Pelatihan Digital Gemini AI Pro x Google Student Ambassador
Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Pelatihan Digital Gemini AI Pro x Google Student Ambassador pada Kamis, 25 September 2025 yang dimulai pukul 12:30 WIB. Pelatihan dengan tema “Gemini AI Pro x Google Student Ambassador” yang diselenggarakan secara luring di Ruang Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan, yang di hadiri lebih dari 120 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dari berbagai jurusan di Universitas Ahmad Dahlan.
Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK), Bimawa UAD melalui sambutannya menyampaikan, perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami mahasiswa dalam pembelajaran. Ia mencontohkan bahwa ChatGPT hanya dalam waktu dua bulan mampu meraih 100 juta pengguna, sebuah pencapaian yang menunjukkan cepatnya teknologi ini diterima masyarakat. Namun, kemampuan rasional mahasiswa tetap berbeda dengan AI, karena AI bersifat kaku dan hanya bekerja berdasarkan database. Sama halnya seperti Google, perbedaannya ChatGPT dapat memberikan penjelasan yang lebih terstruktur meskipun prinsip penggunaannya tetap sama-sama berbasis data. Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan buku panduan penggunaan AI bagi mahasiswa yang berisi pemahaman serta aturan penting agar pemanfaatannya lebih tepat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati dalam penulisan, tidak menyalin secara langsung, serta menggunakan AI hanya sebagai referensi dengan memperhatikan struktur dan sitasi yang benar. “Silakan gunakan teknologi untuk membantu kita mempermudah kuliah, karena semua teknologi ini adalah buatan manusia, namun jangan sampai kita bergantung penuh padanya” ujarnya.
Pelatihan Digital kali ini diisi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Aprillia Nughraheni Ayuningtyas yang merupakan perwakilan mahasiswa Google Student Ambassador UAD tahun 2025, serta Nazwa Meilany Fauziah yang juga merupakan perwakilan mahasiswa Google Student Ambassador UAD tahun 2025
Materi pertama dengan judul “Pemanfaatan Gemini sebagai Asisten Belajar Modern” yang disampaikan oleh Nazwa Meilany Fauziah ia menjelaskan bagaimana kehadiran Gemini dapat menjadi solusi dalam menghadapi kesulitan tugas kuliah. Google sendiri telah memberikan akses Gemini Pro kepada mahasiswa sehingga pengalaman belajar menjadi lebih terbantu. menegaskan bahwa Gemini bukanlah tujuan utama, melainkan alat bantu yang dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembelajaran. Dalam penyampaiannya, ia juga menekankan bahwa Gemini mampu mendukung riset, membantu berpikir kritis, menghidupkan ide-ide kasar, meningkatkan kemampuan penulisan, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih personal. Narasumber menjelaskan bahwa Gemini 2.5 Pro merupakan AI tercerdas yang pernah dikembangkan oleh Google, dan perkembangan ini bukanlah akhir karena ke depan akan lahir teknologi yang lebih canggih lagi. Selain itu, Gemini juga telah terintegrasi dengan berbagai layanan seperti Google Workspace, Jam Manager, dan NotebookLM yang semakin memudahkan penggunanya. “Jadikan Gemini sebagai asisten belajarmu,” ujarnya.
Materi kedua dengan judul “Mengapa Riset Itu Penting?” disampaikan oleh Aprillia Nughraheni Ayuningtyas ia menjelaskan bahwa riset dapat diibaratkan sebagai pondasi dari sebuah bangunan. Melalui riset, mahasiswa akan memperoleh pengalaman baru sekaligus pemahaman yang lebih luas. Ia menekankan bahwa banyak mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam penelitian, khususnya dalam menemukan data yang relevan dan terkini. Untuk menjawab tantangan tersebut, Gemini AI hadir dengan fitur deep research yang mampu secara otomatis menjelajahi ratusan hingga ribuan situs untuk menghadirkan data terbaru sesuai kebutuhan. Ia juga menambahkan bahwa Gemini tidak hanya membantu dalam pencarian data, tetapi juga dapat menyusun peta analisis, termasuk peta pemasaran baru sesuai permintaan pengguna, serta membandingkannya dengan menggunakan fitur analisis yang tersedia. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh gambaran awal yang kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut. “Melalui fitur deep research, proses penelitian menjadi lebih terarah karena Gemini mampu menampilkan alur berpikir dalam hitungan menit, dan kita bisa melihat prosesnya secara langsung,” ujarnya.
Penulis: Ridwan Fuazi

