HUBUNGAN KONDISI BAYI SAAT LAHIR DAN KONSUMSI MIKRONUTRIEN DENGAN KEJADIAN ANAK STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS JETIS 1 BANTUL YOGYAKARTA

Oleh: Sarah Febiyana

Abstrak:

Stunting adalah postur tubuh pendek yang timbul karena malnutrisi kronis. Konsumsi zat gizi mikro seperti zat besi, zink, kalsium serta kondisi bayi saat lahir dengan berat lahir, panjang lahir, dan lahir cukup bulan merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap proses pertumbuhan anak. Penelitian ini menggunakan design case-control dengan kriteria inklusi kelompok kasus adalah anak usia 24-59 bulan yaitu dimana pertumbuhan akibat kurang asupan gizi secara kronis berlangsung cukup lama dengan TB/U (Tinggi Badan menurut Umur) kurang. Adapun kriteria inklusi kelompok kontrol adalah anak usia 24-59 bulan. Pada penelitian ini sejumlah 80 responden direkrut setelah menyetujui informed consent dan masuk dalam kriteria inklusi. Pada kelompok kontrol (N=40) dan kasus (N=40). Pengambilan data terkait kondisi bayi saat lahir dan asupan mikronutrien dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan instrumen dan food recall. Analisis statistik untuk mengetahui hubungan kejadian stunting riwayat lahir serta asupan mikronutrien menggunakann analisis Chi square. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah semakin sedikit tingkat konsumsi mikronutrien (zat besi, zink, kalsium) dan panjang lahir anak <48 cm maka resiko anak untuk menjadi stunting semakin besar.

Kata Kunci: Anak; stunting; mikronutrien; kondisi bayi lahir