Inovasi Menu Sarapan oleh Mahasiswa UAD untuk Industri Kuliner

11 November 2025 Yogyakarta – Yudha Fauzan, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan produk Bubur Ayam yang diserahkan kepada Kenes Bakery & Resto pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan mengasah keterampilan mahasiswa di bidang kuliner.

Produk yang dihasilkan merupakan menu sarapan yang dirancang dengan cita rasa khas, tekstur yang lembut, serta penggunaan bahan baku berkualitas. Penyerahan produk dilakukan secara langsung kepada pihak industri sebagai bentuk kerja sama antara mahasiswa dan mitra usaha.

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa melakukan serangkaian tahapan, mulai dari uji coba resep, evaluasi cita rasa, hingga penyesuaian komposisi bahan agar sesuai dengan preferensi konsumen. Selain itu, aspek penyajian dan nilai gizi juga turut diperhatikan. Produk ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif menu sarapan yang diminati pelanggan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengalaman praktis mahasiswa serta kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja di industri kuliner. Pihak industri pun memberikan tanggapan positif terhadap inovasi tersebut.

Mahasiswa UAD Kembangkan Produk Chili Oil Pack untuk Industri Kuliner

Gambar 1. Contoh Produk

11 November 2025 Yogyakarta – Huda Muzaki Putra Andiana, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan produk Chili Oil Pack yang diserahkan kepada Kenes Bakery & Resto pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik di dunia industri.

Produk yang dihasilkan merupakan sambal minyak dengan cita rasa khas yang dirancang sebagai pelengkap berbagai jenis makanan. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada pihak industri sebagai bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Dalam proses pengembangannya, mahasiswa terlibat dalam seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan, proses produksi, hingga pengemasan produk. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk sesuai dengan standar industri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang kuliner serta memberikan pengalaman nyata dalam dunia usaha. Pihak Kenes Bakery & Resto menyambut baik inovasi tersebut dan menilai produk memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu produk yang banyak diminati.

Mahasiswa UAD Ciptakan Camilan Inovatif Bola-Bola Ayam

11 November 2025- Yogyakarta – Ariq Salma Ajmala, mahasiswa Program Studi Bisnis Jasa Makanan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan produk Bola-bola Ayam yang diserahkan kepada Kenes Bakery & Resto pada tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan mahasiswa secara langsung dengan dunia industri kuliner. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menciptakan produk yang siap bersaing di pasar.

Produk yang dihasilkan berupa camilan berbahan dasar ayam dengan tekstur lembut dan cita rasa gurih yang disesuaikan dengan preferensi konsumen. Selain itu, produk ini juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek tampilan agar menarik serta memiliki nilai jual yang tinggi. Penyerahan produk dilakukan secara langsung kepada pihak industri sebagai mitra kerja sama dalam pengembangan inovasi kuliner.

Dalam proses pengembangannya, mahasiswa melakukan berbagai tahapan mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, eksperimen resep secara berulang, hingga pengujian kualitas produk. Hal ini dilakukan untuk memastikan produk memenuhi standar kelayakan konsumsi dan memiliki potensi untuk dipasarkan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Pihak Kenes Bakery & Resto pun menyambut baik inovasi tersebut dan menilai produk memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Talkshow Softskill Series #1 UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku

Bimawa UAD sukses menyelenggarakan Talkshow Softskill Series #1 yang bertajuk “UAD Bukan Sekadar Kampus, tapi Tempat Aku Menemukan Versi Terbaik Diriku”  pada Sabtu, 8 November 2025. Talkshow tersebut diselenggarakan secara daring pada kanal YouTube Bimawa UAD pukul 14.00 – 15.00 WIB yang dipandu oleh Faza Warda Nadilla. Para pemateri dalam talkshow tersebut merupakan alumni dari Universitas Ahmad Dahlan yaitu Ilham Jul Aiman, S.Kom, alumni program studi Sistem Informasi angkatan 2021 dan Bagas Al-Fajri, S.S., M.A. alumni program studi Sastra Inggris angkatan 2019.

