Announcement of the Ahmad Dahlan International Seminar #3 Competetition 2025

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

The Collections of Essay and Presentation work from participants of Ahmad Dahlan International Seminar organized by Bureau Student and Alumni Universitas Ahmad Dahlan was closed on Sunday 26 October 2025. The number of registrants was 770 participants, with details that participants came from 22 Muhammadiyah Aisyiyah Higher Education Institutions (PTMA) throughout Indonesia and international participants from China, Ghana, Guinea GN, Kenya, Korea, Madagascar, Malaysia, Mesir, Myanmar, Pakistan, Sudan, Suriname, Thailand, East Timor, and Yemen.
Based on the assessment results by the professional jury from October 26–28 2025, and the winning participants are finals on October 29, 2025 here are the Best Essay and Best Presenter of the Ahmad Dahlan International Seminar #3 in 2025:

BEST ESSAY COMPETITION

ENHANCING DIGITAL PARTICIPATION & ENGAGEMENT

ADVANCES IN SCIENCE & TECHNOLOGY

ART, INNOVATION & CREATIVITY

GLOBAL HEALTH AND WELL-BEING

FUTURE EDUCATION

SOCIAL, LANGUAGE, & CULTURAL

ECONOMICS, BUSINESS & MANAGEMEN

 

BEST PRESENTATION COMPETITION

ENHACING DIGITAL

ADVANCE IN SCIENCE & TECHNOLOGY

ART, INNOVATION & CREATIVITY

GLOBAL HEALTH AND WELL-BEING

FUTURE EDUCATION

SOCIAL, LANGUAGE, CULTURAL

ECONOMICS, BUSINESS & MANAGEMEN

Congratulations to all the winners
Thus concludes the Official Report of the 2025 Ahmad Dahlan International Seminar #3 Results

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bimawa Universitas Ahmad Dahlan Sukses Gelar Ahmad Dahlan International Seminar #3

Yogyakarta, 28 Oktober 2025 – Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Ahmad Dahlan International Seminar #3 Tahun 2025. Kegiatan bertajuk “Empowering Global Youth Leadership for Sustainable Futures” ini dilaksanakan secara daring melalui kanal YouTube resmi klik_uad sebagai wadah inspiratif bagi mahasiswa dunia dalam menyuarakan ide kritis terkait pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas jangkauan luas kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya kesiapan global bagi mahasiswa. Selain itu, beliau juga berharap agar kegiatan ini terus bisa terlaksana. “Ahmad Dahlan International Seminar ini sudah tiga kali terselenggara, insyallah secara konsisten Universitas Ahmad Dahlan akan menyelenggarakan kegiatan ini dan menjangkau peserta lebih luas lagi, ujarnya, “Saya berharap ajang ini menjadi platform kolaborasi dan pertukaran pengalaman sehingga muncul banyak pembelajaran berharga,” lanjutnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Irwan Susila, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Forum Bidang Kemahasiswaan PTMA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. “Kalian para pemimpin muda bukan hanya masa depan, tetapi kalian adalah masa kini. Kalianlah yang akan mendorong perubahan, berinovasi, dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama di tengah kompleksitas dunia saat ini,” tegasnya.

Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan sejarah baru dengan total 770 pendaftar. Bersamaan dengan agenda seminar, pada hari Ahad, tanggal 26 Oktober 2025, secara resmi ditutup pula pengumpulan karya esai peserta Kompetisi Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Seminar #3. Peserta berasal dari 22 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia serta peserta internasional dari 15 negara, meliputi China, Ghana, Guinea GN, Kenya, Korea, Madagaskar, Malaysia, Mesir, Myanmar, Pakistan, Sudan, Suriname, Thailand, Timor Leste, dan Yaman.

Rangkaian seminar ini menghadirkan narasumber lintas negara. Dr. Fatimah Sari Siregar, M.Hum., memaparkan materi mengenai urgensi karakter positif di era digital. “Generasi muda adalah tonggak pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Kita harus melawan kemalasan dan berani berkata tidak pada bullying serta hate speech di media sosial,” jelasnya.

