skill membentuk mental yang tangguh, adaptif, dan siap berkembang di tengah berkembangnya zaman. Dalam pemaparannya, Sobar mengajak mahasiswa untuk membangun kesiapan mental sejak dini agar mampu menghadapi berbagai tantangan akademik maupun profesional. Sesi ini ditutup dengan pesan: “Arah masa depan tidak dibangun oleh hasil instan, tetapi oleh keberanian mengambil langkah pertama, kesabaran dalam proses, dan komitmen untuk terus bertumbuh setiap harinya.”

Narasumber berikutnya, Mawar Ledya S, memberikan pemahaman mengenai konsep soft skill yang meliputi komunikasi, kerja tim, adaptasi, kepemimpinan, manajemen waktu, serta empati. Ia menjelaskan bahwa penguasaan soft skill bukan hanya menunjang aktivitas akademik, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk keberhasilan di dunia kerja. Dalam penutupannya, Mawar menyampaikan kalimat reflektif: “Belajar bukan tentang tahu semuanya, tetapi tentang terus tumbuh setiap hari.”

Pemateri terakhir, Udhivatul Ulya, membagikan pengalaman berharga yang ia dapatkan selama menjadi Co-Trainer. Ia menceritakan proses belajar memahami karakter peserta, kemampuan improvisasi saat mendampingi kegiatan, hingga manajemen dinamika kelompok yang membentuk kepekaan sosialnya. Ia juga menuturkan momen berkesan ketika seorang peserta yang awalnya pendiam akhirnya berani tampil. Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan penguatan: “Setiap orang punya versinya masing-masing untuk bertumbuh. Jangan bandingkan perjalananmu. Cukup fokus pada satu hal: menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.”

Pelaksanaan talkshow berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berpartisipasi melalui kolom diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan untuk mengembangkan soft skill, memaksimalkan peluang, dan merancang masa depan secara lebih terarah. Berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi pelaksanaan Talkshow Softskill Series #3 “Creating Career Path”.

 

Talkshow Softskill Series #2 Part 2 “Prestasi adalah Tradisi Kami: Muda Berkarya, Kampus Berdaya”

 

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali
menyelenggarakan Talkshow Softskill Series #2 Part 2 pada Sabtu, 15 November 2025 secara
daring melalui kanal YouTube Bimawa UAD. Kegiatan ini mengangkat tema “Prestasi adalah
Tradisi Kami: Muda Berkarya, Kampus Berdaya” yang ditujukan untuk memberikan wawasan
kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya pengembangan soft skills dalam dunia
perkuliahan, organisasi, dan kompetisi.
Talkshow menghadirkan tiga mahasiswa berprestasi UAD sebagai narasumber:
Susilo Indah Rahayu (Ketua Tim P2MW 2025), Muhammad Rifqi Rahadi (Ketua PPKO IMM
Farmasi), dan Dinda Aisyah Rizqianingrum (Ketua Umum PKM Center). Acara dipandu oleh
Joelieta Amanda Granada selaku moderator.
Sebagai pemateri pertama, Susilo Indah Rahayu menekankan bahwa prestasi bukan tentang
kemampuan yang langsung terbentuk, melainkan tentang proses membangun kebiasaan positif,
keberanian mencoba, dan manajemen waktu selama menjadi mahasiswa. Susilo berbagi
pengalamannya memimpin tim P2MW 2025 serta strategi yang digunakan untuk menjaga
semangat dan produktivitas tim. Ia mengajak mahasiswa baru untuk percaya bahwa perubahan
besar berawal dari langkah kecil yang konsisten.
Selanjutnya, Muhammad Rifqi Rahadi memaparkan perkembangan prestasinya melalui berbagai
kompetisi dan kegiatan kepemimpinan. Ia menekankan bahwa soft skills bukan hanya pelengkap,
tetapi keterampilan inti yang memengaruhi keberhasilan dalam organisasi dan perkuliahan. Rifqi
menutup pengalamannya dengan pesan kuat, “Tidak ada batas kecuali yang kita ciptakan
sendiri.”
Pada sesi ketiga, Dinda Aisyah Rizqianingrum mengajak mahasiswa untuk berani mengambil
kesempatan selama berada di bangku kuliah. Melalui perannya di PKM Center, ia menegaskan
bahwa organisasi dan kompetisi menjadi ruang untuk membangun karakter, jejaring, dan
kompetensi yang tidak sepenuhnya dibahas di kelas. Dinda menyampaikan bahwa rasa gugup
dan kurang percaya diri adalah bagian dari proses, namun tidak boleh menjadi alasan untuk
berhenti mencoba. “Kesempatan tidak datang dua kali. Kalau tidak dicoba sekarang, kapan lagi?”
ujarnya.
Talkshow ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang diikuti dengan antusias oleh peserta.
Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan terkait pengembangan diri, organisasi,
serta strategi meraih prestasi di kampus. Para narasumber berharap mahasiswa baru UAD dapat
memulai langkah prestasi sejak awal perkuliahan, memanfaatkan peluang yang ada, dan terus
mengasah soft skill sebagai pondasi keberhasilan.