Pada pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Ilham membuka sesi dengan menekankan urgensi softskill di era saat ini. Softskill penting untuk dimiliki dan dikembangkan  sebagai langkah awal mahasiswa baru dalam menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan dan proses dalam berkembang. Disampaikan pula bahwasanya keterampilan problem solving, pengelolaan waktu, keterampilan berpikir kritis, pencatatan agenda, serta keberanian dalam berkomunikasi juga menjadi kunci untuk menjadi pribadi yang berkembang Keterampilan-keterampilan tersebut dikembangkan secara optimal oleh Ilham melalui keikutsertaannya dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan organisasi kemahasiswaan yang lain, mengikuti riset dosen, serta mengembangkan keterampilan bekerja sama melalui tugas proyek kelompok.  “Softskill merupakan hasil dari pengalaman yang panjang saat kita menjadi seorang akademisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, materi kedua yang disampaikan oleh Bagas mengenai perjalanan manfaat dari pengembangan softskills yang didapatkan melalui Universitas Ahmad Dahlan, sehingga berkesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan bekerja di LDP Education. Pengalaman organisasi yang dilalui oleh Ilham dimulai sejak dirinya mendapatkan beasiswa Prestasi Akademik hingga menjabat sebagai ketua dalam berbagai organisasi kemahasiswaan serta menjadi wisudawan terbaik program studi Sastra Inggris. Disinilah Ilham menyadari bahwasanya fasilitasi dukungan dari teman sebaya, para dosen, serta kampus terhadap mahasiswanya sangat memadai. Selanjutnya, Bagas juga menegaskan bahwasanya perjalanan di perkuliahan sebenarnya bukanlah sebuah akhir, akan tetapi awal untuk menghadapi dunia yang sebenarnya. menegaskan bahwa soft skill tidak boleh hanya dipelajari, tetapi harus dipraktikkan dalam kegiatan nyata.

Sesi talkshow series #1 ditutup dengan closing statement dari kedua pemateri.  “Saya mengutip dari Suhoki, “Hidup itu ada dua pilihan, menjadi seorang apatis, atau mengikuti arus. Akan tetapi, Suhoki mejawabnya dengan keinginan untuk menjadi manusia merdeka,” merdeka disini adalah keinginan untuk mengembangkan Potensi serta hal-hal yang ingin saya miliki, menjadi manusia yang sebentar-benarnya,” ungkap Ilham menyampaikan pesan penutup. Pesan ini diperkuat dengan penyampaian pesan penutup oleh Bagas, “Perjalanan masih panjang, jangan terlalu tertekan dengan pencapaian orang lain. Gunakanlah fasilitas yang ada di kampus dengan sebaik mungkin, bangun koneksi dan komunikasi dengan dosen, sesama mahasiswa, serta senior. Galilah ilmu sebanyak-banyaknya dan seringlah menjadi gelas kosong. Jangan lupa banggakanlah almamater kita” pesan Bagas.

 

 

Hari Kedua ADIYC 2025, Peserta Asah Kepemimpinan dan Kolaborasi di Forum Internasional

Kulonprogo – Kegiatan Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2025 memasuki hari kedua pada Rabu, 29 Oktober 2025 di Lembah Khayangan, Kulon Progo. Pada hari kedua ini, suasana kegiatan semakin hangat dan penuh semangat. Para peserta yang datang dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terlihat mulai akrab dan aktif berinteraksi dalam setiap sesi diskusi kelompok.

Kegiatan dimulai sejak pagi dengan olahraga dan koordinasi peserta, dilanjutkan dengan beberapa sesi Focus Group Discussion (FGD). Tema yang diangkat pada hari kedua ini mencakup Leadership and Teamwork, Entrepreneurial and Problem-Solving Mindset, Emotional Intelligence and Ethical Awareness, Collaboration and Networking, serta Global Communication and Intercultural Competence.

Salah satu peserta, Nafa Fatihatuzzahra dari Universitas Muhammadiyah Semarang, mengaku hari kedua menjadi pengalaman yang berkesan baginya. Ia merasa lebih percaya diri untuk berpendapat setelah mengenal anggota kelompoknya. Nafa mengatakan bahwa dirinya mendapatkan banyak wawasan baru dan keberanian untuk berbicara di forum internasional.

Menurut Nafa, materi yang disampaikan para narasumber memberikan banyak pembelajaran penting, khususnya mengenai kepemimpinan. Ia menuturkan bahwa menjadi pemimpin tidak hanya tentang memimpin, tetapi juga tentang mengayomi dan mendukung anggota tim. Selain itu, ia juga mendapatkan pelajaran berharga dari sesi tentang digital technology, yang mengingatkannya agar lebih bijak menggunakan media sosial karena setiap unggahan memiliki dampak besar, baik positif maupun negatif.

Peserta lain, Binugraheni Indah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, juga membagikan pengalaman dan pandangannya selama mengikuti kegiatan hari kedua. Ia menyadari bahwa kepemimpinan sejati bukan ditentukan oleh siapa yang paling lantang berbicara, melainkan oleh siapa yang paling mau mendengar. Bagi Binugraheni, pemimpin yang baik adalah sosok yang memahami, mendukung, dan berjalan bersama timnya.

Binugraheni juga menambahkan bahwa kesuksesan tidak akan bisa terwujud dari ego semata, melainkan dari kolaborasi yang tumbuh melalui kerja sama antarindividu. Ia mengutip pepatah, “If you want to go fast, go alone. But if you want to go far, go together,” sebagai pengingat bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai jika semua orang melangkah bersama menuju tujuan yang sama.

