Pengembangan Potensi, Pencegahan dan Penanganan Problem Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi
Dalam rangka Milad ke-65 Universitas Ahmad Dahlan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni melalui Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan menyelenggarakan seminar bertajuk “Pengembangan Potensi, Pencegahan dan Penanganan Problem Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Amphitarium Lantai 9 Kampus 4 UAD mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Seminar ini diikuti oleh 320 peserta yang terdiri atas mahasiswa UAD, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, serta pengelola kemahasiswaan di DIY. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran layanan bimbingan dan konseling dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Dr. Beny Bandanandjaja, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang memaparkan implementasi layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi sesuai regulasi terbaru. Materi selanjutnya disampaikan oleh Fathur Rahman, S.Pd., M.Si., Sekretaris Jenderal Pengurus Besar ABKIN, mengenai penguatan peran dosen pembimbing akademik dalam mendampingi serta merawat kesehatan mental mahasiswa.
Selain itu, Prof. Ahmad Muttaqin, Ph.D., Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM/BPH UAD, menyampaikan materi tentang kesehatan mental dalam perspektif Islam. Seminar ditutup dengan pemaparan dari Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Ketua Ikatan Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi ABKIN, yang membahas peran dan fungsi layanan bimbingan dan konseling dalam penanganan kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi presentasi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi serta respons positif terhadap materi yang disampaikan. Melalui seminar ini, diharapkan perguruan tinggi semakin optimal dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya preventif maupun kuratif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.