Narasumber internasional, Seongbin Park dari Korea Selatan, berbagi pengalaman mengenai komunikasi global. “Kunci komunikasi global bukanlah kesempurnaan tata bahasa, melainkan keberanian untuk mencoba. Just do it, jangan takut pada hambatan bahasa saat ingin membangun koneksi antarnegara,” ungkapnya. Sementara itu, Dr. Ghouwa Ismail dari University of South Africa menyentuh sisi kemanusiaan dengan menekankan bahwa kepemimpinan adalah tindakan pelayanan. “Kepemimpinan bukan tentang jabatan, tapi tentang kepedulian terhadap sesama, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun,” tambahnya.

Usainya Seminar Internasional dilanjutkan dengan kegiatan presentasi para peserta Kompetisi Esai Internasional secara daring. Seluruh peserta bertindak sebagai presenter yang memaparkan gagasan mereka.

Dengan berakhirnya acara ini, Bimawa UAD semakin meneguhkan perannya dalam membina mahasiswa menjadi pribadi yang unggul, berwawasan global, serta siap berkontribusi dalam pembangunan dunia melalui karya ilmiah dan literasi yang mencerahkan.

 

Penulis: Intan Awalia Putri

 

 

 

BELAJAR BERJAM-JAM TAPI MASIH BELUM PAHAM?

Halo Dahlan Muda!👋🏻

Pernahkah kamu merasa sudah belajar dengan keras, tapi tetap lupa? Mungkin bukan kamu yang salah, tapi caramu belajar yang belum tepat. Sini-sini, mimin kasih tau, “Strategi Belajar Efektif ala Mayer”

Menurut teori Mayer, otak memproses informasi lebih kuat saat kita menggabungkan kata, gambar, dan pengalaman pribadi. Itulah kunci agar ilmu “nempel di otak”.✨

Kalau dipikir-pikir,

seberapa sering kamu benar-benar memahami materi, bukan hanya mengejarnya untuk ujian?

✨Mari simak artikel terkait dengan strategi belajar:

Artikel Strategi Belajar

✨Yuk baca microblog kami di instagram:

https://www.instagram.com/p/DQRYQkMklwr/?igsh=NzFidWllanh5bzd3

Kalau butuh tempat untuk bercerita, konselor sebaya siap mendengarmu…

Hubungi e-counseling UAD di telegram atau melalui link berikut:

https://t.me/bimawaUADbot

#melayanidenganamanah #konselingsebaya #konselorsebayauad #uadjogja

BPH UAD Arif Jamali Muis Dorong Mahasiswa UAD Terapkan Growth Mindset Pada Kegiatan Soft Skills Tahun 2025

Yogyakarta, 25 Oktober 2025 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Soft Skills Tahap 1. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Amphitarium Lantai 9, Kampus 4 UAD tersebut dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH) UAD sekaligus Staff Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mendorong para mahasiswa UAD untuk dapat menerapkan Growth mindset dalam kehidupan sehari-hari.

Pada orientasinya, ia menjelaskan mengenai visi-visi besar pendidikan nasional di antaranya adalah pendidikan diharapkan dapat memiliki peran dalam lokomotif transformasi sosial, dan ekonomi. Namun, visi tersebut dalam kenyataannya dapat terhalang oleh praktik pendidikan yag masih terjebak dalam pola pikir yang tetap atau Fixed mindset. Hal tersebut tentunya berdampang pada kurangnya adaptasi mahasiswa terhadap dinamika zaman.

“Melalui tantangan tersebut, dibutuhkan pola pikir yang berkembang atau Growth mindset, karena mahasiswa yang tangguh dan unggul sudah pasti mahasiswa yang memiliki pola pikir yang berkembang atau bertumbuh,” paparnya.

Menurut Staff Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul tersebut, dijelaskan mengenai perlunya ada keseimbangan antara kecerdasan spriritual, kognitif, dan emosi. Ia pun menegaskan, mahasiswa harus dapat mempersiapkan masa depan melalui keterampilan yang termuat dalam Soft Skills, di antaranya adalah kemampuan berfikir kritis, kreatif dan objektif, kolaboratif, dan komunikatif.