Talkshow Soft Skills Series 2 Part 1 “Prestasi Adalah Tradisi Kami: Bertumbuh Bersama Ormawa”

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan Talkshow Soft Skills Series 2 Part 1 bagi mahasiswa pada Jumat, 14 November 2024 yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bimawa UAD Jogja. Acara tersebut dipandu oleh Nisrina Nurfi Aziza selaku Moderator. “Prestasi Adalah Tradisi Kami: Bertumbuh Bersama Ormawa” merupakan tema yang diusung dalam acara tersebut dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Sher Naufal (Gubernur BEM Psikologi), Arif Setyawan (Gubernur BEM FKIP), Nuril Hilmi (Gubernur BEM Farmasi).

Pada sesi pemaparan pertama, Sher Naufal membahas pentingnya keberadaan organisasi mahasiswa sebagai wadah eksekusi gagasan dan ruang pertumbuhan diri. Ia menjelaskan bahwa Ormawa memiliki peran strategis sebagai kendaraan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu, kerja sama, dan pengelolaan emosi. Menurutnya, Ormawa tetap relevan karena mampu menjembatani teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Sher juga menekankan bahwa kuliah bukan sekadar tujuan, melainkan sarana untuk menjadi manusia yang bermanfaat, sejalan dengan nilai bahwa “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Sesi berikutnya diisi oleh Arif Setyawan, yang menceritakan perjalanan organisasinya mulai dari menjadi ketua umum, aktif di LSO prodi, hingga kini menjabat sebagai Gubernur BEM FKIP. Arif mengajak mahasiswa untuk berani mengambil peluang dan tidak hanya menunggu kesempatan datang. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk “menjemput bola” guna memperkaya pengalaman dan meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi tidak hanya membentuk karakter dan kedisiplinan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas akademik dan kemampuan sosial mahasiswa.

Materi ketiga disampaikan oleh Nuril Hilmi yang menegaskan bahwa organisasi merupakan sarana pembelajaran yang melampaui kelas. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa baru perlu mengenali potensi diri dan memilih organisasi sesuai minat agar proses pengembangan diri berjalan optimal. Nuril menyoroti bagaimana organisasi memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berdinamika, melatih kepemimpinan, serta melibatkan diri dalam berbagai kegiatan seperti kepanitiaan, program pendanaan kementerian, hingga kegiatan kemahasiswaan lainnya. Menurutnya, kuliah, organisasi, dan ibadah adalah tiga hal yang saling menopang dalam membentuk pribadi yang unggul dan berintegritas.

Dalam rangka mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, Talkshow Soft Skills Series 2 Part 1 ini menjadi ruang dialog yang menghadirkan pengalaman langsung dari para pengurus organisasi tingkat fakultas. Melalui pemaparan para narasumber, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya eksplorasi diri sejak awal perkuliahan, menentukan arah pengembangan minat organisasi, serta membangun keseimbangan antara akademik dan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan ini juga menegaskan kembali komitmen UAD dalam menyediakan fasilitas pembinaan karakter, kepemimpinan, dan soft skills yang relevan bagi kebutuhan mahasiswa di masa kini.

