Career Camp Profesi Apoteker 2026 Bekali Mahasiswa UAD Hadapi Dunia Kerja

Yogyakarta — Program Studi Profesi Apoteker Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Karier (PUSKA) BIMAWA UAD menyelenggarakan Career Camp Profesi Apoteker Tahun 2026 pada Rabu (23/9) di Kampus 3 UAD. Mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi Lulusan Profesi Apoteker UAD untuk Siap Bersaing di Dunia Kerja”, kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Kegiatan menghadirkan praktisi dan akademisi dengan empat materi utama, yaitu kepercayaan diri dan komitmen, personal branding, public speaking, serta penyusunan Curriculum Vitae (CV) berbasis Applicant Tracking System (ATS) dan Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars UAD, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan Fakultas Farmasi UAD, Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa lulusan apoteker tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu kefarmasian, tetapi juga perlu memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan tuntutan dunia profesional.

Membangun Kepercayaan Diri dan Komitmen

Materi pertama bertajuk “How to Build Your Self-Confidence and Commitment” disampaikan oleh apt. Kurnia Yuliawati, S.Si., M.K.M., Apoteker sekaligus Ketua Tim Kerja Registrasi, Lisensi, dan Mutu Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman serta Dosen Praktisi Program Studi Profesi Apoteker UAD.

Kurnia mengajak mahasiswa memandang kelulusan bukan sebagai akhir pendidikan, melainkan awal untuk membuktikan kompetensi di dunia kerja. Salah satu pembahasan yang diangkat adalah self-confidence dan imposter syndrome, yaitu rasa ragu terhadap kemampuan diri ketika menghadapi lingkungan yang kompetitif.

Mahasiswa didorong membangun kepercayaan diri melalui penguasaan kompetensi, komunikasi yang baik, dan growth mindset. Selain itu, komitmen terhadap kode etik, integritas, keselamatan pasien, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi apoteker.

Peserta juga diajak memahami berbagai tantangan di dunia kerja, mulai dari mengelola apotek, bekerja di daerah terpencil dan perbatasan, hingga menghadapi pekerjaan birokrasi. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses membangun kemampuan adaptasi dan ketahanan profesional.

Personal Branding di Era Digital

Sesi kedua menghadirkan Dr. Muh. Najih Farihanto, S.I.Kom., M.A., Dosen Ilmu Komunikasi UAD, melalui materi “How to Manage Your Social Media to Get Your Dream Job.”

Najih membahas pentingnya personal branding di era digital. Media sosial tidak hanya menjadi ruang berbagi aktivitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas profesional seseorang. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana membangun citra diri yang sesuai dengan bidang dan tujuan karier.

Peserta diperkenalkan dengan berbagai platform seperti Instagram, LinkedIn, TikTok, Facebook, dan Twitter, serta diajak menentukan platform berdasarkan karakter dan target audiens. Selain membuat konten, peserta juga dikenalkan dengan pemanfaatan tren dan analitik media sosial untuk melihat respons audiens.

Sesi ini menekankan bahwa apa yang dibagikan di media sosial dapat menjadi bagian dari gambaran diri seseorang di mata publik maupun calon pemberi kerja. Pesan “You Are What You Post. Be Wise.” menjadi penutup sesi.

Public Speaking sebagai Bekal Profesional

Kegiatan dilanjutkan dengan materi “Improve Your Public Speaking and Personal Branding” yang disampaikan oleh Dr. Patria Handung Jaya, S.Pd., M.A.

Patria menjelaskan bahwa public speaking merupakan keterampilan yang mendukung kehidupan akademik maupun profesional. Kemampuan berbicara di depan umum dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri, membangun relasi, mendukung kepemimpinan, serta membuka peluang karier.

Peserta diajak mengenali berbagai penyebab rasa takut berbicara di depan umum, seperti takut menjadi pusat perhatian, takut dihakimi, takut gagal, hingga kurangnya pengalaman. Untuk mengatasinya, peserta diberikan strategi latihan, seperti berbicara di depan cermin, merekam diri sendiri, memanfaatkan media sosial sebagai ruang latihan, dan mempelajari teknik pembicara lain.

Materi juga membahas persiapan sebelum tampil, teknik ketika berbicara, hingga evaluasi setelah tampil. Dengan demikian, public speaking dipahami sebagai keterampilan yang dapat terus dilatih dan dikembangkan.

CV ATS dan Pemanfaatan AI untuk Karier

Materi terakhir disampaikan oleh Asep Ismail, M.M., praktisi di bidang bisnis, human resources, people development, dan pengembangan organisasi, dengan topik “Curriculum Vitae (CV) Berbasis Applicant Tracking System (ATS) dan AI (Artificial Intelligence).”

Asep menjelaskan bahwa CV perlu disesuaikan dengan posisi yang dituju. Bagi lulusan profesi apoteker, peluang karier tidak hanya terbatas pada apotek dan rumah sakit, tetapi juga mencakup industri farmasi, Quality Assurance, Quality Control, Regulatory Affairs, Medical Representative, hingga Research and Development.

Peserta diperkenalkan dengan cara kerja ATS dalam membaca keyword, menilai relevansi pengalaman, dan membantu proses seleksi kandidat. Oleh karena itu, CV perlu dibuat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan dengan deskripsi pekerjaan yang dilamar.

Dalam penyusunannya, beberapa bagian penting yang perlu diperhatikan meliputi professional summary, pendidikan, pengalaman kerja, pengalaman PKPA, organisasi, skills, dan prestasi. Peserta juga dikenalkan dengan pemanfaatan AI seperti ChatGPT, Canva AI, Gemini, dan Claude untuk membantu mengoptimalkan CV.

Mempersiapkan Lulusan yang Siap Bersaing

Melalui empat materi tersebut, Career Camp Profesi Apoteker Tahun 2026 memberikan pembekalan yang mencakup aspek kompetensi, komunikasi, personal branding, hingga strategi memasuki dunia kerja.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa Profesi Apoteker UAD mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, membangun citra profesional, serta mempersiapkan dokumen dan keterampilan yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu memasuki dunia profesional dengan kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan karier yang lebih baik.