“Soft Skills merupakan kemampuan mengelola diri yang dapat kita dapatkan di luar jam kuliah, pengelolaan diri ini didapatkan berdasarkan pada pengalaman,” ujarnya.

Hadirnya implementasi dari cara pandang atau cara pikir Growth mindset memiliki implikasi yang nyata bagi mahasiswa. Menurutnya, melalui penerapan cara berpikir yang bertumbuh, maka seseorang dapat merubah cara pandang dan terbuka terhadap perubahan. Selain itu, dapat juga beradaptasi pada setiap dinamika zaman.

Penulis: Intan Awalia Putri

Sosialisasi Soft Skills Tahap 1 Tahun 2025 : Langkah Awal UAD Mencetak Mahasiswa Unggul dan Tangguh

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) menyelenggarakan Sosialisasi Soft Skills Tahap 1 pada Sabtu, 25 Oktober 2025 yang diselenggarakan secara luring di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 UAD dan daring pada kanal YouTube Klik_uad. Kegiatan yang dihadiri 320 mahasiswa tersebut menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan sebagai sarana mengasah profesionalitas di masa depan. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan sekaligus mempersiapkan diri agar mampu bersaing di dunia kerja yang dinamis.

Dr. Choirul Fajri S.I.Kom., M.A selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni dalam laporannya menyatakan kegiatan Soft Skills Tahap 1 merupakan pelatihan yang diadakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD untuk dapat mempersiapkan diri para mahasiswa UAD agar bisa mempersiapkan masa depan dengan lebih tersusun. Melalui kegiatan Sosialisasi tersebut, ia mengajak para mahasiswa UAD angkatan 2025 untuk bisa menyambut Pelatihan Soft Skills dengan sebaik-baiknya.

Dalam sambutannya, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menegaskan pentingnya kemampuan beradaptasi bagi mahasiswa baru. Menurutnya, program ini menjadi jembatan transisi dari sistem pembelajaran di sekolah menengah menuju perguruan tinggi. Ia menambahkan, nantinya kegiatan Soft Skills ini tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan penting seperti komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta manajemen waktu. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan keterampilan interpersonal yang kuat,” ujarnya.

Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd selaku BPH (Badan Pembina Harian) UAD dan Staff Khusus Mendikdasmen sekaligus narasamber kegiatan Sosialisasi Soft Skills Tahap 1 dalam pemaparannya menyampaikan, mahasiswa perlu berpikir kreatif dan inovatif dengan menumbuhkan growth mindset atau pola pikir berkembang. “Mahasiswa yang tangguh adalah mereka yang tidak takut gagal dan mampu belajar dari setiap kesalahan,” ungkapnya “mahasiswa unggul adalah mereka yang percaya bahwa potensi diri dapat terus bertumbuh tanpa batas,” tambahnya. Ia menegaskan dalam dunia kerja saat ini menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif dan semua itu dapat diasah melalui pengalaman berorganisasi dan meninggalkan fixed mindset.

Selanjutnya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan mengenai berbagai tujuan di balik adanya kegiatan Soft Skills Tahap 1 bagi mahasiswa baru, di antaranya adalah untuk menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk dapat merencakan karir dan mengekplorasi diri. “Untuk menjadi Dahlan Muda yang Tangguh, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuannya, salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Soft Skills Tahap 1 yang kami selenggarakan,” ujarnya. Melalui pemaparannya, ia pun menyampaikan pendaftaran pelatihan Soft Skills Tahap 1 2025 mulai dibuka pada tanggal 1-8 November 2025 pada portal masing-masing mahasiswa.

Hadirnya kegiatan sosialisasi tersebut, disambut antusias oleh mahasiswa baru, salah satunya Wahyu Hidayati Mahasiswa dari Program Studi Sastra Indonesia selaku salah satu peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi secara luring pun berbagi kesan dan pesannya. “Kegiatannya menarik dan seru banget karena pemateri menjelaskan dengan jelas sehingga kita lebih paham tentang soft skill dan cara mengembangkannya. Mungkin durasinya bisa sedikit dipersingkat agar kegiatan tetap efektif dan fokus peserta tetap terjaga dari awal sampai akhir,” ungkapnya.