 

Talkshow Softskill Series #1 UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku

Bimawa UAD sukses menyelenggarakan Talkshow Softskill Series #1 yang bertajuk “UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku”  pada Sabtu, 8 November 2025. Talkshow tersebut diselenggarakan secara daring pada kanal YouTube Bimawa UAD pukul 14.00 – 15.00 WIB yang dipandu oleh Faza Warda Nadilla. Para pemateri dalam talkshow tersebut merupakan alumni dari Universitas Ahmad Dahlan yaitu Ilham Jul Aiman, S.Kom, alumni program studi Sistem Informasi angkatan 2021 dan Bagas Al-Fajri, S.S., M.A. alumni program studi Sastra Inggris angkatan 2019.

Pada pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Ilham membuka sesi dengan menekankan urgensi softskill di era saat ini. Softskill penting untuk dimiliki dan dikembangkan  sebagai langkah awal mahasiswa baru dalam menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan dan proses dalam berkembang. Disampaikan pula bahwasanya keterampilan problem solving, pengelolaan waktu, keterampilan berpikir kritis, pencatatan agenda, serta keberanian dalam berkomunikasi juga menjadi kunci untuk menjadi pribadi yang berkembang Keterampilan-keterampilan tersebut dikembangkan secara optimal oleh Ilham melalui keikutsertaannya dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan organisasi kemahasiswaan yang lain, mengikuti riset dosen, serta mengembangkan keterampilan bekerja sama melalui tugas proyek kelompok.  “Softskill merupakan hasil dari pengalaman yang panjang saat kita menjadi seorang akademisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, materi kedua yang disampaikan oleh Bagas mengenai perjalanan manfaat dari pengembangan softskills yang didapatkan melalui Universitas Ahmad Dahlan, sehingga berkesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan bekerja di LDP Education. Pengalaman organisasi yang dilalui oleh Ilham dimulai sejak dirinya mendapatkan beasiswa Prestasi Akademik hingga menjabat sebagai ketua dalam berbagai organisasi kemahasiswaan serta menjadi wisudawan terbaik program studi Sastra Inggris. Disinilah Ilham menyadari bahwasanya fasilitasi dukungan dari teman sebaya, para dosen, serta kampus terhadap mahasiswanya sangat memadai. Selanjutnya, Bagas juga menegaskan bahwasanya perjalanan di perkuliahan sebenarnya bukanlah sebuah akhir, akan tetapi awal untuk menghadapi dunia yang sebenarnya. menegaskan bahwa soft skill tidak boleh hanya dipelajari, tetapi harus dipraktikkan dalam kegiatan nyata.

Sesi talkshow series #1 ditutup dengan closing statement dari kedua pemateri.  “Saya mengutip dari Suhoki, “Hidup itu ada dua pilihan, menjadi seorang apatis, atau mengikuti arus. Akan tetapi, Suhoki mejawabnya dengan keinginan untuk menjadi manusia merdeka,” merdeka disini adalah keinginan untuk mengembangkan Potensi serta hal-hal yang ingin saya miliki, menjadi manusia yang sebentar-benarnya,” ungkap Ilham menyampaikan pesan penutup. Pesan ini diperkuat dengan penyampaian pesan penutup oleh Bagas, “Perjalanan masih panjang, jangan terlalu tertekan dengan pencapaian orang lain. Gunakanlah fasilitas yang ada di kampus dengan sebaik mungkin, bangun koneksi dan komunikasi dengan dosen, sesama mahasiswa, serta senior. Galilah ilmu sebanyak-banyaknya dan seringlah menjadi gelas kosong. Jangan lupa banggakanlah almamater kita” pesan Bagas.

 

 

Bimawa UAD Selenggarakan Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital

 

 

 

 

 

Dokumentasi Kegiatan Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital

Yogyakarta – Sabtu, 05/07/2025 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Unit Konseling Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) menggelar Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Amphitarium Lantai 9 Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan tersebut dihadiri oleh 80 Pengelola Kemahassiswaan Perguruan Tinggi Se-DIY dan 11 FORPIMAWA DIY. Kegiatan tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan Konseling Sebaya Se-DIY tersebut dimulai pada pukul 07.30 WIB.

Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A. selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni menegaskan bahwa hadirnya digitalisasi membawa tantangan baru bagi kesehatan mental mahasiswa. “Perkembangan digital memang menawarkan kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Ini yang harus kita siapkan bersama,” ujarnya. Hal ini juga diperkuat oleh Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H selaku Ketua FORPIMAWA DIY, yang menyampaikan pentingnya penguatan mental agar mahasiswa mampu menghadapi tekanan yang semakin berat, “Tekanan yang dihadapi mahasiswa saat ini semakin berat. Mereka membutuhkan pendampingan dan penguatan mental agar mampu bertahan dan meraih kesuksesan,” jelasnya.

Muhammad Iqbal Fauzi, S.E. melalui sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar Pengembangan Kesejahteraan Mental Mahasiswa di Era Digital. Ketua Tim Pembelajaran dan Kemahasiswaan LDIKTI Wilayah V DIY tersebut menekankan akan pentingnya pendampingan bagi mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental karena hal berkorelasi dengan capaian prestasi yang dimiliki oleh mahasiswa, “Untuk memunculkan prestasi yang baik, dibutuhkan juga kesehatan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Muchlas, M.T., Rektor Universitas Ahmad Dahlan, menyoroti media sosial yang kerap memicu stres dan berharap seminar ini menjadi sarana edukasi untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa, “Media sosial seringkali menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa. Melalui seminar ini, kami ingin memberikan edukasi agar mahasiswa mampu bijak dalam bermedia dan menjaga kesehatan mental mereka,” tuturnya.

Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Ketua IBKPT ABKIN, menjelaskan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah permasalahan mengenai kesehatan mental. Ia memaparkan, kesehatan mental mahasiswa zaman sekarang dan dulu itu berbeda. Hal tersebut dipicu oleh dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memicu stres berlebihan. Ia juga mengungkapkan sumber stres itu dilatarbelakangi oleh rasa marah, obsesi, takut,  dan kesedihan, “Jika amarah kita sudah berlebihan, maka cara menghadapinya adalah dengan menggunakan strategi teknik pengambilan nafas 3-3-6,” ujarnya membagikan tips.

MASALAH_KESEHATAN_MENTAL_GEN_Z

Dr. Suwarjo, M.Si., Wakil Dekan Fakultas Psikologi UNY, menambahkan bahwa jebakan pikiran seringkali menjadi akar masalah, “Perasaan itu muncul dari pikiran, dan tidak semua pikiran kita selalu benar. Kadang kita terjebak di dalamnya sampai lupa cara bahagia,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan teman sebaya, “Melalui teman sebaya, kita bisa saling mendengarkan, memberikan perhatian, dan menghubungkan kebutuhan satu sama lain. Prinsipnya sederhana, yaitu look, listen, and link,” pungkasnya.

TEMAN SEBAYA DAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA DI ERA DIGITAL (2025)

Dr. Berry Juliandi, S.Si., M.Si selaku Plt Direktur Belmawa Ditjen Dikti dalam pemaparannya menjelaskan mengenai faktor-faktor penyebab masalah mental pada mahasiswa, di antaranya problematika klasik, yaitu adanya tekanan akademik. Selain itu, dampak dari masalah mental adalah menurunnya prestasi akademik, “Masalah kesehatan mental dapat berdampak luas pada mahasiswa, mulai dari menurunnya prestasi akademik, terganggunya hubungan sosial, hingga penurunan produktivitas dan fungsi harian,” ujarnya.

