PKK Bimawa UAD Selenggarakan Sosialisasi Konselor Sebaya Tingkat Program Studi Guna Memperkuat Sistem Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa
Unit Konseling Mahasiswa di bawah Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah menyelenggarakan Sosialisasi Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada Senin, 09 Maret 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara daring yang dimulai pada pukul 16.00 WIB melalui siaran langsung di kanal YouTube Bimawa UAD untuk memberikan gambaran mengenai peran sistem pendukung mahasiswa di lingkungan kampus.
Konselor Sebaya Tingkat Program Studi dibuat untuk memberikan wadah konseling dan informasi bagi mahasiswa. Melalui program ini, para mahasiswa dari berbagai program studi memiliki kesempatan yang sama untuk belajar menjadi Konselor Sebaya yang nantinya akan menjadi pendengar yang baik dan membantu kesukaran mahasiswa, khususnya dalam mendampingi mahasiswa angkatan 2025 agar dapat beradaptasi dengan dunia perkuliahan yang penuh tantangan.
Dalam sambutannya, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK), Bimawa UAD menyampaikan hadirnya Konselor Sebaya ini merupakan salah satu cara untuk membantu permasalahan dan memberikan informasi valid kepada mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental di lingkungan kampus, “Konselor Sebaya hadir untuk membantu menciptakan lingkungan kampus yang lebih peduli dan membantu mahasiswa agar memiliki coping skill dalam menghadapi berbagai tekanan perkuliahan,” ungkapnya. Selain itu juga, ia mendorong agar para calon Konselor Sebaya nantinya dapat mendampingi anak-anak untuk mengurangi scrolling-stalking, tapi mengajak mereka untuk beraktivitas sesuai dengan passion-nya.
“Hidup akan jauh lebih berarti jika kita bisa bermanfaat bagi sesama, salah satunya dengan mengambil peran aktif dalam program Konselor Sebaya ini,” ujarnya.
Pemaparan materi selanjutnya disampaikan oleh Susilo Indah Rahayu, yang merupakan Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada 2024. Ia berbagi pengalaman mengenai bagaimana seorang konselor dapat menjadi tempat cerita yang aman bagi rekan mahasiswa lainnya. Berdasarkan pengalamannya, ia mengajak mahasiswa untuk berani terlibat dalam program ini, “Menjadi konselor sebaya bukan hanya tentang membantu orang lain, tapi juga tempat kita belajar memahami empati, mengasah komunikasi, dan mengembangkan diri secara bersama-sama,” jelasnya.
Narasumber berikutnya, Vianisa Najla Tamara dari Fakultas Psikologi selaku salah satu Konselor Sebaya Tingkat Program Studi pada 2024, memaparkan mengenai keseruan dan manfaat nyata yang didapatkan selama menjadi bagian dari Konselor Sebaya, termasuk pelatihan khusus yang disediakan. Ia menceritakan pengalamannya dalam membantu mahasiswa baru mengelola manajemen waktu. Tamara menegaskan bahwa pengalaman ini sangat berharga untuk masa depan, “Melalui program ini, kita bisa menerapkan ilmu yang didapat di kelas ke dalam aksi nyata, sekaligus memperluas relasi dengan teman-teman dari berbagai program studi lain secara gratis dan menyenangkan,” ucapnya.
Kegiatan sosialisasi yang dipandu oleh moderator Tresna Widianti. Sebagai penutup, moderator menekankan bahwa untuk berdampak tidak perlu menunggu lulus dari bangku perkuliahan, tetapi cukup memiliki kepeduliaan terhadap sesama, Ia berharap melalui sosialisasi ini, semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk menjadi bagian dari Konselor Sebaya Tingkat Prodi di Universitas Ahmad Dahlan.
Penulis: Intan Awalia Putri