Pengumuman Lolos Seleksi Berkas Co Traineer Soft Skills Tahap 1 Tahun 2025

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Berdasarkan Hasil Seleksi Administrasi pada Kamis, 16 Oktober 2025 tentang penerimaan calon Co-Trainer Soft Skills Tahap 1 Tahun 2025, berikut kami lampirkan nama pendaftar yang dinyatakan Lolos Seleksi Administrasi.

Harap memasukkan NIM Anda pada kolom yang disediakan di bawah ini untuk memeriksa hasil seleksi. Pastikan nomor yang dimasukkan sesuai dengan yang tertera pada pendaftaran.

Bimawa UAD Selenggarakan Pelatihan Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Youth Camp Tahun 2025

Yogyakarta, 06/10/2025 Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) melalui Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Universitas Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Youth Camp 2025. Kegiatan yang diselenggarakan secara luring di Amphitarium Lantai 9, Kampus 4 UAD tersebut dibagi ke dalam dua sesi pelaksanaan, yaitu sesi pagi dan siang, tepatnya pukul 08.00 WIB s.d Selesai dan pukul 13.00 WIB s.d Selesai.

Pelatihan Penulisan Esai Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2025 diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi akademik dan keterampilan menulis mahasiswa. Hal tersebut selaras dengan laporan yang disampaikan oleh oleh Dr. Chiarul Fajri, S.Ikom., M.A. selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni. Beliau menekankan pentingnya kemampuan menulis bagi mahasiswa karena menulis bukan hanya soal menuangkan ide, tetapi juga tentang ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan gagasan. “Menulis itu tidak sekadar merangkai kata, tetapi juga menyampaikan gagasan dengan tepat dan jelas agar pesan yang dimaksud benar-benar tersampaikan,” ujar Dr. Chiarul.

Pada laporan sesi kedua yang disampaikan oleh Dr. Caraka Putra Bhakti selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD membahas pentingnya mengasah kemampuan menulis mahasiswa di era digital. Beliau menekankan bahwa teknologi kini memiliki peran besar dalam mendukung kegiatan kepenulisan, asalkan digunakan secara bijak dan proporsional. Dalam laporannya, Dr. Caraka menegaskan bahwa kemampuan menulis dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan. Ia menyampaikan, “Teknologi bukan pengganti penulis, tetapi alat bantu yang jika dimanfaatkan dengan tepat dapat memperkuat daya kritis dan kreativitas dalam menulis,” ungkapnya.

Para pemateri yang mengisi kegiatan ini antara lain Sudaryanto, M.Pd. selaku Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Intan Awalia Putri selaku mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Iftitah Ulfiana Maghribi yang juga merupakan mahasiswa dari program studi yang sama. Sudaryanto, M.Pd. dikenal aktif menulis di berbagai media massa dan pada kesempatan ini beliau menjelaskan mengenai struktur esai dan langkah-langkah penulisan esai yang baik. “Dalam menulis esai, struktur menjadi kunci agar ide dapat tersampaikan secara runtut dan logis,” jelas Sudaryanto.

Pemateri kedua, yaitu Intan Awalia Putri memaparkan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses kreatif penulisan. Ia menjelaskan bagaimana Gemini AI dapat digunakan untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan ide atau gagasan tulisan. “Kita bisa memanfaatkan Gemini AI untuk memunculkan ide-ide baru dan menyusun kerangka tulisan, tapi hasil akhirnya tetap harus berasal dari pemikiran kita sendiri,” ujarnya. Berbeda dari Intan, narasumber ketiga yaitu Iftitah Ulfiana Maghribi lebih menekankan pada sisi praktis dalam penggunaan teknologi untuk mendukung efisiensi menulis. Ia menuturkan, “AI bisa membantu kita mengembangkan ide dan menyusun tulisan dengan lebih cepat, tapi tetap perlu kemampuan berpikir kritis agar hasilnya sesuai dengan karakter dan tujuan tulisan,” jelasnya.       Melalui pelatihan ini, penyelenggara berharap mahasiswa tidak hanya memahami teknik menulis esai secara akademik, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dalam menghasilkan karya tulis yang inovatif. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata UAD dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital yang menuntut keterampilan literasi dan kreativitas yang tinggi. Hal tersebut selaras dengan kesan dan pesan yang disampaikan oleh salah peserta, yaitu Nabila Syafa Laksita, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Penulis: Intan Awalia Putri