PPT Rekomendasi Kebijakan terkait Kesehatan Mental di Perguruan Tinggi

Seminar yang diikuti oleh 221 mahasiswa dari 74 perguruan tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mengundang banyak antusias dari mahasiswa, salah satunya Faturahman Djaguna mahasiswa Universitas Jendral Ahmad Yani Yogyakarta dari Program Studi Hukum. Ia memberikan kesannya dalam mengikuti seminar, “Banyak hal yang saya dapatkan dari seminar kali ini, mulai dari cara mengelola emosi dengan baik dan ilmu-ilmu lainnya mengenai kesehatan mental yang tentunya sangat bermnafaat,” ungkapnya, “Saya harap seminar ini dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi mahasiswa,” lanjutnya.

-Penulis: Intan Awalia Putri

 

Launching Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi Bagi Mahasiswa Angkatan 2024

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Unit Konseling Mahasiswa di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni, telah melaksanakan kegiatan Launching Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi Bagi Mahasiswa Angkatan 2024 dengan tema “Peran UAD Merawat Kesejahteraan Mahasiswa” pada Kamis, 22 Mei 2025 pukul 09.30 hingga 11.30 WIB di Amphitarium Lantai 9 Gedung Utama Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka secara resmi Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi di Universitas Ahmad Dahlan. Program konseling sebaya ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya termasuk pada tahun 2025 ini. Dengan jumlah konselor sebaya prodi yang meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 100 konselor sebaya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa masih banyak mahasiswa yang mengalami permasalahan pribadi yang tidak terkomunikasikan, sehingga berdampak pada kesehatan mental dan proses belajar di kampus. Sebagai langkah pencegahan, UAD menghadirkan program konseling sebaya di tingkat program studi. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat saling mendukung, menjadi tempat berbagi, serta menciptakan ruang curhat yang aman dan nyaman. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak universitas dan program studi.

Acara ini menghadirkan 2 narasumber yaitu bapak Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, dan Rena Legia Dermayu, S.Psi selaku Koordinator Konselor Sebaya Tingkat Universitas.

Pelatihan Gambar 1. Pemaparan Materi

Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., selaku narasumber pertama dalam kegiatan konseling sebaya yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD), menyampaikan pentingnya keterlibatan mahasiswa baru angkatan 2024 dalam berbagai program dan kegiatan kampus. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pencapaian besar tidak dapat diraih tanpa melalui proses persiapan yang panjang. “Tidak ada pencapaian yang besar tanpa persiapan yang panjang,” ujarnya, sembari mengajak mahasiswa untuk mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di lingkungan kampus. Lebih lanjut, Dr. Caraka menekankan peran penting mentor dalam mendampingi mahasiswa angkatan 2024 agar tetap konsisten berada di jalur yang benar serta selektif dalam memilih kegiatan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua hal yang tampak penting harus diikuti, melainkan perlu adanya kemampuan untuk menentukan prioritas. “Sejatinya, kita sedang belajar memilih prioritas. Memang tampaknya semua penting, tetapi ada yang lebih penting, yaitu menata hidup,” tuturnya. Dr. Caraka juga memberikan pesan inspiratif kepada para mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh pencapaian orang lain dan lebih fokus pada penguatan diri sendiri. “Beratnya kita yang penting adalah memantapkan diri. Jangan membandingkan diri dengan orang lain,” pungkasnya.

Pelatihan Gambar 2. Pemaparan Materi

Narasumber kedua, Rena Legia Dermayu, S.Psi., menyampaikan materi terkait Teknis Pelaksanaan Program Konseling Sebaya Tingkat Program Studi. Dalam pemaparannya, beliau mengawali dengan penjelasan mengenai peran utama konseling sebaya, yaitu untuk mendampingi mahasiswa angkatan 2024 agar tetap konsisten dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang telah dirancang, guna mendukung kelancaran proses studi mereka. Selanjutnya, Rena Legia Dermayu, S.Psi., menjelaskan secara rinci mengenai aspek teknis pelaksanaan program konseling sebaya di tingkat program studi. Penjelasan mencakup teknis pelaksanaan kegiatan di dalam kelas, penyusunan timeline kegiatan, pemilihan media pelaksanaan, serta materi yang akan dibahas pada setiap pertemuan konseling sebaya. Dengan penjelasan tersebut, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam program konseling sebaya memiliki pemahaman yang jelas dan menyeluruh mengenai pelaksanaan program, serta dapat menjalankan perannya secara optimal.