Sementara itu, Tanalina Arifah dari Universitas Muhammadiyah Semarang menilai bahwa sesi FGD di hari kedua memberikan ruang aman bagi peserta untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Melalui interaksi lintas budaya ini, peserta dapat memperluas wawasan dan memperdalam nilai toleransi serta empati terhadap sesama.

Menjelang malam, kegiatan ditutup dengan sesi International Collaboration yang menampilkan cultural show berupa nyanyian, tarian, dan drama dari para peserta. Acara tersebut menjadi simbol keberagaman dan kebersamaan antar peserta yang datang dari berbagai negara. Malam itu diakhiri dengan kegiatan campfire dan youth declaration sebagai wujud semangat kolaborasi dan solidaritas pemuda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di kancah global.

UAD Gelar Job Fair dan Campus Hiring #12, Hadirkan 41 Perusahaan

UAD Gelar Job Fair dan Campus Hiring #12, Hadirkan 41 Perusahaan

Yogyakarta – Pusat Pengembangan Karir Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali menggelar UAD Job Fair dan Campus Hiring #12 pada 27–29 Oktober 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 41 perusahaan ini berlangsung di Hall lantai 1 Gedung Utama Kampus 4 UAD.

Acara pembukaan berlangsung pada Senin (27/10/2025) pukul 08.00 WIB dan dibuka langsung oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T.. Dalam sambutannya, Prof. Muchlas menyampaikan apresiasi kepada para mitra industri yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada para mitra industri yang telah menjadi jembatan bagi mahasiswa kami untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya. Melalui job fair ini, kami dapat mengetahui kompetensi apa yang dibutuhkan dunia industri agar kampus bisa menyiapkannya dengan lebih relevan,” ujar Prof. Muchlas.

Rektor UAD juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan calon wisudawan untuk memperoleh informasi dunia kerja secara langsung dari perusahaan.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A., menyampaikan bahwa jumlah perusahaan yang berpartisipasi terus meningkat setiap tahun.

“Setiap tahun, jumlah perusahaan yang bergabung semakin banyak. Ini menjadi bukti bahwa banyak perusahaan yang percaya pada kualitas UAD dan alumninya,” ungkap Choirul Fajri.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantul, serta disambut antusias oleh mahasiswa dan alumni UAD. Banyak di antara mereka merupakan lulusan baru yang akan mengambil toga, menjadikan kegiatan ini langkah awal mereka menuju dunia kerja.

Selain pameran kerja, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Company Profile yang disiarkan secara live melalui kanal YouTube Klik UAD. Dalam sesi tersebut, setiap perusahaan berkesempatan memperkenalkan profilnya, menjelaskan lowongan yang tersedia, serta membagikan tips memasuki dunia kerja.

Kegiatan UAD Job Fair dan Campus Hiring #12 tidak hanya diikuti oleh lulusan baru, tetapi juga mahasiswa aktif yang ingin mempersiapkan diri sejak dini menghadapi dunia industri.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk mengenal dunia kerja dan menyiapkan diri lebih baik,” ujar Choirul Fajri.

Selama tiga hari pelaksanaan, suasana job fair berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para pengunjung. Acara ini diharapkan menjadi momentum penting bagi UAD dalam memperkuat hubungan dengan dunia industri serta membantu mahasiswa meniti karier sesuai kompetensinya.

Mahasiswa BK UAD Hadirkan Workbook Journalling untuk Pengelolaan Emosi Siswa

Yogyakarta – Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mengembangkan buku panduan “Workbook Journalling: Emosiku, Kendaliku” yang diserahkan kepada SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta pada 1 November 2025. Karya ini ditujukan sebagai panduan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di sekolah.

Workbook ini berfokus pada pengelolaan emosi siswa melalui metode journalling, yaitu teknik menulis reflektif yang membantu siswa memahami, mengenali, dan mengekspresikan perasaan mereka secara sehat. Materi disusun secara aplikatif dengan berbagai latihan yang mendorong siswa untuk lebih terbuka terhadap kondisi emosinya.       Dalam proses pengembangannya, mahasiswa melakukan pengumpulan referensi, analisis kebutuhan siswa, serta penyusunan konten yang sesuai dengan kondisi psikologis remaja. Selain itu, pendekatan yang digunakan dibuat sederhana agar mudah diterapkan oleh guru BK dalam kegiatan kelompok.

Buku ini diharapkan dapat membantu guru BK dalam memfasilitasi siswa mengelola emosi secara positif dan konstruktif. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam merancang media bimbingan yang inovatif. Pihak sekolah menyambut baik karya tersebut dan menilai workbook ini memiliki potensi untuk digunakan secara berkelanjutan dalam layanan konseling.

>>download berita disini<<