Mahasiswa UAD Gelar Sekolah Perempuan “Poetri Mardika” di Bantul, Angkat Isu Gender hingga Ekonomi Kreatif

Mahasiswa UAD Gelar Sekolah Perempuan “Putri Mardika” di Bantul, Angkat Isu Gender hingga Ekonomi Kreatif

Yogyakarta – Puluhan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi yang mengikuti program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) mengadakan Sekolah Perempuan Poetri Mardika di Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Program ini telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan menyasar kelompok perempuan usia 20 hingga 50 tahun dengan tujuan meningkatkan kapasitas diri, kemandirian, serta kesadaran gender.

Para mahasiswa tinggal dan berbaur dengan warga setiap minggunya untuk mendampingi peserta melalui rangkaian kelas teori dan praktik. Nama Poetri Mardika sendiri dipilih karena terinspirasi dari organisasi perempuan pertama di Indonesia yang berdiri pada 1911. “Program ini kami beri nama Poetri Mardika, terinspirasi dari organisasi perempuan pertama di Indonesia pada 1911 yang juga bernama sama,” jelas Ahzad dari tim PPKO BEM Psikologi UAD, Sabtu (28/9/2025).

Sepanjang program, peserta mendapatkan sepuluh sesi pembelajaran dengan materi beragam, mulai dari kesetaraan gender bersama Himpunan Psikologi Indonesia, manajemen rumah tangga bersama Family Learning Center Muhammadiyah, hingga parenting oleh P2TPAKK Rekso Dyah Utami. Selain itu, mereka juga dibekali keterampilan ekonomi kreatif bersama pelaku usaha, seperti pemilik restoran Layah Kembar. Produk yang dikembangkan pun beragam, antara lain dodol terong, corn ribs, chili oil, cabai kriuk, serta produk souvenir berupa makrame dan lilin aroma.

Program ini disambut positif oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Temuwuh, Suratno, menyampaikan apresiasi dan menilai kehadiran mahasiswa UAD membawa dampak besar bagi pemberdayaan perempuan. “Kami berterima kasih kepada UAD dan mahasiswa yang sudah konsisten mendampingi ibu-ibu. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus berlanjut, tidak hanya selama program PPKO berlangsung,” ujar Suratno.

Antusiasme warga juga terlihat dari partisipasi peserta. Dari target awal 40 orang, rata-rata 35 peserta aktif mengikuti delapan pertemuan yang telah berlangsung hingga September 2025. Ahzad menambahkan, pihaknya berharap program ini dapat berlanjut melalui organisasi yang dibentuk sendiri oleh para peserta setelah program selesai.

Keberhasilan BEM Psikologi UAD menjalankan program ini juga menorehkan prestasi tersendiri. Program Sekolah Perempuan Poetri Mardika berhasil lolos seleksi nasional PPK Ormawa, bersaing dengan ratusan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. “Ini pencapaian luar biasa karena UAD sudah empat tahun berturut-turut meloloskan Ormawanya dalam program ini. Kami berharap mahasiswa bisa menjaga semangat hingga program tuntas dan pelaporannya rapi,” ujar Danang Sukantar, M. Pd., Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Mahasiswa dan Ormawa UAD.

Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 25 Oktober 2025 dan akan ditutup dengan sebuah acara besar yang menampilkan hasil karya peserta. Acara puncak tersebut sekaligus menjadi ajang pertanggungjawaban sekaligus perayaan keberhasilan program pemberdayaan perempuan yang digagas mahasiswa UAD.