Pada kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami tujuan dari program konseling sebaya tingkat program studi ini,dan mahasiswa angkatan 2024 dapat memahami tujuan dari program konselor sebaya program studi.Penting bagi mereka untuk menyadari bahwa konselor sebaya hadir sebagai teman sebaya yang siap membantu dalam menghadapi tantangan akademik maupun persoalan pribadi secara lebih dekat dan terbuka.

Talkshow “Menguasai Diri: Peran Disiplin dan Motivasi dalam Self Management

Sabtu, 15 Maret 2025, Unit Konseling Mahasiswa di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan BIMAWA UAD telah menyelenggarakan talkshow dengan tema “Menguasai Diri: Peran Disiplin dan Motivasi dalam Self-Management“. Kegiatan ini diselenggarakan pada pukul 13.00-15.00 WIB. Talkshow dilakukan secara daring melalui siaran langsung di kanal Youtube BIMAWA UAD Jogja.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Nurul Annisa Batubara. Dalam talkshow kali ini mengundang sebanyak lima mahasiswa dari berbagai program studi dan universitas, yaitu Salwa Ovi dari Prodi Sastra Inggris 2024 Universitas Ahmad Dahlan, Paujan Nul Hakim dari Prodi Sastra Indonesia 2024 Universitas Ahmad Dahlan, Isna Rodiana dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 2024 Universitas Ahmad Dahlan, M. Analta Gibransyah dari Prodi Ilmu Hukum 2024 Universitas Ahmad Dahlan, dan Beta Agustina dari Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga 2024 Universitas Negeri Yogyakarta. Para narasumber merupakan mahasiswa yang memiliki pengalaman dalam mengelola diri dengan baik dan berbagi strategi praktis dalam self-management.

Melalui pemaparan dari para narasumber, dijelaskan berbagai aspek penting dalam self-management. Salwa Ovi berbagi pengalamannya serta menjelaskan pentingnya self-management, aspek-aspek dalam self-management, serta target dan cara manajemen waktu. Paujan Nul Hakim menguraikan konsep self-management, peran disiplin sebagai pilar utama, cara meningkatkan disiplin, serta integrasi disiplin dan motivasi dalam self-management.

Isna Rodiana membahas realita mahasiswa baru, disiplin ala Gen Z, serta cara menjadi produktif dan berprestasi dengan mengenali gaya belajar, manajemen waktu, belajar aktif, kolaborasi, serta menjaga kesehatan mental dan fisik. Sementara itu, M. Analta Gibransyah mengupas manfaat planner dan journaling dalam self-management, jenis-jenis journaling dan manfaatnya, serta tips praktis dalam menggunakan planner dan journal. Beta Agustina menutup sesi pemaparan dengan menjelaskan definisi self-management, peran disiplin dan motivasi, strategi praktis dalam membangun self-management, serta cara mengatasi tantangan dalam menerapkannya.

Para pembicara menekankan bahwa self-management bukan sekadar mengatur waktu, tetapi merupakan keterampilan penting yang mencakup kebiasaan, disiplin, dan motivasi dalam mencapai tujuan. Mereka berbagi strategi mengelola waktu agar tetap bisa beristirahat sambil melakukan kegiatan yang produktif, mengatasi hambatan motivasi, serta bagaimana penerapan self-management dapat meningkatkan efektivitas dalam kehidupan akademik maupun profesional. Diskusi juga menyoroti bagaimana penerapan self-management yang baik dapat membantu dalam membangun jaringan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah keterampilan adaptasi yang sangat dibutuhkan di dunia profesional nantinya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber mengenai tantangan dalam menerapkan self-management. Dengan adanya talkshow ini, diharapkan peserta dapat menerapkan wawasan yang telah diperoleh untuk meningkatkan keterampilan self-management dalam kehidupan sehari-hari.

Tonton video talkshow selengkapnya disini:
https://www.youtube.com/live/aP7JYYMYM_I?si=rbiFiFpPVdbt34iA