Bekali Mahasiswa dengan Learning Agility dan Growth Mindset, PPK Bimawa UAD Sukses Gelar Upgrading Student Employment

Dokumentasi Kegiatan Upgrading Student Employment 2026
Yogyakarta, 17 Juli 2026-Biro Kemahasiswaan dan alumni (Bimawa) melalui Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan (PKK) Universitas Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan upgrading student employment dengan tema menumbuhkan learning agility dan growth mindset untuk personal branding. Kegiatan ini diikuti oleh 250 Student Employment (SE) yang diselenggarakan secara luring di ruang kelas Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan pada pukul 13.00 – 14.30 WIB, dengan menghadirkan enam fasilitator yang terbagi ke dalam enam kelas, yaitu Erika Wulandari, S.T., Haffah Ghina Nafisa, S.Pd., Diah Ayu Praharani, S.Pd., Joelita Amanda Granada, S.Psi., Tiwi Qathrun Nada, S.Psi., dan Tasya Amin Zakiyah, S.Pd. Setiap kelas diikuti oleh 40–42 mahasiswa yang berasal dari berbagai unit kerja di Universitas Ahmad Dahlan.
Upgrading Student Employment merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK Bimawa sebagai upaya membina Student Employment (SE) Universitas Ahmad Dahlan agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta mengelola berbagai dinamika yang dihadapi melalui penerapan growth mindset. Kegiatan dilakukan melalui melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan role playing sebagai sarana bagi peserta untuk mempraktikkan penyelesaian konflik di lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, penyelesaian masalah, dan pengelolaan konflik sebagai bekal dalam menjalankan peran di unit kerja masing-masing.
Pada sesi penyampaian materi, narasumber menggali berbagai permasalahan yang kerap dihadapi oleh SE UAD. Narasumber mengajak peserta untuk memahami pentingnya manajemen konflik dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di lingkungan unit kerja menggunakan growth mindset melalui teori Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (TKI), yang terdiri atas lima gaya, yaitu competing, collaborating, compromising, accommodating, dan avoiding. Selain itu, narasumber juga memberikan tips mengatasi permasalahan melalui tahapan DEAR (Detect, Evaluate, Alter, dan Re-action), sebagai panduan untuk mengenali masalah, mengevaluasi situasi, menentukan langkah penyelesaian yang tepat, serta memberikan respons secara efektif terhadap konflik yang dialami.
Setelah sesi penyampaian materi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan role playing yang melibatkan seluruh peserta di dalam kelas sebagai bentuk implementasi materi yang telah dipelajari. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan studi kasus yang berkaitan dengan konflik yang berpotensi terjadi di lingkungan kerja. Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis permasalahan, menentukan pembagian peran, serta menyiapkan solusi yang akan diperagakan di hadapan peserta lainnya. Setelah setiap kelompok selesai menampilkan simulasi, narasumber memberikan umpan balik, evaluasi, serta penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari penyelesaian konflik yang ditampilkan sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan manajemen konflik secara efektif.
Hadirnya kegiatan tersebut mengundang antusias dari para mahasiswa, salah satunya adalah Nina Cahyani Putri dari Program Studi PG PAUD 2024. Menurutnya kegiatan pelatihan ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman baru, terutama dalam membantu memanajemen konflik di lingkungan kerja “Menurut saya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi yang sering terjadi di lingkungan kerja. Saya juga menjadi lebih memahami berbagai gaya manajemen konflik dan strategi yang dapat digunakan dalam mengatasi suatu konflik dengan growth mindset”.

