Pelatihan Presentasi Oral#3 Mahasiswa Tingkat Nasional 2026

Pada Minggu, 31 Mei 2026, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses merampungkan seluruh rangkaian pelatihan ilmiah kompetisi nasional hari pertama dengan menyelenggarakan Pelatihan Presentasi Oral#3 Mahasiswa Tingkat Nasional 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meeting sejak pukul 16.00 WIB hingga selesai. Menjadi penutup yang krusial dari trilogi pelatihan kompetisi nasional setelah sesi pelatihan video kreatif#4 dan poster#4, pelatihan ini difokuskan secara eksklusif untuk membekali 91 pendaftar kategori kompetisi presentasi oral dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebelum melangkah ke sesi bimbingan teknis bersama mentor di kelas kecil.

Memasuki sesi utama yang dimoderatori oleh Kak Suci Nengtyas, pemaparan materi bertajuk “Tips & Strategi dalam Presentasi Oral yang Efektif”, Bimawa UAD menghadirkan narasumber ahli sekaligus juri nasional, Dhita Pratama Putra (Kak Dhita). Dalam presentasinya, Kak Dhita mengupas tuntas bahwa esensi utama dari presentasi oral yang memikat terletak pada keselarasan tiga komponen komunikasi dasar, yakni konten ilmiah yang berbobot (verbal), intonasi serta kejelasan artikulasi suara (vokal), dan ekspresi wajah serta gestur tubuh pendukung (visual).

Gambar 1. Dokumentasi Sesi Materi Pelatihan Presentasi Oral#3 oleh Dhita Pratama Putra

Kak Dhita membedah secara mendalam struktur ideal penyusunan materi presentasi oral bagi mahasiswa, yaitu:

  1. Sesi Pendahuluan (Introduction): Membangun ketertarikan di 60 detik pertama melalui teknik hook (pertanyaan retoris, data mengejutkan, atau urgensi masalah).
  2. Penyampaian Isi (Body/Core): Menyajikan metodologi, analisis, dan solusi secara terstruktur serta berbasis data yang solid agar dapat membangun kepercayaan audiens.
  3. Sesi Kesimpulan (Conclusion): Menutup presentasi dengan merangkum kembali poin-poin utama serta memberikan ajakan bertindak (call to action) yang kuat dan berkesan.

Dalam hal visualisasi salindia presentasi, Kak Dhita menggarisbawahi pentingnya penerapan prinsip minimalis yang bersih dan profesional. Peserta dilarang keras memindahkan seluruh isi makalah ke dalam slide (text-heavy), melainkan hanya menampilkan kata kunci (keywords), grafik data, atau infografis pendukung yang relevan. Pengaturan hirarki tipografi, pemilihan palet warna kontras yang konsisten, serta pemanfaatan whitespace (ruang kosong) menjadi poin penilaian mutlak agar juri dan audiens dapat menangkap poin utama materi dalam hitungan detik tanpa distrasi visual yang berlebihan.

Gambar 1. Dokumentasi Sesi Materi Pelatihan Presentasi Oral#3 oleh Dhita Pratama Putra

Pemaparan materi berlangsung selama 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab yang dipandu oleh Kak Suci. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi melalui banyaknya pertanyaan mendalam mengenai manajemen kecemasan panggung (stage fright), trik menyiasati batasan waktu presentasi yang singkat, serta teknik menghadapi sesi tanya jawab kritis dari dewan juri. Rangkaian pelatihan presentasi oral nasional ini secara resmi ditutup pada pukul 17.45 WIB, menandai selesainya pembekalan akbar hari pertama untuk kemudian mengarahkan peserta ke tahapan pendampingan intensif bersama mentor masing-masing.

Penulis: Isna Rodiana